12/14/2016T12/14/2016

PSIKOLOGI TEORI KOGNITIF

/* kode iklan */
/* kode iklan */

TEORI KOGNITIF

istilah kognitif mulai banyak dikemukakan ketika teori mulaan tahun banyak dibicarakan pada kira-kira meliputi Pengertian sendiri sebenarnya megetahui sesuatu, struktur intelek yang dipergunakan untuk bangan get sendiri mengemukakan bahwa perkembukan hanya hasil enlatan n organisme, bukanruh lingkungan lainkan interaksi antara kedua n ini organisme aktif mengadakan hubungandengan lingkungan. Perbuatan atau lebih jelas lagi dinamis inilah yang disebut kognisi. Sebagai fungsi ment yang berhubungan dengan proses mengetahui, proses kognitif meliputi aspek-aspek persepsi, ingatan. Pikiran, simbol, Penalaran dan pemecahan persoalan. am psikologi kognitif bahasa meni materialnya, karena bahasa JEAN PIAGET (1896-1980) Piaget dilahirkan pada tgl. 9-8-1896 di Neuchatel, kota Un- meninggal pada tgl. 16 September 1980 diuniversitas di Swiss dan Jenewa, Swiss. 


Ayahnya seorang ahli sejarah di U chatel, dan digambarkan sebagai seorang yang timatik dalam cara baliknya ibunya a dan sedikit dan menimbul Sejak kecil Piaget sudah memperlihatkan balat-bakatnya se- litian-penelitian. Pada ada di sekitarnartikel ilmiah di suatu umur 10 tahun ia sudah bisa menulis suatu  Majalah yakni of Natural History of Neucbarel, menge- Biologi. Berdasarkan dari tulisan ini pengangkatan itu di- sebagai Dewan di tetapi  diketahuiah Menen masih duduk di bangku dan ini mempengaruhi cara pen Carowt nya adalah Biologi enguraikan teori teorinya. dengan Filsafat, la semlt menyelesaikan disertasi dengan The Mollusler of tahun 1918, Gelar Doktor diberikan pada PigerUniversitas Neuchatel, pada usia yang masih sangat muda, yakni Perkenalannya dengan filsafat menimbulkan ketegangan intelektual padanya, karena ia ingin menggabungkan Filsafat dan linu. Ia ingin mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan asal usul pengetahuan. Dari sini Piaget mulai mengalihkan perhatian ke psikologi, secara khusus psikologi anak tempat ia mempelajari asal usul kejiwaan seseorang. Piaget mula-mula pergi ke Zurich, berkenalan serta mempelajari psikoanalisa dari tokoh seperti Sigonund Freud, Canl Gus tav Jung, dan lain-lain. Pada tahun 1919 Piaget meninggalkan Zurich ke Paris. 

Selama dua tahun di Universitas Sorbonne Piaget mempelajari psikologi klinis dan filsafat bersama-sama. Kemudian ia bekerja di Laboratorium Binet, di bawah asuhan Theopbile Sinon, Pada mulanya Piaget merasa bosan dengan test-test yang dilakukan terhadap anak-anak yakni test-intelligensi. Tecapi lama-lama Piager tertarik pada jawaban-jawaban yang diberikan oleh anak-anak yang lebih muda. Bukan jawaban yang benar yang menarik perhatian Piaget, melainkan sebaliknya, yakni awaban salah. menyadari adanya jawaban yang selalu menetap dan khusus diperlihatkan berdasarkan hasil cara berpikir anal anak yang khusus pula dan yang berbeda dengan orang dewasa Dengan demikian anak ternyata bukan merupakan miniatur replica" orang dewasa dan cara berpikir anak-anak tidak sama dengan cara berpikir orang dewasa. Ini merupakan lapangan baru dengan Piaget sebagai tokoh terkemuka yang memperkenalkan tooranya mengenai perkembangan Ia banyak menyusun test-test untuk menganalisa jawaban-jawaban yang diberikan  anak-anak tetapi ia juga membuang waktu berjam-jam untuk melakukan observasi terhadap aktivitas-alctivitas spontan dilakukan oleh anak-anak. Piaget kemudian meneruskan peneliti penelitian terhadap anak-anak di Institut JJ. Rausseann di Jenewa pada tahun 1921 Ketika pada tahun 1925 dari perkawinannya dengan Vaantu oleh istrinya melakukan yang pertama, tingkah laku lahir Pinger observasi terhadap  137 dan perkembangan anaknya. Hal ini diteruskan ketika kedua anaknya yang berikut dilahirkan, yakni dan Laurent. Pada permulaan tahun '40-an Pirger mulai mengalihkan hatian dari aspek-aspek moralitas, matematika dan konse puluhan jilid buku. Pada mulanya perhatian terhadap teori-teori Piaget tidak terlalu banyak. Di satu pihak karena tulisan-tulisan aslinya yang berbahasa Perancis sulit dimengerti setelah diter- jemahkan, di pihak lain karena keterangan-keterangan yang di- berikan sering tidak ajeg dan penggunaan metodologi penelitian dianggap kurang mantap. Baru pada tahun 60-an, perhatian dunia terhadap teori teorinya dimulai lagi dan dianggap sebagai teori perkembangan yang sangat penting dalam dunia pengetahuan.Piaget meninggal pada tanggal 16 September 1980 ni Jenewa, dengan meninggalkan puluhan buku selama 60 tahun pengabdiannya untuk kemajuan pengetahuan. Team Piaget tokoh besar abadi dalam Psikologi Perkembangan, khususnya perkembanga Dari teori-teori Piaget, dunia pengetahuan telah diperkay dengan banyak istilah. Tidak khusus menjadi milik tapi dipelajari pula dalam pengetahuan sosial maupun eksakta lain. Konsep-konsep yang dikemukakan dianggap universal, tetapi dalam kenyataannya masih diperlukan data lengkap dari hasil penelitian silang budaya karena titik tolak teori dan konsep Piaget adalah penyelidikan terhadap sekelompok anak di daerahnya sen Konsep dasar Teori J. Piaget. Sebagai seorang yang memperoleh pendidikan dasar dalam bidang pengetahuan eksakta, yakni biologi, Piaget banyak terpengaruh olehnya dalam pendekatan dan uraiannya. 

