9/27/2016T9/27/2016

MAKALAH PENGANTAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN “MENGENAL AKUNTANSI"

/* kode iklan */
/* kode iklan */


A.PENGERTIAN AKUNTANSI

Secara singkat akuntansi dapat diartikan sebagai The Language of Business atau bahasa dunia usaha. Dunia usaha, baik perusahaan perseorangan, perseroan terbatas maupun perusahaan milik pemerintah sangat berkepentingan untuk mengambil keputusan yang tepat dalam mengalokasikan sumber dana yang dimilikinya, untuk itu dibutuhkan akuntansi.Menurut James M. Reeve dkk (2009: 9) akuntansi dapat diartikan sebagai suatu sistem informasi yang menyediakan laporan keuangan untuk pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas dan kondisi ekonomi perusahaan tersebut.Menurut American Institute of Certified Public Accountants (AICPA), “Accounting is the art of recording, classifying and summarizing in a significant manner and terms of money, transaction and events which are, in part at least, of financial character, and interpreting the result there of”. Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, peringkasan yang tepat dan dinyatakan dalam satuan mata uang, transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang setidaknya bersifat finansial dan penafsiran hasil-hasilnya.

Menurut Al Haryono Jusup (2011:4-5) “Akuntansi dapat didefinisikan dari dua sudut pandang, yaitu sudut pemakai jasa akuntansi, dan dari sudut proses kegiatannya”.
  • Ditinjau dari sudut pemakainya akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu disiplin ilmu yang menyediakan informasi finansial yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan efektif serta untuk mengevaluasi kegiatan-kegiatan  dalam suatu entitas.Informasi yang dihasilkan akuntansi diperlukan untuk:a.Membuat perencanaan yang efektif, pengawasan, dan pengambilan keputusan oleh manajemen; danb.Pertanggungjawaban entitas kepada para investor, kreditor, dan sebagainya.
  • Ditinjau dari sudut kegiatannya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisaan data keuangan suatu entitas. Definisi ini menunjukkan bahwa kegiatan akuntansi merupakan tugas yang kompleks dan menyangkut bermacam-macam kegiatan. Pada dasarnya akuntansi harus:a.Mengidentifikasi data mana yang relevan dengan keputusan yang akan diambilb.Memproses atau menganalisis data yang relevanc.Mengolah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.

A.TUJUAN AKUNTANSIP

ada dasarnya, sebagimana definisi akuntansi, tujuan akuntansi adalah untuk menghasilkan laporan keuangan. Manajemen memikul tanggung jawab utama dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan perusahaan. Manajemen juga berkepentingan dengan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. Manajemen memiliki kemampuan untuk menemukan bentuk dan isi informasi tambahan untuk memnuhi kebutuhannya sendiri. Bagaimanapun juga, laporan keuangan yang diterbitkan didasarkan pada informasi yang digunakan manajemen tentang posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan.
  • Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
  • Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan tersebut di atas ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian di masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.
  • Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin menilai apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya dapat melihat laporan keuangan.
A.PERAN AKUNTANSI

