9/23/2016T9/23/2016

Tantangan Global Terhadap Eksistensi Jati Diri Bangsa Materi Sosiologi

/* kode iklan */
/* kode iklan */
Tantangan Global Terhadap Eksistensi Jati Diri Bangsa
pengetahuanjitu.com - Tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia semakin berat dari waktu ke waktu. Sebagai negara berkembang yang bercita-cita menjadi sebuah bangsa yang dapat duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa maju di dunia. Indonesia menghadapi banyak tantangan yang semakin kompleks. Problem internal, baik menyangkut kehidupan ekonomi, politik, sosial, maupun budaya yang semakin tampak semakin mengusut, mengiringi tantangan yang menyerang dari luar yang tidak mudah untuk dikendalikan. Meskipun pemerintahan kita telah mengalami beberapa kali pergantian orde dan rezim, tetapi pemerintah baru yang menggantikannya tampak belum mampu untuk mengatasi problematika internal

Proses globalisasi yang berlangsung semenjak akhir abad ke-20 semakin dalam menusuk jantun kehidupan bangsa dan telah menimbulkan berbagai problematika baru

Adapun problematika yang menjadi tantangan global terhadap eksistensi jati diri bangsa adalah sebagai berikut.

a. Pluralitas masyarakat Indonesia tidak hanya berkaitan dengan budaya, tetapi juga dimensi sosial, politik, dan ekonomi masyarakat sehingga proses globalisasi informasi membawa dampak yang sangat kompleks.

b. Timbulnya krisis moneter yang kemudian berkembang menjadi krisis multidimensi. Dalam waktu yang relatif singkat Indonesia mengalami empat kali pergantian pemerintahan. Tidak hanya itu, di era reformasi muncul berbagai kerusakan dan pemberontakan yang disertai isu anarkis, SARA, dan separatisme. Isu separatisme yang dimulai dengan lepasnya provinsi Timor Timur menjadi negara merdeka, kemudian Papua yang masih bergejolak menuntut kemerdekaan. Adapun isu anarkis dan SARA tercatat di beberapa daerah, antara lain kasus Sambas, Palu, dan Ambon.

c. Kemajuan teknologi informasi telah menjadikan jarak spasial semakin menyempit dan jarak waktu semakin memendek. Akibatnya, bagi bangsa Indonesia yang berorientasi pada negara-negara maju, dalam waktu relatif singkat dapat beradaptasi terutama di bidang teknologi, ekonomi, sosial, dan budaya

Menurut Drs. Haryanto jati diri adalah kepribadian yang telah melembaga dalam pikiran dan hati nurani manusia yang diperoleh dari proses belajar dan merupakan sumber dalam berperilaku. Jati diri dapat mengkristal menjadi suatu kesadaran dan kekuatan yang dapat mempengaruhi dan menentukan tindakan atau perilaku, baik secara individual maupun secara kelompok. Jati diri yang tersusun ini adalah jati diri ideal yang akan membangun identitas diri manusia, bangsa dan negara Indonesia

Baca juga:
  1. Bentuk Perubahan, Nilai-nilai Luhur dan Ciri Masyarakat Tradisional Materi Sosiologi -New!
  2. Gejala Modernisasi Masyarakat Indonesia Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Materi Sosiologi - New!
  3. Modernisasi Masyarakat Indonesia Sebagai Proses Industrialisasi dan Urbanisasi Materi Sosiologi - New!
  4. Negara Berkembang Materi Sosiologi - New!
Jati diri itu akan menjadi bagian penting dalam interaksi simbolik dalam masyarakat dan akan membangun citra manusia, bangsa dan negara. Jati diri yang telah tersusun ini berbasis kepada budaya dkepribadian Indonesia, antara lain: religius, humanis, naturalis, terbuka, demokratis, integrasi dan harmoni, nasionalisme dan patriotisme berkomitmen terhadap kebenaran, jujur dan adil, profesional, ber-iptek, mandiri, etis dan moralis, kepatuhan kepada hukum, berjiwa kemasyarakatan, berjiwa kultural, dan berjiwa estetika


Diharapkan semua suku bangsa masih tetap memiliki loyalitas terhadap NKRI yang telah menjadi ikrar dari pendiri negara RI pada tanggal 17 Agustus 1945. Hendaknya semua pihak meyakini bahwa pembangunan jati diri bangsa Indonesia memiliki tujuan akhir, yaitu memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia Bangsa Indonesia tidak berjati diri keras, melainkan berjati diri yang halus, terbuka, moderat dan toleran, serta selalu menjauhkan diri dari tindakan kekerasan. Oleh karena itu, sangat perlu dilakukan pembudayaan jati diri melalui sosialisasi dan internalisasi yang berkelanjutan melalui:

a. lembaga keluarga;

b. lembaga pendidikan swasta dan pemerintah;

c. organisasi sosial, terutama organisasi politik

d. penyelenggaraan negara, baik sipil maupun militer;

e. asosiasi sosial ekonomi

f. media massa,

g. tokoh masyarakat, budaya, dan agama; dan

h. individu dan warga negara di mana pun berada.

Lembaga sosial merupakan bentuk sistem kelembagaan sosial masyarakat tradisional. Lembaga sosial memiliki orientasi perilaku sosial ke dalam yang sangat kuat. Hal itu ditunjukkan dalam orientasi untuk memenuhi kebutuhan dari anggota lembaga sosial tersebut. Dalam lembaga sosial, hubungan sosial di antara anggotanya sangat bersifat personal atau pribadi dan didasari oleh loyalitas yang tinggi terhadap pemimpin menurut usia dan gengsi sosial yang dimiliki. Mereka terikat satu sama lain berdasarkan ikatan komunal, yaitu suatu perasaan atau sentimen bersama berdasar ikatan kedaerahan, loyalitas, asal usul keturunan, kekerabatan, dan kepercayaan terhadap keyakinan batin tertentu.

Terima kasih telah membaca Tantangan Global Terhadap Eksistensi Jati Diri Bangsa Materi Sosiologi
/* kode iklan */

jangan lupa iklannya diklik ya, to "Tantangan Global Terhadap Eksistensi Jati Diri Bangsa Materi Sosiologi"

Post a Comment