10/02/2016T10/02/2016

PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN HASIL PENELITIAN dan RUMUSAN SIMPULAN DAN SARAN MATERI SOSIOLOGI

/* kode iklan */
/* kode iklan */
Prosedur Penulisan Laporan


1.  Setelah garis besar laporan terbentuk, selanjutnya tinggal menyusun laporan penelitian. Bahan-bahan laporan penelitian adalah data-data dan keterangan-keterangan yang disusun dalam catatan-catatan tentang apa yang dipikirkan sebelum mengadakan penelitian, catatan-catatan yang dibuat selama penelitian hingga catatan-catatan setelah penelitian itu berlangsung. Pada saat peneliti mempersiapkan rancangan penelitiannya.

Ia menyusun bagian masalah penelitian seperti latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat, tinjauan kepustakaan, dan batasan konsep. Peneliti pun menyusun objek dan subjek penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen, dan teknik pengolahan dan analisis data. Jadi, bagian masalah penelitian, tinjauan kepustakaan dan metodologi penelitian sudah dapat dirampungkan sebelum pengolahan dan analisis data selesai. Sampai tahap ini, penulis hanya perlu memberi uraian-uraian tambahan dari apa yang telah dinyatakan dalam rancangan penelitian. Misalnya, tinjauan kepustakaan dan metodologi penelitian dibahas dan dipaparkan lebih lengkap Tahap berikutnya adalah penulisan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian. Perlu dikemukakan adanya perbedaan antara penyusunan laporan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pada penelitian kualitatif laporan dapat disusun secara simultan dan interaktif di dalam kesatuan siklus penelitian yang dilakukan. Pada penelitian kuantitatif, di mana bagian

laporan mengenai hasil penelitian beserta kesimpulan atas hasil penelitian, baru dapat disusun setelah tahap pengolahan dan analisis data selesai, sebab yang dilaporkan adalah hasil pengolahan dan analisis data itu sendiri.

2. Aturan Penulisan

Kemampuan penulis erat kaitannya dengan kemampuan untuk berpikir logis dan runtut. Hal ini didukung oleh kemampuan berbahasa, kebiasaan membaca, serta kesediaan memberi dan menerima komentar Hal lain yang perlu dimiliki oleh seorang penulis adalah ia terlatih menuangkan pikirannya ke dalam kalimat-kalimat yang baik, menyusunnya dalam suatu alenia, kemudian merangkai alinea-alinea tersebut. Oleh karena itu, bagi penulis pemula, perbaikan tulisan atau laporan merupakan hal yang biasa. Sebagai pegangan dalam penulisan laporan, agar pembaca lebih mudah untuk mendalami dan menerima hasil penelitian, berikut ini disampaikan beberapa pokok penting.

a. Penulis sebaiknya menghindari penggunaan kata-kata serupa secara berulang-ulang.

b. Arah dan tujuan penulisan harus sesuai dengan maksud penelitian.

c. Ada pemisahan antara teori dengan hasil penelitian lapangan.

d. Penulis sebaiknya menghindari penggunaan bahasa klise yang kurang bermakna

e. Penulis menggunakan bahasa yang sederhana dan tata bahasa yang baku.

f. Penulis sebaiknya tidak berbelit-belit.

Penyusunan laporan penelitian harus mencerminkan nilai-nilai ilmiah. Berikut ini diuraikan aturan-aturan penulisan ilmiah sebagai pegangan bagi peneliti.

a. Penulis laporan harus mengetahui kepada siapa laporan itu ditujukan Pembaca laporan dapat dikelompokkan antara lain: kalangan cendekiawan, masyarakat umum, pelajar, dan kalangan pembaca yang lain. Kalangan-kalangan ini menjadi konsumen hasil penelitian.

b. Laporan penelitan bagi kalangan cendekiawan atau akademisi harus lebih ilmiah, mendalam, dan tata penulisannya sesuai dengan aturan yang berlaku di perguruan tinggi yang bersangkutan serta dilengkapi dengan diagram maupun bentuk statistik yang menunjang.