Dari uraian sebelumnya dapat disimpulkan beberapa peran akuntansi, yaitu sebagai berikut: 
  • Akuntansi dapat membantu dalam mengalokasikan sumber daya langka yang ada di masyarakat. Sumber daya langka seperti modal dimiliki oleh masyarakat dan mereka ingin sumber daya modal ini dapat ditanamkan ke bisnis yang menguntungkan. Informasi mengenai bisnis yang menguntungkan tersebut dapat diperoleh dari informasi yang dihasilkan oleh proses akuntansi. Salah satu informasi penting yang dihasilkan oleh akuntansi adalah laporan keuangan. Dengan berbekal laporan keuangan investor dapat membut keputusan apakah modal yang dimilikinya akan ditanamkan atau tidak. Dengan demikian akuntansi membantu para pemodal dalam mengambil keputusan kemana hendak menananmkan sumber daya modal langka yang dimilikinya.
  • Akuntansi membantu dalam mengelola dan mengarahkan sumber daya yang ada dalam perusahaan. Dengan informasi akuntansi sebagai landasan, para manajer perusahaan dapat mengendalikan biaya, menetapkan harga, dan menginvestasikan sumber daya perusahaan ke bidang yang dianggap paling tepat.
  • Akuntansi membantu pelaporan pemakaian sumber daya yang digunakan oleh perusahaan atau organisasi. Dengan adanya laporan yang dibuat berdasarkan proses akuntansi para investor atau orang yang berkepentingan dengan perusahaan atau organisasi tersebut dapat menganalisis dan menilai bagaimana manajer atau pegawai menggunakan sumber daya tertentu dalam perusahaan atau organisasi.
A.PERAN AKUNTANSI
Dari uraian sebelumnya dapat disimpulkan beberapa peran akuntansi, yaitu sebagai berikut:
Selain itu ada beberapa peran akuntansi dalam kehidupan sehari-hari, antara lain: 
  • Pengendalian KeuanganSalah satu peran utama dari akuntansi adalah dalam hal pengendalian keuangan. Pengendalian biaya (cost) adalah salah satu faktor utama untuk keberhasilan usaha. Pengelolaan biaya (overhead) dan biaya produksi akan menentukan perbedaan antara rugi dan laba. Perhatikanlah contoh berikut :Sebuah perusahaan membuat sebuah mesin dengan biaya Rp. 500.000 dan menjualnya seharga Rp. 1.000.000. Setelah dikurangi dengan beban penjualan, beban iklan, biaya overhead dan biaya lainnya, perusahaan hanya memperoleh laba sebesar Rp. 100.000 dari penjualan Rp. 1.000.000.Misalkan saja perusahaan tersebut dengan cara tertentu dapat mengurangi beban hanya sejumlah Rp. 100.000 perbulan. Meskipun pengurangan beban tersebut sangat kecil, tetapi itu setara dengan penjualan Rp. 1.000.000.Tanpa praktik akuntansi yang baik, tentu saja kita tidak akan mengetahui dari mana memulai pemotongan biaya-biaya dan beban-beban. Mungkin saja beban perjalanan wiraniaga terlalu tinggi, beban iklan tidak memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan, biaya produksi melampaui target. Sebuah sistem akuntansi yang baik membantu kita mengidentifikasi area permasalahan dan berfungsi sebagai alat pengendalian keuangan yang dibutuhkan.
  • Operasi PerusahaanAktivitas akuntansi adalah sebagian dari operasi perusahaan sehari-hari, seperti penagihan terhadap pelanggan, pembayaran gaji karyawan, pembayaran tagihan pemasok, pemeliharaan persediaan, dan masing-masing tugas mempunyai peran dari proses akuntansi.Setiap perusahaan mempunyai pendekatan yang berbeda dari operasional akuntansi. Perusahaan yang bergerak dibidang konsultasi misalnya, akan berbeda dengan perusahaan yang bergerak dibidang pabrikasi. Pada perusahaan yang pertama mungkin hanya dibutuhkan catatan tagihan dan beban-beban yang dikeluarkan, sedangkan sebaliknya pada perusahaan kedua ekstensif melibatkan pembayaran gaji, persediaan, estimasi biaya, piutang dagang dan utang dagang.
  • PelaporanMereka yang berbisnis baik dalam bentuk perusahaan maupun perorangan, secara periodik ingin mengetahui status bisnisnya. Laporan-laporan akuntansi termasuk Neraca dan Laporan Laba Rugi menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk menilai kinerja perusahaan. Dengan laporan-laporan yang akurat, kita dapat mengantisipasi keadaan perusahaan dan dapat mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi perusahaan tersebut.
  • PerencanaanAkuntansi mempunyai peran yang sangat penting menggambarkan masa depan perusahaan, yang sering dicerminkan dalam data akuntansi sehari-hari yang diakumulasikan. Proses perencanaan adalah penetapan tujuan dan langkah-langkah pendekatan terintegrasi yang diambil untuk mencapai tujuan tersebut. Penetapan tujuan yang realistik adalah salah satu komponen utama dalam proses ini. Jika perusahaan mempunyai sistem akuntansi yang baik, kita akan memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk menetapkan tujuan.Sebagai contoh, misalkan sistem persediaan kita menunjukkan rata-rata persediaan untuk 60 hari pasokan. Oleh karena persediaan menyerap kas perusahaan, maka kita akan mengurangi biaya-biaya yang tak perlu ini. Dari tinjauan ulang data akuntansi kita, didapat titik terendah persediaan untuk 30 hari pasokan. Dengan informasi ini, kita memutuskan untuk menetapkan sebuah tujuan yang realistik dari pengurangan tingkat rata-rata persediaan menjadi 45 hari pasokan, tetapi tidak memperbolehkan persediaan tersebut jatuh dibawah 30 hari pasokan. Jika kita berhasil mencapai tujuan ini, kita akan meningkatkan kemampuan bisnis kita.Kita juga harus mendefinisikan cara mencapai tujuan tersebut. Dengan mengacu kembali data yang disediakan sistem akuntansi, ditemukan bahwa fluktuasi persediaan disebabkan oleh miskinnya informasi tepat waktu tentang tingkat persediaan terkini. Untuk mengatasi masalah ini, kita kemudian merencanakan mengkomputerisasi proses persediaan, sehingga kita hanya memesan item-item yang betul-betul dibutuhkan. Jelaslah bahwa sebuah sistem akuntansi yang baik adalah kebutuhan mendasar untuk berhasilnya praktik bisnis.
A.PIHAK-PIHAK YANG MEMBUTUHKAN INFORMASI AKUNTANSI

