10/01/2016T10/01/2016

HUBUNGAN ANTARPRANATA SOSIAL dan PRANATA TOTAL DAN PRANATA DOMINAN MATERI SOSIOLOGI

/* kode iklan */
/* kode iklan */
HUBUNGAN ANTARPRANATA SOSIAL

Bahwa dalam masyarakat terdapat berbagai pranata sosial yang saling berhubungan

Contoh: Masyarakat merupakan tatanan yang terdiri atas berbagai pranata sosial yang saling berkaitan, antara lain pranata pendidikan, rekreasi, keluarga, politik, ekonomi, agama, dan kesehatan.

Norma pranata pendidikan "raih prestasi belajar setinggi mungkin' Norma pendidikan berkaitan dengan norma pranata politik "pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan norma pranata ekonomi "penghasilan besar diberikan kepada pekerja ahli, dan lain-lain. Antarpranata sosial dalam masyarakat hubungannya tidak selalu saling dukung dan melengkapi. Kenyataan menunjukkan bahwa ketidakcocokan antarsuatu pranata sosial dengan berbagai pranata sosial lain sering tidak terhindarkan. Semakin berkembang suatu masyarakat, semakin mungkin terjadi ketidak cocokan antarpranata sosial

Contoh: Kebiasaan merokok. Norma dalam pranata kesehatan menekankan dihindarinya kebiasaan ini namun pranata ekonomi justru menekankan norma yang berbeda. Berkembangnya industri rokok berarti, perluasan lapangan kerja, peningkatan penerimaan pajak, dan pembangunan sekolah serta rumah sakit oleh pemerintah

Dalam hubungan antara pranata sosial yang satu dengan pranata sosial lainnya, adakalanya terjadi perubahan cepat yang dialami oleh salah satu pranata sosial, tidak diikuti perubahan oleh pranata lain. Jika keadaan ini terjadi akan terjadi kesenjangan antara pranata sosial yang satu dengan pranata sosial yang lain. Kesenjangan antarpranata sosial ini sering disebut sebagai kesenjangan budaya (cultural lag). Contoh perkembangan yang sangat cepat dalam pranata perhubungan, ditandai oleh peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang sangat pesat di kota-kota besar seperti Jakarta. Keadaan ini tidak diikuti oleh perubahan yang cepat dalam hal perluasan jalan dan disiplin terhadap aturan di jalan raya. Akibatnya sering terjadi kekacauan, ketidaknyamanan, dan konflik antarpengemudi kendaraan.

PRANATA TOTAL DAN PRANATA DOMINAN

Baca juga:
  1. Arti dan Tujuan Perkawinan dan Macam-macam Perkawinan Materi Sosiologi - Baru!!
  2. PERAN DAN FUNGSI LEMBAGA/PRANATA AGAMA MATERI SOSIOLOGI - Baru!!
  3. PERAN DAN FUNGSI LEMBAGA/PRANATA EKONOMI MATERI SOSIOLOGI - Baru!!
  4. PERAN DAN FUNGSI LEMBAGA/PRANATA PENDIDIKAN MATERI SOSIOLOGI - Baru!!
  5. PERAN DAN FUNGSI LEMBAGA/PRANATA POLITIK MATERI SOSIOLOGI - Baru!!
  6. Pembagian Warisan Dalam Keluarga, Perubahan Organisasi keluarga, dan Jaringan Interaksi Antarpribadi Dalam Keluarga - Baru!!
  7. Pengertian Keluarga dan Pembentukan Keluarga Materi Sosiologi - Baru!!
Kehidupan dalam masyarakat ada kesempatan berpindah dari satu pranata ke pranata sosial lain. Warga masyarakat mengalami perpindahan ini dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Contoh: Kehidupan rata-rata siswa. Pagi hari, ketika bangun tidur dia berada dalam naungan pranata keluarga. Norma-norma yang mengatur cara berpikir, bertindak, dan berperasaan bersumber dari keluarga.

