10/24/2016T10/24/2016

Interaksi Kota Materi Geografi

/* kode iklan */
/* kode iklan */
pengetahuanjitu,com - Interaksi ialah hubungan imbal balik antara pihak-pihak tertentu, antara orang perseorangan dengan orang perseorangan antara perseorangan dengan kelompok, a dari tanggapan antarmanusia. Berinteraksi merupakan kebutuhan setiap manusia. dan juga merupakan kunci dari semua kehidupan sosial. Tanpa adanya interaksi, tidak mungkin ada kehidupan bersama. Bentuk interaksi kota merupakan hubungan imbal balik keruangan yang di dalamnya tidak hanya antara manusia saja, melainkan terjadi pula proses pergerakan materi yang berupa barang dan peralihan immateri, misalnya informasi, tradisi, ataupandangan hidup. Interaksi kota dapat terjadi karena berbagai faktor, antara lain:

1. adanya kemampuan masyarakat kota,

2. perluasan jaringan jalan antara kota-kota itu,

3. kebutuhan imbal balik antara kota-kota itu, atau

4. adanya pengaruh dari satu kota terhadap kota lainnya.

1. Manfaat Interaksi Kota

Dalam kenyataannya, wujud interaksi itu tidak hanya berlangsung antara kota dengan kota, melainkan juga antara kota dengan desa. Kedua jenis interaksi itu berlangsung terus tanpa henti. Hal ini dapat kita saksikan dengan hilir mudiknya kendaraan yang memadati jalan raya, atau pun gaungnya aneka siaran televise dan radio dari satu kota ke kota lain atau ke sudut-sudut desa yang jauh sekalipun.

a. Pengaruh Positif dan Pengaruh Negatif Interaksi Kota

Adanya interaksi itu menimbulkan aneka pengaruh, baik yang positif maupun yang negatif. Pengaruh pengaruh tersebut ialah sebagai berikut

1) Pengaruh Positif

a) Tingkat pengetahuan penduduk semakin meningkat

Peningkatan pengetahuan penduduk itu bisa terjadi karena pergaulan atau adanya saling tukar informasi dan pengalaman antarpenduduki pendirian lembaga-lembaga pendidikan, dan keterampilan (khusus), melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan arus informasi, baik lewat media elektronik maupun surat kabar.

b) Bertambahnya kaum cendekiawan di daerah- daerah pedesaan, sebagai penggerak pembangunan di daerahnya.

c) Gairah perekonomian penduduk semakin meningkat.

d) Adanya alih-alih dan penggunaan teknologi tepat guna -khususnya di daerah-daerah pedesaan- dapat meningkatkan aneka produksi masyarakat sehingga pendapatannya pun semakin meningkat.

e) Bagi penduduk kota, akan lebih mudah memperoleh bahan-bahan konsumsi pertanian dengan harga yang relatif murah.

2) Pengaruh Negatif

a) Terbukanya kesempatan kerja dan daya tarik kota di berbagai bidang telah banyak menyerap tenaga kerja muda dari desa-desa sehingga desa meng alami kekurangan tenaga potensial untuk mengolah lahan-lahan pertanian, dan pembangunan daerahnya.

b) Wilayah pedesaan akan menjadi lahan yang menarik bagi masyarakat kota sehingga tidak sedikit dari mereka yang membelinya. Wilayah pedesaan ini dibeli bukan untuk diolah menjadi lahan pertanian yang produktif, melainkan mereka jadikan tempat tempat industri, rekreasi, ataupun sekadar untuk tempat peristirahatan. Bila tanpa disertai peraturan yang jelas dan tegas, tidak tertutup kemungkinan untuk timbulnya hal-hal seperti:

(1) kawasan hijau semakin berkurang,

(2) penyempitan lahan pertanian produktif,

(3) penurunan kemampuan lahan sebagai daerah tangkapan hujan, dan peresapan air,

(4) rusaknya alam pedesaan sebagai akibat pencemaran

c) Timbulnya penetrasi (perembasan) budaya kota yang kurang sesuai dengan tradisi pedesaan, misalnya dalam etika pergaulan dan pandangan hidup. Hal ini seringkali menimbulkan keresahan dan mengganggu stabilitas budaya pedesaan.

d) Tumbuhnya para pedagang kaki lima dan hunian liar yang mengganggu ketertiban kota.

b. Faktor-faktor yang Mendasari Interaksi Kota

Terjadinya interaksi antarwilayah, menurut Edward Ullman (dalam Nurmala Dewi, 1997), didasari oleh tiga faktor, yaitu sebagai berikut.

1) Adanya wilayah yang Saling Melengkapi (Komplemen- taritas Regional)

Menurut teori ini, hubungan imbal balik antarwilayah akan terjadi bila di antara keduanya memiliki potensi yang saling melengkapi atau saling membutuhkan. Wilayah A memiliki surplus potensi yang tidak dimiliki wilayah B Sebaliknya, wilayah B memiliki surplus potensi yang tidak dimiliki wilayah A. Maka, dengan kondisi seperti itu, antara keduanya akan timbul interaksi, hubungan imbal balik antara A dan B (lihat gambar).