Piaget tertarik pada perubahan-perubahan kualitatif dari perkembangan mental sejak lahir sampai dewasa. anak Ada penahapan dalam perkembangan ini yang dicapai oleh pada waktu yang tidak urutannya selalu tetaptidak bervariasi. Adanya perbedaan dalam waktu seseorang anak tidak terlalu tertentu, menyebalikan Piath sebabnya memperhatikan penahapan atas dasar umur. Ini larang ajeg. terkesan kurang jelas,perubahan-perubahan kualitatif ini disebabkan oleh faktor-faktor biologis, tetapi pengaruhnya tidak domi nan. Seorang bayi yang baru dilahirkan mewarisi dorongan-do- rongan, seperti lapar yang diikuti oleh kemampuannya atau giatannya untuk memperoleh makanan, an untuk memhankan diri keseimbangan goyah, dan akan bebasan dan penyesuaian diri terhadap lingkungan hidupnya. h refleks mengenyot yang diperlihatkan oleh seorang bayi, yang kemudian sedikit demi sedikit menghilang. Piaget mclihat adanya yang mengatur dari sudut biologi, sehingga organisme sistem pencernaan, darah, pernapasan, dan lain-lain. Hal seperti  terjadi pada sistem kognisi, sistem yang mengatur di dalam lingkungan. yang menetap terdapat sepanjang perkembangan Perkembangan kognitif dengan demikian
mempunyai 4 as-

1). Kematangan. Kematangan ini merupakan pengembangan dan susunan syaraf. Misalnya kemampuan melihat atau mendengar disebabkan oleh kematangan yang sudah dicapai oleh susunan syaraf yang bersangkutan.
2). Pengalaman, yaitu hubungan timbal balik antara organisme dengan lingkungannya, dengan dunianya ransmisi yaitu yang diperoleh dalam hubungannya dengan lingkungan sosial. misalnya pengasuhan pendidiian dari orang lain yang ada anak. mengatur dalam
4). Ekuilibrasi, yaitu adanya
mampuan keseimbang ia selalu mampu rtahankan mempe dan penyesuaian diri terhadap Piaget, mempunyai
2 faktor mengatur yang dikemukakan oleh I.

skema. Pada setiap tingkah laku yang diperlihatkan ad, pola teratur yang melatarbelakangi tingkah laku tersebut. Perhatikan misalnya gerakan-gerakan reflek mengenyot pada bayi ada gerakan otot pada pipi bibir yang menarik, jadi ada pola-pola tertentu. Gerakan ini tidak terpengaruh oleh apa yang masuk ke mulut, apakah ibu jari, puring susu ibu nya, ataukah dot susu. gerakan yang diperoleh dari lahir inilah yang dimaksud dengan skema. Ketika dilahirkan seorang bayi mempunyai Skema-skema ini tergabung, tersusun menjadi skema yang lebih majemuk dan lebih tinggi tingkatannya. Contoh Seorang anak akan mengepal tapak tangannya bilamana pada tapak tangannya diletakkan sebuah benda. Pada saat itu dengan matanya si melihat benda yang ada di tapak tangannya. Di sini ada 2 skema, yakni skema untuk mengepal tapak tangan dan skema untuk melihat. Kalau kedua skema ini belum terpadu, maka kedua pe -buatan akan diperlihatkan secara terpisah. Artinya, gerakan mengepal tangan karena ada benda dan gerakan melihat benda tersebut terjadi secara terpisah. Tetapi bilamana kedua skema sudah terpadu, tergabung, teratur, tentu melalui kematangan dan pengalaman, maka anak akan melihat benda yang ada ditapak tangannya dan kemudian mengambil (mengepal tapak tangan) benda yang dilihatnya itu.