c. Bila penelitian itu dipesan lembaga sponsor, tentu konsumennya telah ditentukan oleh sponsor yang bersangkutan. Bagi kalangan umum, laporan dapat diuraikan secara ringkas dan dalam bahasa yang mudah di mengerti

d. Penulis laporan harus menyadari bahwa pembaca laporan tidak mengikuti kegiatan proses penelitian. Dengan demikian penulis harus dapat mengajak orang lain untuk mencoba mengikuti apa yang telah ia lakukan. Oleh karena itu, langkah demi langkah harus dikemukakan secara jelas termasuk alasan-alasan mengapa hal itu dilakukan

e. Penulis laporan harus menyadari bahwa tingkat pengetahuan, pengalaman, dan minat pembaca tidak sama. Oleh karena itu, hasil penelitian harus dikemukakan dengan jelas sesuai konteks pengetahuan secara umum.

Baca juga:
  1. Bentuk-Bentuk Konflik Berdasarkan Hubungannya dan Menurut Para Ahli Materi Sosiologi
  2. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial, Faktor Penyebab Perubahan Sosial, dan Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Materi Sosiologi
  3. Ciri-ciri Lembaga Sosial, Tujuan Lembaga Sosial, dan Proses Pelembagaan Sosial Materi Sosiologi
  4. Dampak Perubahan Sosial Terhadap Kehidupan dan Bentuk-bentuk Disintegrasi Materi Sosiologi
  5. Definisi Konflik Sosial Menurut Para Ahli Sosiologi
  6. Fungsi Konflik Sosial dan Dampak Koflik Sosial Materi Sosiologi
  7. Gejala Modernisasi Masyarakat Indonesia Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Materi Sosiologi
  8. HUBUNGAN ANTARPRANATA SOSIAL dan PRANATA TOTAL DAN PRANATA DOMINAN MATERI SOSIOLOGI - Baru!!
  9. Kelembagaan Sosial Tradisional dan Modern dan Penyesuaian Kelembagaan Materi Sosiologi
  10. MACAM-MACAM LEMBAGA SOSIAL MATERI SOSIOLOGI
  11. Macam-macam Norma dan Norma Dibentuk Agar Terjadi Hubungan Manusia/Masyarakat/Lembaga Sosial Dapat Berjalan Baik
f. Penulis harus menyusun laporan penelitian dengan jelas dan meyakinkan karena laporan penelitian adalah unsur pokok dalam proses kemajuan ilmu pengetahuan.

Dalam menyusun hasil penelitian harus mempersoalkan hal-hal sebagai berikut.

a. Merumuskan suatu masalah secara tepat dalam penelitian. Merumuskan suatu masalah teoretis dengan sendirinya juga memberi perspektif pada pengetahuan teoretis yang telah ada. Usaha peneliti untuk memperluas pengetahuan teoretis sesuai dengan tuntutan ilmiah, yaitu menambah pengetahuan secara kumulatif.

b. Suatu rumusan yang menjelaskan kepada para pembaca bagi siapa hasil penelitian berlaku. Hal ini akan memberi pembatasan kedua (di samping pengoperasionalan masalah) pada simpulan yang ditarik

c. Suatu uraian yang luas mengenai metode dan teknik yang dipakai. Dalam penelitian, uraian mengenai metode dan teknik sangat diperlukan sebab keduanya mempengaruhi simpulan yang telah ditarik.

d. Data yang telah dikumpulkan dan mempunyai relevansi terhadap masalah yang telah diteliti harus dipersoalkan dalam laporan ilmiah.