Kemudian, pada siang hari berpindah ke pranata pendidikan dan ekonomi Tidak semua warga masyarakat memiliki kesempatan berpindah pranata sosial. Ada sebagian yang menghabiskan waktunya hanya pada satu pranata sosial dalam kurun waktu yang panjang. Pranata total dapat diartikan sebagai pranata sosial yang ditandai oleh bekerja, tidur, dan berekreasinya orang-orang tertentu di tempat yang sama dan bersama dengan orang yang sama pula, terpisah dari kehidupan bermasyarakat pada umumnya. Pranata total ini biasa dijumpai dalam masyarakat.

Contoh: Pranata penjara, rumah sakit, rumah sakit jiwa, dan pranata pemeliharaan manusia lanjut usia.

Kehidupan pada pranata rumah sakit jiwa, misalnya, ditandai oleh suatu kehidupan sehari-hari yang tersusun di antara penderita dan tenaga medis, berlangsung dalam kurun waktu yang relatif panjang, dan secara keseluruhan terpisah dari masyarakat luas Pranata dominan merupakan pranata sosial yang menuntut loyalitas penuh dari orang-orang yang berada di bawah naungannya. Pranata dominan tidak secara jelas menekankan isolasi yang dilakukannya terhadap orang-orang yang berada di naungannya, hanya menekankan keterbukaan yang bersifat semu, dan tampak menekankan kesukarelaan orang-orang di bawah naungannya. Penggunaan paksaan cenderung dihindarkan dan diganti oleh upaya untuk meningkatkan daya tarik pranata, namun kenyataannya monopoli atas perasaan, pikiran, dan tindakan anggota berlangsung. Begitu juga dengan monopoli atas waktu yang dimiliki anggota

Contoh pranata seperti ini adalah sekte keagamaan dan militer.

Contoh pranata dominan, pada keanggotaan salah satu kelompok sekte keagamaan tertentu. Tuntutan sekte terhadap pengikutnya sangat besar. Pengikut dituntut untuk mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, dan materi bagi sekte yang diikutinya. Dengan demikian, seakan-akan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh para pengikutnya semata-mata adalah untuk kepentingan sekte. Ada aturan-aturan tertentu yang ketat dan harus ditaati oleh setiap pengikutnya pada setiap tindakan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Mulai dari cara berhubungan dengan Tuhan, berhubungan dengan sesama anggota keluarga, dan cara berhubungan dengan sesama di dalam masyarakat.

Secara umum ada dua pendekatan utama dalam penelitian ilmiah, yaitu pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang berusaha untuk mengungkap kenyataan sosial dengan melihat saling keterhubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya. Objek penelitian dilihat sebagai fakta atau variabel yang tetap dan dapat diangkakan serta hasilnya dapat diolah, dianalisis dengan statistik. Termasuk pendekatan ini adalah survei dan eksperimen. Pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang berusaha untuk mengungkap kenyataan sosial secara keseluruhan, utuh, tuntas sebagai satu kenyataan sosial. Objek penelitian dilihat sebagai kenyataan yang dinamis memiliki dimensi pikiran, perasaan, dan subjektifitas. Peneliti berusaha menghasilkan data sifatnya deskriptif serta data yang ditulis oleh objek penelitian itu sendiri dan perilaku mereka yang dapat diamati. Termasuk dalam pendekatan ini, yaitu metode etnografi, metode historis, dan metode grounded research.

Terimakasih telah membaca HUBUNGAN ANTARPRANATA SOSIAL dan PRANATA TOTAL DAN PRANATA DOMINAN MATERI SOSIOLOGI

/* kode iklan */

jangan lupa iklannya diklik ya, to "HUBUNGAN ANTARPRANATA SOSIAL dan PRANATA TOTAL DAN PRANATA DOMINAN MATERI SOSIOLOGI"

Post a Comment