IL Adaptasi. Kognisi mempunyai fungsi adaptif, fungsi penyesuaian terhadap lingkungan, yang bersangkutpaut dengan tujuan dan perjuangan hidup. Karena bersangkut paut dengan perjuangan hidup ini, maka mudah dimengerti bahwa dalam adaptasi dibutuhkan fungsi-fungsi kognitip agar bisa berlangsung dengan sebaik-baiknya. Adaptasi dibagi dalam 2 proses yang saling mengisi yakni:

a). ASIMILASI.

Istilah asimilasi dipergunakan dalam untuk ukkan proses yang bila tubuh mengambil makanan dari
terjaluan. Dalam proses ini makanan dari luar masuk ke sel-sel tubuhI. skema. Pada setiap tingkah laku yang diperlihatkan ad, pola teratur yang melatarbelakangi tingkah laku tersebut. Perhatikan misalnya gerakan-gerakan reflek mengenyot pada bayi ada gerakan otot pada pipi bibir yang menarik, jadi ada pola-pola tertentu. Gerakan ini tidak terpengaruh oleh apa yang masuk ke mulut, apakah ibu jari, puring susu ibunya, ataukah dot susu. gerakan yang diperoleh dari lahir inilah yang dimaksud dengan skema. Ketika dilahirkan seorang bayi mempunyai Skema-skema ini tergabung, tersusun menjadi skema yang lebih majemuk dan lebih tinggi tingkatannya. Contoh Seorang anak akan mengepal tapak tangannya bilamana pada tapak tangannya diletakkan sebuah benda. Pada saat itu dengan matanya si melihat benda yang ada di tapak tangannya. Di sini ada 2 skema, yakni skema untuk mengepal tapak tangan dan skema untuk melihat. Kalau kedua skema ini belum terpadu, maka kedua perbuatan akan diperlihatkan secara terpisah. Artinya, gerakan mengepal tangan karena ada benda dan gerakan melihat benda tersebut terjadi secara terpisah. Tetapi bilamana kedua skema sudah terpadu, tergabung, teratur, tentu melalui kematangan dan pengalaman, maka anak akan melihat benda yang ada di tapak tangannya dan kemudian mengambil (mengepal tapak tangan) benda yang dilihatnya itu.

II Adaptasi. Kognisi mempunyai fungsi adaptif, fungsi penyesuaian terhadap lingkungan, yang bersangkut paut dengan tujuan dan perjuangan hidup. Karena bersangkut paut dengan perjuangan hidup ini, maka mudah dimengerti bahwa dalam adaptasi dibutuhkan fungsi-fungsi kognitip agar bisa berlangsung dengan sebaik-baiknya. Adaptasi dibagi dalam 2 proses yang saling mengisi yakni:

a). ASIMILASI.

Istilah asimilasi dipergunakan dalam untuk ukkan proses yang bila tubuh mengambil makanan dari
terjaluan. Dalam proses ini makanan dari luar masuk ke sel-sel tubuhnya. Struktur kognitif yang sudah ada dalam diri seseorang mengalami perubahan supaya sesuai dengan rangsang-rangsang dari obyeknya kan Pada contoh segitiga di ketika kepada anak diperlihat segitiga siku-siku, mengubah struktur kognitif yang sudah ada padanya, sehingga ia melihat segitiga itu sebagai segitiga silasiku, sesuai dengan keadaan sebenarnya, karena ia mengetahui kedua bentuk segitiga tersebut Contoh lain lagi diberikan oleh Lerner dalam menerangkan akomodasi ini sebagai berikut Pada suatu sofa yang tidak terlalu besar duduk dua orang dengan santainya. Tiba-tiba datang orang ketiga yang ingin duduk di tengah kedua orang itu. Kedua orang menggeserkan tubuh, memberi tempat dan orang ketiga kemudian duduk. Apa yang terjadi di sini ialah bahwa orang yang sudah duduk, harus mengubah (menggeser) cara duduknya (tidak lagi santai), agar orang ketiga yang baru datang itu dapat duduk di sofa itu. Kedua orang itu harus mengakomodasikan diri terhadap obyek dari luar. Asimilasi dan alkomodasi terjadi secara bersama-sama dan saling mengisi, setiap kali anak menyesuaikan diri dengan linglaungan. Mana yang lebih berfungsi apakah faktor atau akomodasi bergantung pada keadaan. Pada suatu keadaan asimilasi lebih dari akomodasi, pada keadaan lain terjadi sebaliknya. Kegiatan mengasimilasikan dan mengakomodasikan juga berbeda-beda pada tingkatan-tingkatan perkembangan. 