RUMUSAN SIMPULAN DAN SARAN

Dalam laporan penelitian dan laporan ilmiah, uraian pada bab penutup biasanya berisi simpulan dan saran Simpulan di sini berarti menyimpulkan dan memperlihatkan mengenai implikasi, hubungan dan akibat, atau hasil dari uraian yang telah dibicarakan Jangan mengemukakan simpulan suatu hal apabila pembuktiannya tidak terdapat dalam uraian. Dari simpulan inilah hipotesis dapat diketahui benar atau salahnya. Jadi, simpulan yang dimaksud artinya tidak sama dengan ikhtisar sebab ikhtisar berarti meringkaskan apa yang telah dibicarakan. Dalam hal testing research, sebagai simpulan peneliti akan menolak atau menerima hipotesis yang telah dirumuskan. Dalam penolakan atau penerimaan hipotesis, biasanya diikutsertakan pula suatu uraian yang mengaitkan penolakan atau penerimaan tersebut pada teknik dan metode yang dipakai Kesimpulan dalam suatu penelitian bukanlah suatu karangan. Kesimpulan bukan merupakan khayalan peneliti yang bertujuan menyenangkan hati pembaca. Kesimpulan disusun berdasarkan data penelitian dari lapangan Kesimpulan penelitian sangat erat kaitannya dengan unsur-unsur lain dalam penelitian khususnya perumusan masalah. Di dalam penelitian, peneliti mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang akan dijawab melalui kegiatan penelitian. Sehubungan dengan pertanyaan ini, kadang-kadang peneliti  merumuskan jawaban sementara yang disebut hipotesi

Setelah data terkumpul dan diolah, masalah penelitian ini diharapkan dapat terjawab. Kesimpulan ditarik berdasarkan data yang sudah diolah atau dianalisis Sebagaimana halnya dalam pengolahan data, penarikan kesimpulan juga dapat dibedakan menjadi dua cara, yaitu cara nonstatistik dan cara statistik.

1. Penarikan kesimpulan nonstatistik dilakukan atas data kualitatif dan data kuantitatif. Penarikan kesimpulan dengan cara nonstatistik atas data kualitatif, dilakukan dengan membandingkan suatu standar atau kriteria yang telah dibuat oleh peneliti

2. Penarikan kesimpulan dalam cara nonstatistik atas dasar data kuantitatif, dilakukan dengan mencari proporsi, persentase, dan rasio. Cara ini dapat juga disebut cara statistik sederhana. Sebaliknya, penarikan kesimpulan cara statistik atas data kuantitatif, dilakukan dengan cara mengolah data dengan teknik statistik.

Bagian paling akhir dari materi laporan penelitian atau laporan ilmiah adalah saran penulis yang ditujukan kepada orang atau badan yang berhubungan dengan materi tulisan. Dalam memberikan saran, penulis harus menunjukkan kesesuaian dengan masalah penguraian simpulan. Untuk melihat ketepatan dan kewajaran simpulan perlu dijawab pertanyaan berikut ini

1. Apakah simpulan merupakan jawaban yang langsung terhadap masalah dan tujuan penelitian?

2. Apakah perumusan simpulan telah jelas dan teliti?

3. Apakah simpulan tadi langsung berhubungan dengan pembuktian benar tidaknya hipotesis?

4. Apakah simpulan tadi dapat diperkuat dengan adanya bukti-bukti dalam uraian?

5. Apakah simpulan diperoleh dari hasil pertimbangan yang tidak memihak terhadap data?

6. Apakah simpulan tadi terlalu luas melebihi batas generalisasi?

Beberapa pertimbangan dalam memberikan saran adalah sebagai berikut

1. Jangan memberikan saran pada hal-hal yang sudah berjalan.

2. Jangan memberi saran hanya bersifat menggarisbawahi.

3. Saran yang bersifat membangun.

4. Saran yang rasional

5. Saran yang objektif.

Terimakasih telah membaca PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN HASIL PENELITIAN dan RUMUSAN SIMPULAN DAN SARAN MATERI SOSIOLOGI

/* kode iklan */

jangan lupa iklannya diklik ya, to "PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN HASIL PENELITIAN dan RUMUSAN SIMPULAN DAN SARAN MATERI SOSIOLOGI"

Post a Comment