10/31/2016T10/31/2016

Fermentasi Tempe

/* kode iklan */
/* kode iklan */






Selama proses perendaman, biji mengalami proses hidrasi, sehingga kadar air biji naik sebesar kira-kira dua kali kadar air semula, yaitu mencapai 62-65%. Proses perendaman memberi kesempatan pertumbuhan bakteri-bakteri asam laktat sehingga terjadi penurunan pH dalam biji menjadi 4,5 53. Penurunan pH biji kedelai tidak menghambat pertumbu- jamur tempe, tetapi dapat menghambat pertumbuhan bakteri-bakteri aminan yang bersifat pembusuk, Proses fermentasi selama perendaman yang dilakukan bakteri mempunyai arti penting ditinjau dari aspek apabila asam yang dibentuk dari gula stakhjiosa dan rafinosa.

kondisi asam dalam biji adalah menghambat penaikan p 7,0, karena adanya aktifitas proteolitik jamur dapat membebaskan manusia sehingga dapat menaikkan pH dalam biji. Pada pH diatas menyebabkan penghambatan pertumbuhan atau kematian  jamur empe e et al, (1963) mendapatkan bahwa dalam biji kedelai yang stabil terhadap pemanasan dan larut dalam aktifitas oligosporus, dan juga dapat menzim proteolitik dari jamur tersebut.

Penemuan bahwa perendaman dan pencucian menghilangkan komponen ter Proses hidrasi terjadi selama perendaman dan perebusan biji suhi yang dipergunakan makin cepat proses hidrasinya, lotar an dilakukan pada suhu tinggi menyebabkan pertumbuhan balleri sehingga terbentuk asam. tidakProses perebusan pemanasan atau perebusan biji setelah perendaman bertujuan membunuh bakteri kontaminan, mengaktifkan senyawa in ntu membebaskan senyawa senyawa dalam  lukan untuk pettumbuhan jamur Penirisan dan pendinginan Tahapan ini bertujuan untuk mengurangi kandungan air dalam biji mengeringkan permukaan biji dan menurunkan suhu biji sampai sesuai dengan kondisi pertumbuhan jamur. air yang berlebihan dalam biji dapat menyebabkan penghambatan pertumbuhan jamur dan menstimulasi pertumbuhan bakteri-bakteri kontaminan, sebingga menyebabkan  sukan.
/* kode iklan */

jangan lupa iklannya diklik ya, to "Fermentasi Tempe"

Post a Comment