Semakin berkembang ke arah kematangan, semakin lebih banyak akomodasi terPiaget mengemukakan pula bahwa setiap organisme yang mau mengadakan penyesuaian (adaptasi) dengan lingkungannya, harus mencapai keseimbangan (elkuilibrium) yaitu antara terhatas organisme terhadap lingkungan dan antara lingkungan ap organisme. Agar terjadi ekuilibrasi antara dirinya dengan lingkungan, maka peristiwa-peristiwa asimilasi dan akomodasi harus terjadi secara terpadu, bersama-sama dan komplementer. Ekuilibrasi terjadi dalam perkembangan dan mempunyai dasar biologis untuk penyesuaian diri serta menjadi dasar bagi perangan kognitif. Dalam keadaan sebenarnya ekuilibrasi ini naktis tidak pernah tercapai dan perkembangan kognitif juga tidak akan berhenti yang satu Peristiwa asimilasi akan terus berlangsung, dari mila si fungsional. disebut oleh Piaget ini. kepada yang lain, gnitif bekerja seperti sistim biologis yang lain. Bilamana suatu struktur kognitif telah terbentuk dengan dasar asimilasi hal ini akan teruskan dengan asimilasi lain yang berfungsi dengan dingan sendirinya. Pada anak terjadi peristiwa-peristiwa mengasi milasikan, mengakomodasikan, mencapai keseimbangan untuk sementara waktu, karena terjadi asimilasi yang fungsional. Demikian perkembangan kognitif berlangsung terus untuk mencapai tingkatan-tingkatan yang lebih tinggi Menurut Piaget perkembangan kognitif dengan konsep ini terjadi pada semua penahapan perkembangan kognitif. Berdakan keterangan ini dapat dilihat adanya hukum-hukum yang berlaku dalam umum secara perlembangan yang dapat dalam perkembangan kognitif pada semua tahap perkembangan. Di atas telah diterangkan hukum-hukum yang berlaku umum dalam perkembangan kognitif. Di samping ini Piaget mengemunya penahapan dalam perkembangan, tetapi hanya umur-umur. tidak diberikan secara tegas pada tahap-tahapnya. Para ahli karena itu banyak mengutip dri penahapan umur yang diberikan oleh Ginsburg dan Opper (1969). 

Tahap-tahap perkembangan oleh J. Piaget dibagi dalam masa perkembangan sebagai berikut Tahap I: Masa motor (0- 2.0 tahun). Masa ketika di mana bayi mempergunakan sistem draan dan aktivitas-aktivitas motorik untuk mengenal lingkungannya mengenal Meskpun ketika dilahirkan se orang bayi masih tergantung dan tidak berdaya, tetapi sebagian ngat sudah langsung bisa berfungsi. Con alat-alat indranya yang jelas dapat dilihat pada "kemampuan" bayi untuk menggerakkan otot-otot di sekitar mulut, gerakan mengenyot bilamana mulut tersentuh pada sesuatu, misalnya puting susu ibunya.Jaga mempergunakan indra penglihatan, meskipun berkembang dengan tetadah bisa berfungsi di lain juga sudah bisa  perlihatkan seperti terhadap suara, sentuhan-sentuhan yang merasa sakit dan bau-bauan. Bayi bukan saja secara pasif menerima rangsang-rangsang terhadap alat-alat indranya, melain jawaban terhadap rangsang yakni refleks-refleks. Jelas bahwa refleks yang diperlihatkan bayi bukan tu kemampuan yang timbul dari hasil belajar dalam hubungan lingkungan atau rangsang yang timbul dari lingkungan, melainkan sesuatu kemampuan yang sudah ada ketika bayi Lebih lanjut, sebagaimana dikemukakan oleh l P. Pavlov yang menjadi pendahulu Refleksologi, satu refleks bisa berpindah dan dikembangkan dengan refleks-refleks lain melalui kondisi-kondisi yang dibuat dari luar (lingkungan bangan) sebagai inti dasar rangkaian gerak atau perbuatan yang sederhana, terutama jelas pada gerak motorik. 

Gerak Refleks ini masih terlihat pada orang dewasa Refleks-refleks pada bayi pada umumnya mempunyai tujuan untuk memungkinkan ia bisa melangsungkan hidupnya. Gerak mulut untuk memperoleh makan, bersin untuk mengeluar benda-benda yang tidak dibutuhkan oleh tubuh dan lain- Dengan berfungsinya alat-alat indra serta kemampuan melakukan gerak-gerik motorik dalam bentuk refleks-refleks si bayi berada dalam keadaan siap untuk mengadakan hubungan dengan dunianya. Masa sensori motor ini terbagi menjadi 6 sub-masa, yakni b-masa 1 Modifikasi dari refleks-refleks (nol sampai satu Ketika dilahirkan seorang bayi sudah langsung bisa perlihatkan refleks mengenyot bilamana pada daerah mulutnya tersentuh atau menyentuh sesuatu. 

Pada mulanya refleks ini perlihatkan terhadap benda apa saja yang diletakkan pada daerah dari dan bendanya yang menyentuh mulut, Terhadap dot-susu atau puting-susu bayi akan mengenyot lebih cepat bilamana bayi dalam Tetapi bilamana meberikan dot susu tanpa susu maka lama-lama bayi mengendorkan gerakan refleks mengenyo dan kemudian menyingkirkan atau menghentikannya dengan tujuan menolak benda Dari gambaran bahwa bayi lama-lama bisa mempergunakan refleks-refleksnya secara efisien dan sesuai dengan hasilnya Di samping refleks juga refleks untuk mengarahkan kepala pada sumber rangsang secara lebih tepat dan terarah mulai diperlihatkan. 