2) Adanya Kesempatan Berintervensi

Kesempatan berintervensi diartikan sebagai suatu kemungkinan adanya perantara yang menghambat interaksi antarwilayah. Walaupun wilayah A memiliki surplus potensial yang dibutuhkan wilayah B misalnya, kemungkinan untuk tidak terjalin interaksi antarkeduanya bisa saja terjadi. Hal ini karena:

Baca juga:
  1. Jenis Data, Hubungan antara Teknologi Pengindraan Jauh dan Pengolahan Informasi Geografi Materi Geografi
  2. Alat Pengindraan Jauh Materi Geografi
  3. Citra dan Interpretasi Citra Pengindraan jauh Materi Geografi
  4. Hasil-hasil Pengindraan Jauh dan Manfaatnya Materi Geografi
  5. Keterampilan Dasar Peta dan Pemetaan Materi Geografi
  6. Langkah-langkah Pengindraan Jauh Materi Geografi
  7. Macam-macam Skala Peta Materi Geografi
  8. Membuat Peta Materi Geografi
  9. Mengamati Foto Udara dan Memperoleh Data Geografi dari Foto udara Materi Geografi
  10. Pemanfaatan Peta Lokasi Pertanian dan Industri Materi Geografi
  11. Pengertian Desa, Kaitannya dengan Tata Ruang, Sistem Perhubungan, Pengangkutan dan Potensi Desa Kaitannya dengan Perkembangan Kota dan Desa - Baru!!
  12. Pengertian Pengindraan Jauh dan Komponen Pengindraan Jauh Materi Geografi
  13. Pengertian Peta dan Jenis-jenis Peta Materi Geografi
  14. Pengertian dan Komponen Sistem Informasi Geografis (SIG) Materi Geografi
  15. Pola Keruangan Kota Materi Geografi - Baru!!
  16. Pola Persebaran dan Pemukiman Desa dalam Lingkup Bentang Alamnya Materi Geografi - Baru!!
  17. Proyeksi Peta Materi Geografi
a) kebutuhan wilayah A atau B dipasok wilayah lain, atau

b) surplus potensi yang dimiliki wilayah A atau wilayah B dipasok ke wilayah lain (lihat gambar).



Seperti yang terlihat pada gambar, bila meninjau potensi yang dimiliki wilayah A dan wilayah B, sangat mungkin antara keduanya terjadi interaksi. Namun, karena kebutuhan kedua wilayah itu secara langsung dipasok oleh wilayah C, maka interaksi antara Adan B melemah

3) Interaksi karena kemudahan

Faktor lain yang mendasari jalinan interaksi antarwilayah adalah adanya kemudahan, yaitu:

a) lengkapnya fasilitas komunikasi,

b) jarak yang relatif dekat,

c) biaya transportasi yang murah, atau

d) kelancaran arus transportasi

C. Teori-teori Interaksi

1) Teori Gravitasi

Teori ini mulanya dikemukakan oleh Sir lssac Newton dalam ilmu fisika, yang kemudian dikembangkan oleh W.J. Reilly. Reilly mengadaptasikan teoriini dalam studi geografi, yaitu untuk menentukan nilai kekuatan interaksi antardua wilayahatau lebih (dalam Nurmala Dewi, 1997). Teori gravitasi keruangan dariReilly diformulakan dengan rumus sebagai berikut.



2) Teori Titik Henti

Teori Titik Henti (The Breaking Point Theory digunakan untuk memperkirakan lokasi strategis yang merupakan garis pembatas antara dua wilayah. Oleh karena itu, teori ini bermanfaat dalam memilih lokasi yang tepat untuk perindustrian, perdagangan, ataupun sebagai tempat layanan masyarakat, misalnya Puskesmas, kantor kecamatan, dan sebagainya. Teori Titik Henti dinyatakan dengan rumus:


3) Teori Potensi Penduduk

Yang dimaksud potensi penduduk ialah kekuatan (potensi) aliran untuk tiap tempat Artinya, berapa besar kemungkinan penduduk suatu wilayah untuk meng- adakan pergerakan (migrasi) atau berinteraksi dengan penduduk wilayah lain. Nilai potensi penduduk suatu wilayah dinyatakan dengan isoplet, yaitu garis-garis khayal pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki potensi penduduk yang sama. lsoplet sangat membantu dalam menentukan suatu tempat yang dianggap strategis dari pembangunan, misalnya tempat layanan masyarakat. Untuk mencari nilai potensi penduduk digunakan rumus berikut. Misalnya ada tiga wilayah yang ingin diketahui potensi penduduknya, yaitu Desa A, Desa C, dan Kota B. Maka, digunakan rumus:



4) Teori Grafik

Teknik lain untuk mengetahui tinggi-rendahnya interaksi antarwilayah adalah dengan cara melihat banyak sedikitnya jalur transportasi, baik darat, laut, maupun udara, yang menghubungkan antarwilayah. Teori ini menyatakan bahwa semakin banyak jalur yang menghubungkan dua wilayah (atau lebih), semakin tinggi mobilitas atau interaksi antarwilayah-wilayah itu. Dirumuskan oleh K. J. Kansky (dalam Nurmala Dewi, 1997), bahwa untuk mengetahui tingkat interaksi antarwilayah dengan teori ini digunakan formula sebagai berikut.


2. Beberapa Aspek Interaksi Kota

1) Interaksi Kota Aspek Ekonomi

Interaksi kota aspek ekonomi ditandai dengan adanya pergerakan (baca: pertukaran) barang dan jasa, seperti hasil-hasil industri, pertanian atau hasil bumi, hasil-hasil pertambangan, tenaga kerja, dan sebagainya

2) Interaksi Kota Aspek Sosial

Interaksi kota aspek sosialditandai dengan bertambahnya jumlah penduduk, perkembangan lembaga-lembaga sosial, dan sebagainya.

3) Interaksi Kota Aspek Budaya

Interaksi kota aspek budaya ditandai dengan masuknya tradisi baru atau berubahnya tradisi lama, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, semakin kompleksnya keperluan hidup, perkembangan bahasa dan kesenian, dan sebagainya.

Terimakasih telah membaca Interaksi Kota Materi Geografi

/* kode iklan */

jangan lupa iklannya diklik ya, to "Interaksi Kota Materi Geografi"

Post a Comment