Informasi akuntansi sangat dibutuhkan untuk mengambil keputusan, baik oleh pihak internal maupun pihak eksternal. Berikut ini merupakan pihak internal dan pihak eksternal pemakai informasi akuntansi.
1.Pihak internalPihak internal adalah pemakai informasi akuntansi yang berada di dalam perusahaan yang bersangkutan. Pihak internal yang membutuhkan informasi akuntansi terdiri atas:
  • Pemilik PerusahaanPemilik perusahaan memiliki resiko dan hasil atas investasi modal ke dalam perusahaan,. Dengan melihat informasi keuangan yang diterbitkan perusahaan pemilik akan dapat menilai kinerja pihak manajemen dalam pengelolaan usaha. Selain itu pemilik perusahaan berkepentingan untuk mengetahui perkembangan dan kondisi keuangan perusahaan.
  • ManajerSeorang manajer perusahaan memerlukan informasi akuntansi untuk penyusunan perencanaan perusahaan, mengevaluasi kemajuan yang dicapai perusahaan, serta melakukan tindakan koreksi yang diperlukan.
  • KaryawanPara pegawai perusahaan sangat berkepentingan untuk mendapatkan informasi keuangan perusahaan. Hal ini dihubungkan dengan hak-hak pegawai dalam bidang penggajian, gratifikasi ataupun bonus (jasa produksi) serta perangsang sosial lainnya dari perusahaan untuk tujuan kesejahteraan perusahaan yang pada akhirnya meningkatkan pengabdian pegawai pada perusahaan.
 1.Pihak eksternalPihak eksternal adalah pemakai informasi akuntansi yang berada di luar perusahaan/ organisasi. Pihak eksternal antara lain:
  • PemerintahInstansi pemerintah sangat berkepentingan dengan informasi akuntansi. Dari informasi keuangan suatu organisasi, pemerintah akan dapat menetapkan besarnya pajak yang harus dibayar oleh organisasi yang bersangkutan.
  • InvestorPara investor sangat memerlukan data akuntansi suatu organisasi untuk menganalisis perkembangan organisasi yang bersangkutan. Investor telah melakukan penanaman modal pada suatu usaha, dengan tujuan untuk mendapatkan hasil. Sehingga, investor harus melakukan analisis laporan keuangan perusahaan yang akan dipilihnya untuk disuntik dana dari investor.
  • KreditorKreditor berkepentingan dengan data akuntansi, karena kreditor berkepentingan untuk pemberian kredit kepada calon nasabahnya. 
Nasabah yang dipilih kreditor adalah nasabah yang mampu mengembalikan pokok pinjaman beserta bunganya pada waktu yang tepat. Oleh karena kreditor sangat berkepentingan dengan laporan keuangan calon nasabah dan nasabahnya.d.RekananRekanan bisnis sangat berkepentingan dengan laporan keuangan untuk mengetahui kelangsungan perusahaan.e.MasyarakatMasyarakat sangat berkepentingan dengan kesempatan dan lowongan kerja yang ada pada perusahaan. Masyarakat juga mempunyai kepentingan terhadap data atau informasi akuntansi suatu perusahaan untuk mengetahui peran serta perusahaan yang bersangkutan dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban sosial sebagai sesama anggota masyarakat.f.Organisasi NirlabaMeski organisasi nirlaba bertujuan tidak untuk mencari laba, organisasi ini masih sangat memerlukan informasi keuangan untuk tujuan penyusunan anggaran, membayar karyawan dan membayar beban-beban yang lain.