Bayi sadar misalnya, kalau pipi sebelah kanan tersentuh, ia harus menggerakkan kepala ke arah kanan, agar arah mulut sesuai dengan benda atau puting-susu untuk memperoleh susu. Gerak ini berkembang dari beberapa faktor, yakni kematangan dari sistem neuromuskuler, kebiasaan-kebiasaan yang seakan-akan dipelajari oleh bayi, (jelas melalui kondisioing), misalnya kebiasaan ibu setiap kali kalau mau memberikan air susu, ibu mengangkat bayi dan meletakkannya di sebelah bayi menggerakkan kepala ke arah posisi ini untuk sampai pada puting hal ini terjadi beberapa kali, terjadi susu ulangan, maka gerak kepala mulai bisa terarah sub masa 2: Reaksi pengulangan pertama (1-4 bulan) Pada masa ini, kalau bayi menggerak-gerakkan tubuhnya dan secara sengaja memperoleh kenikmatan atau sesuatu yang menarik, ia akan berusaha mengulangi gerakannya. Contohnya ialah gerakan mengenyot ibu jari, tempat hal itu pada mulanya terjadi tanpa sengaja. 

Ketika dengan gerak geriknya, ibu-jarinya masuk ke mulutnya, memperlihatkan gerak ngenyor, dan kalau karena gerak motorik yang belum terarahini ibu-jari lepas dari mulutnya, maka bayi ingin mengulang gerak ini, Pengertian pertama di sini ialah menunjukkan bahwa Menarik perhatiannya terdapat pada tubuhnya sendiri. Gerak mengenyot ibu ini, kebanyakan dalam reaksiu-jari pengulangan pertama ini menyertai dua hal yakni t 
1. gerakan motorik dari tangannya dan
2. Penggunaan mata untuk melihatibu ari, Dengan demikian bayi mulai mengkoordinasikan gerak tangan dan fungsi penglihatan.
sub-masa
3 Reaksi pengulangan kedua 10 bulan).

Sebagai kelanjutan reaksi pengulangan pertama reaksi pengulangan kedua terjadi pada waktu bayi menemukan hal-hal atau obyek-obyek di luar dirinya yang menarik perhatiannya dan ia ingin engulangnya. Contoh-contoh diberikan dari observasi yang dilakukan oleh Piaget sendiri terhadap anak-anaknya. Lucienne, anaknya perempuan ketika berbaring di keretanya ia berada di -gerakkan kakinya dan menyebabkan boneka yang atasnya sebut, kemudian memandang boneka termenggoyang-goyangkan kakinya lagi, melihat boneka bergoyang-goyang dengan senangnya; ini dilakukannya berkali-kali. Kejadian yang sama juga diamati pada anaknya laki- laki, Laurent, yang secara tidak sengaja kakinya menendang tem-pat bayi, sehingga menyebabkan mainan yang ada di atasnya mainan dan menarik perhatiann kesenangan melihat menimbulkan kegembiraan yang ditampilkan dengan gerak-gerik tubuh, termasuk kakinya yang menyentuh tempat sebenarnya bukan saja dan seterusnya. 

Menurut gerak-gerik tubuh karena binaan yang dirasakan Laurent hingga kemudian kakinya menyentuh tempat bayi, melainkan ada semacam tujuan. Ini terlihat karena setelah melakukannya pertama kali dan bayi melihat itu, kemudian memperlihatkan reaksi gembira, termyata tidak seluruh tubuh bergerak, melainkan hanya kali-kalinya saja. Yakni yang menyebablan mainan berayun-ayun. Kecuali itu gerak-gerik yang masih tidak teratur atau terarah,  halus dan terarah. Bayi mulai mengetahui adanya hubungan antara perbuatannya dan hal-hal yang menarik perhatiannya diluar dirinya, meskipun belum bisa dikatakan bahwa perbuatan benar-benar mempunyai tujuan yang jelas. Koordinasi reaksi reaksi sekunder.

Gerak-gerik yang dilakukan anak (1012 bulan) sudah terdiforensiasi. Anak mulai bisa mengkoordinasikan dua skema yang terpisah untuk memperoleh sesuatu. Contoh mengemai ini dapat dilihat dari contoh yang diberikan oleh Piaget diri. Pada suatu hari Laurent ingin meraih mainan mobil-mobilan yang kecil (match-box). Pinget menghalangidengan meletakkan  tangan di depannya. Mula-mula Laurent mencoba menghindar menyingkir- dari tangan itu melewati tangan itu tanpa berusaha menyingkir Beberapa hari kemudian, Laurent berhasil kan ngan yang menghalanginya dan mencapai apa yang dikehendaki yakni mainan mobil-mobilan itu. 

Laurent telah berhasil menghubungkan antara dua skema yakni skema untuk menyingkirkan dan skema untuk meraih, agar tercapai tujuannya. Ginsburg Opper (1969), menunjukkan bahwa apa yang dicapai oleh Laurent adalah rangkaian perkembangan lebih lanjut yakni penggunaan ruang dan waktu. Pada waktu Laurent harus memindahkan tangan agar bisa mencapai mainan mobil-mobilan, ia tahu bahwa ada beberapa obyek yang satu menutupi yang lain, jadi terdapatlah pengertian ruang, dan bahwa beberapa hal tersusun sedemikian rupa yang satu mendahului yang lain, sehingga ada perbedaan waktuSub-masa 5: Reaksi pengulangan yang ketiga (12 18 bulan. Kalau pada sub 3 bayi memperlihatkan satu perbuatan untuk mencapai tujuan, dan pada dua perbuatan yang terpisah bisa dilakukan untuk mencapai satu hasil, maka pada sub- masa 5 ini beberapa perbuatan dapat dilakukan dengan hasil yang berbeda-beda. Hal yang baru terlihat pada sub-masa ini ialah ada nya kemajuan pada si anak untuk mencari dan mencapai sesuatu yang baru, oleh dia sendiri. la bukan lagi mencoba-coba tanpa sengaja, melainkan ia mula bisa mengubah gerak-geriknya untuk mencapai sesuatu hasil. Gerak coba-coba dilakukannya sudah dengan suatu tujuan yang lebih jelas, meskipun hasilnya berbeda dengan apa yang menjadi tujuannya. Misalnya seorang anak yang menjatuhkan mainan-mainan yang ada di atas meja. Mula-mula kaligus diraihnya dan semua jatuh. Pada a ini, anak mulaimemilih mainan-mainan apa yang dijatuhkan (untuk diambil) mengubah-ubah tingginya dari antai. Menjatuh-jatuhkan benda lantai dianggap sebagai cara anak untuk mengetahui bagaimana obyek-obyek "bertingkahlaku". Di samping dilan pada anak juga timbul keinginan untuk mengetahui mana orang lain atau orang tua akan bercalsi bertingkah laku kalau ia menjatuh-jatuhkan benda ke lantai.
submasa 6: Permulaan berpikir (18-24 bulan). Pada sub-masa ini anak mulai bisa "berpilir dari dalam (internal), tidak hanya terhadap sesuatu yang secara fisik nyata. Contoh yang banyak dipergunakan untuk menggambarkan perkembangan pada sub-masa ini ialah pengamatan yang dilakukan Piager terhadap Lucienne dengan mainan mobil-mobilannya (match- box).

Pinget memasang rantai pada mobil-mobilan itu. Lacitone segera ingin membukanya. Ia mencoba beberapa kali tetapi tidak berhasil melepaskannya. Lucienne kemudian menghentikan usahanya dan melihat ser- taunemperhatikan pengikat yang mengikat mobil-mobilan imu dengan perhatian yang besar. Beberapa kali ia membuka dan menututup mulutnya, semakin lama semakin lebar. Setelah itu, ia bisa rantai dan mengambil mainan.

Gerak-geriknya pada simbolisasikan untuk bisa mencapai apa yang diinginkan. Pinger percaya bahwa Lucienne bisa memecahkan soal ini dengan mempergunakan skema-skema yang sudah dimiliki secara mental, dan tidak hanya dengan gerak-gerik yang terlihat, Contoh lain dapat dilihat pada anak-anak yang meniru gerak atau teriakan anak-anak lain. mengamati bagaimana seorang anak lain ditolong untuk keluar dari tempatnya, setelah ia misalnya berteriak-teriak dan menyepak-nyepak benda yang menghalangi dan anak tersebut belum pernah saat laun, satu dua hari setelah ia melihat kejadian itu, ia bisa memperrunjukkan gerak-gerik yang porauh sedikit dari dalam ingatannya. 

Melalui gerak-gerik dan seria melihat kejadian itu. si anak memanamkan dasar untuk menirunya pada waktu yang lain Menurar Piaget pada masa sensori motor ini berkembanglah khusus yakni kemampuan dalam mempersepsikan ke obyek (object permanence) obyek-obyek akan obyek diartikan bahwa ada meskipun tidak berada dalam lapangan Pada anak kemampuan berkembang ini secara bertahap, yakni Sub masa pertama obyek-obyek yang dilihatnya adalah yang ada dalam lapangan penglihatannya. obyek-obyek yang berada di luar lapangan penglihatan tidak dipedulikannya. bila masuk dilihat oleh bayi, dilihat pula wajah ibunya meninggalkan lapangan penglihatannya, tidak ada keinginan untuk mencari. Untuk Sub masa kedua ditandai oleh harapan yang pasif. beberapa saat bayi akan menoleh atau memandang ke arah obyek yang menghilang. Seakan-akan bayi masih menanti obyek itu akan kembali, tetapi tidak aktif. Misalnya bayi menggo yang goyangkan mainan dan jatuh ke lantai. Bayi akan meneruskan menggoyang-goyangkan tangan dan tidak melihat ke arah mainan yang ada di lantai kembangan yang baru.

Sub-masa ketiga memBayi mulai terlatih pada obyek-obyek di luar dirinya. Kalau luar lapangan penglihatannya, ia akan melihat ke tempat mainan itu jatuh. Hanya saja, hal ini masih terbatas pada obyek yang oleh dia sendiri disebabkan berpindah tempat. obyck obyek sebagian tersembunyi atau tertutup. Ini permulaan kemampuan dalam mempersiapkan ketetapan dalam obyek. Kalau obyeknya sama sekali tidak ada, bayi tidak akan mencarinya, obyek tersebut disingkirkan atau dipindahkan ke tempat lain oleh orang lain.sub masa bayi sudah bisa menemukan obyek yang seluruhnya tidak berada dalam lapangan penglihatannya, jadi yang tersembunyi. Bayi akan menyingkirkan selimut yang menutupi mainan dan mengambilnya. Bayi akan menyingkirkan benda-benda yang menghalangi atau menutupi yang dibuat oleh obyek dinginkan. Tetamasih sederhana. Kalau obyeknya dipindahkan ke tempat bayi masih mencarinya semula, dan belum bisa merangkaikan pemindahan-pemindahan tempat. 

Sub-masa kelima k-anak sudah bisa melihat rangkaian obyek byek yang dipindahkan selama obyek-obyek itu masih Pada sub-masa keenam barulah anak bisa menemukan obyek-obyek yang tidak ada dalam lapangan persepsinya, tertutup tersembunyi di suatu tenipat, artinya anak mampu memnya, bayi ketetapan dalara obyek. Pada permulaan kebidupan belum bisa menaisahkan antara dirinya dan obyek-obyek di luar dirinya, sebaliknya pada akhir masa sensori motor obyek-obyek dipersepsikannya sebagai terpisah dan tetap Sejalan dengan perkembangan kemampun dalam memper- sepsikan ketetapan obyek-obyek, anak pengertian-pengertian mengenai dirinya sendiri sebagai mahlak yang bebas. Keterangan mengenai perkembangan pada masa sensori motor ini dapat diringkas sbb.

Tahap I: Masa sensori motor (0-24 bulan) 

Umur Kekburusan Modifikasi dari 0 bulan Refleks menjadi lebih efisien dan terarah. gerik yang menarik tubuhnya. 3 Reaksi pengulang- 4 10 bulan Pengulangan keadaan atau obyek yang meKoordinasi reaksi- 10 12 bulan Menggabungkan beberapa skema untuk reaksi sekunder.memperoleh sesuatus. Realoi pengulang- 12 18 bulan Ber-macam macaman ketigamemperoleh hal-hal s Permmal,un berni. yang baru. sebelum 18 24 bulan Berpikir dahulu  bertindak.

Tahap II: Masa pra-operasional (2,0 7.0 th.) 

Perkembangan yang jelas terlihat pada ini berbeda dengan masa sebelumnya ialah kemampuan mempergunakan simbol. Fungsi simbolik, yakni kemampuan untuk mewakilkan sesuatu yang tidak ada, tidak terlihat dengan sesuatu yang lain kili sesuatu yang tidak ada. mewah atau sebaliknya sesuatu hal pisau Fungsi simbolik ini bisa nyata atau abstrak. Misalnya  yang terbuat dari plastik adalah sesuatu yang nyata, mewakili pisau yang sesungguhnya. Kata pisau sendiri bisa mewakili sesuatu yang abstrak seperti misalnya bentuknya atau tajam nya. Demikian pula tulisan pisa u akan memberikan tanggaan Dengan berkembangnya kemampuan mensimboli anak memperluas ruang lingkup aktivitasnya yang menyangkut hal-hal yang sudah lewat, atau hal-hal yang akan datang, di samping tentu saja hal-hal yang sekarang. Sebagaimana diketahui, pada akhir masa sensori-motor, anak sudah mulai mempergunakan fungsi simbolik, antara lain terlindungi dengan kemampuannya untuk melakukan hal-hal yang sudah lewat, sebagai hasil mengamati sesuatu misalnya gerak-gerik motorik. Pada anak sudah mulai ada kegiatan-kegiatan mental berupa rangkaian simbol-simbol, jadi untuk mewakili sesuatu yangtidak ada, meskipun masih sangat sederhana.

Pada masa pra-operasional ini, anak bisa menemukan obyek-obyek yang tertutup atau tersembunyi. Untuk bisa melakukan ini, anak harus bisa melakukan simbolisasi terhadap obyek yang tidak ada atau tidak diketahuinya ketika terjadi pemindahan obyek. Anak juga sudah bisa melakukan sesuatu sebagai hasil meniru atau mengamati sesuatu model tingkah laku. Ia memperlihatkan suatu tingkah laku sebagaimana tingkah laku yang sama diperlihatkan oleh anak atau orang lain pada waktu yang sudah lewat Agar bisa melakukan ini anak harus membentuk tanggapan internal terhadap sesuatu tingkah laku yang dilihatnya. Sebab anak tidak langsung meniru model tingkah laku, melainkan ia mengamati, menyimpan dan pada saat lain memperlihatkan sesuatu Perkembangan kemampuan mensimbolisasikan sesuatu ini terlihat pula pada permainan yang dilakukan anak-anak, misalnya kursi yang "dijadikan" kereta api, yang dianggap pistol, macam-macam dan lagi. Selain itu, penggunaan kata-kata merupakan rangkaian simbol-simbol yang untuk mengungkapkan sesuatu baik mengenai sesuatu yang tidak terlihat dan tidak dapat langsung diamati, maupun mengenai sesuatu yang benar-benar abstrak, seperti kata kemarin, nanti atau besok. Pada masa ini pula anak mulai mengerti lompokkan sesuatu, mula-mula dengan satu dimensi, misalnya mengelompokkan benda-benda atas dasar warnanya atau ukuran- nya dan bentuknya saja. Semakin lama semakin mampu memperkembangkan kemampuan mengelompokkan ini atas dasar dua, tiga dimensi dan seterusnya. Pada akhir masa pra-operasional  dasar-dasar benda dasar sifat-sifat khusus dan benda-benda tersebut sudah mulai bisa dilakukan, tetapi barudengan satu dimensi saja. Piaget mengatakan anak-anak pada masa operasional belum bisa memusatkan perhatian pada dua dimensi yang berbeda secara serempak. Hal ini  diistilahkannya e m u s at (centration) yang mempunyai tiga aspek yakni

a). Menyusun

benda-benda dalam urutan-urutan sesuai dengan ukuran. Pada masa pra-operasional, anak baru bisa  kailkan dua benda yang ada hubungannya dengan ukuran, misalnya tongkat a lebih pendek dari pada tongkat t, ataulebih dari tongkat c, pi tidak bisa merangkaikan benda-benda menjadi suatu susunan misalnya sejumlah tongkat, yang paling pendek sampai yang paling panjang. Hal ini karena pada anak baru bisa memusakan satu hubungan pada satu saat dan belum bisa melihatb). Pengelompokan. berdasarkan percobaan Pengelompokan ini dapat dicontohkan  yang dilakukan oleh Piaget. Kepada anak-anak diperlihat- kan 20 kuncup kembang semuanya terbuat dari kertas. 18 ber- warna coklat dan 2 berwarna putih. yang lebih banyak kepada anak-anak ditanyakan"Mana kuncup kembang Kuncup kembang yang berwarna coklat atau  yang terbuat dari kertas? Jawaban sungguh menarik. Anak-anak pada masa pra-operasional akan menjawab lebih banyak kuncup kembang yang berwarna coklat. Mereka tertarik pada jumlah yang banyak berupa kuncup kembang berwarna coklat dibandingkan dengan kuncup kembang berwarna putih yang kurang jumlahnya, sehingga tidak melihat bahwa warna coklat dan warna putih ada bagian keseluruhan atau pengelompokan yang lebih besar yakni kuncup kembang dari kertas

c). Konservasi.

Pada masa pra-operasional, kemampuan untuk mengkon servasikan angka-angka belum bisa dilakukan. Contoh percobaan sebagai berikut: Kepada seorang anak umur tiga atau empat tahun diperlihatkan dua deretan biji dam. Satu deret terdiri atas enam biji dam yang berwarna putih. Deret lain disusun sejajar, terdiri atas enam biji dam berwarna hitam. Kedua deretan biji dam sama panjangnya. Gb, 5Kepada anak diterangkan apakah kedua deretan itu samaputih lebih panjang, atau deretan panjang, apakah deretan yang  hitam yang lebih panjang. Anak menjawab bahwa kedua deretan sama panjangnya. 

Kemudian di hadapan anak, biji-biji damrang berwarna hitam diubah jarak deretannya menjadi lebih paniang dari semula, dan dengan sendirinya deretan juga menjadi lebih panjang. Kepada anak ditanyakan ulang apakah biji dam hitam sama banyaknya atau lebih banyak dari pada biji damputih, maka anak menjawab biji dam hitam lebih banyak, karena lebih panjang. Anak mungkin akan menjawab biji dam putih lebih banyak, karena lebih padat. Keduanya jelas salah. Piaget sendiri melakukan percobaan dengan memperlihata tingginya. Kepada anak ditanyakan apakah kedua gelas berisi jumlah cairan yang sama dan anak itupun mudah menjawabnya. Berikutnya kepada anak diminta untuk menuang sendiri salah satu isi dari kedua gelas Kepada anak ditanyakan ulang, mana yang lebih banyak isisemula atau yang baru. nya gelas yang Anak menjawab bahwa cairan pada gelas semula lebih basyak, karena permukaan cairan pada gelas lebih tinggi. Di sini terlihat kemampuan anak yang terpusat hanya pada satu dimensi persepsi saja, yakni tinggi Pada umumnya berdasarkan hasil-hasil penelitian yang sdah kemampuan mengkonservasikan angka dan baru bisa dilakukan oleh anak-anak yang  berumur 7 th.

/* kode iklan */

jangan lupa iklannya diklik ya, to "PSIKOLOGI TEORI KOGNITIF "

Post a Comment