A.PROFESI AKUNTANSI
1.Pengertian Profesi AkuntansiProfesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi diantaranya dokter, tentara, guru, dan pilot. Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu disebut profesional.Sesuatu disebut profesi karena memiliki ciri sebagai berikut:
  • Memiliki bidang ilmu yang ditekuninya, yaitu yang merupakan pedoman dalam melaksanakan keprofesiannya.
  • Memiliki kode etik sebagai pedoman yang mengatur tingkah laku anggotanya dalam profesi tersebut.
  • Berhimpun dalam suatu organisasi resmi yang diakui oleh masyarakat/ pemerintah.
  • Keahliannya dibutuhkan oleh masyarakat.
  • Bekerja bukan dengan motif komersial, 
  • tetapi didasarkan kepada fungsinya sebagai kepercayaan masyarakat.
Semua persyaratan tersebut di atas dimiliki oleh profesi akuntan sehingga berhak disebut sebagai salah satu profesi. Menurut International Federation of Accountants, yang dimaksud dengan profesi akuntan adalah semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian di bidang akuntansi, termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, akuntan internal yang bekerja pada perusahaan industri, keuangan atau dagang, akuntan yang bekerja di pemerintah, dan akuntan sebagai pedidik. Dalam arti sempit, profesi akuntan adalah lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh akuntan sebagai akuntan publik yang lazimnya terdiri dari pekerjaan audit, akuntansi, pajak, dan konsultan manajemen.Profesi akuntan biasanya dianggap sebagai salah satu bidang profesi seperti profesi lainnya, misalnya dokter. Agar bisa disebut profesi akuntansi, ia harus memiliki beberapa syarat sehingga masyarakat sebagai objek dan sebagai pihak yang memerlukan profesi mempercayai hasil kerjanya.Perkembangan profesi akuntan sejalan dengan jenis jasa akuntansi yang diperlukan oleh masyarakat yang makin lama semakin bertambah kompleks. Gelar akuntan adalah gelar profesi seseorang dengan bobot yang dapat disamakan dengan bidang pekerjaan yang lain, misalnya bidang hukum atau bidang teknik.
2.Bidang-bidang Profesi Akuntan

Orang yang berprofesi di bidang akuntansi disebut akuntan. Bidang-bidang profesi akuntan meliputi sebagai berikut:a.Akuntan pendidikAkuntan pendidik adalah akuntan yang mengabdikan diri dalam bidang pendidikan. Profesi akuntan pendidik dapat berupa pengajar akuntansi, penyusun kurikulum akuntansi, dan penyusun buku-buku akuntansi.b.Akuntan internalAkuntan internal adalah akuntan yang bekerja pada perusahaan tertentu yang berstatus sebagai pegawai atau karyawan perusahaan tersebut. Tugas akuntan internal sebagai berikut:
1)Menyusun sistem akuntansi
2)Menyusun laporan keuangan
3)Melaksanakan kegiatan akuntansi
4)Menyusun anggaran perusahaan
5)Menangani perpajakan
6)Melakukan pemeriksaanc.

Akuntan pemerintahAkuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja di lembaga-lembaga pemerintahan secara resmi. Contohnya akuntan yang bekerja di departemen keuangan, BPK, dan BPKP.d.Akuntan PublikAkuntan publik adalah akuntan yang melakukan pemeriksaan secara independen yang memberikan jasanya atas imbalan tertentu. Untuk menjadi seorang akuntan publik harus mendapat izin dari departemen keuangan. Pada umumnya akuntan publik memiliki kantor sendiri. Tugas akuntan publik antara lain:
1)Memeriksa laporan keuangan secara independen
2)Menyusun sistem akuntansi
3)Menyediakan jasa konsultasi manajemen
4)Mengelola jasa perpajakan
5)Melakukan studi kelayakan

B.JABATAN BIDANG AKUNTANSI

Seseorang yang memiliki keahlian di bidang akuntansi dan bergelar akuntan dapat menduduki berbagai jabatan di lembaga pemerintahan maupun di perusahaan swasta serta BUMN.Akuntan pemerintah yang bekerja pada departemen-departemen, lembaga keuangan/ bank, dan BUMN dapat menduduki berbagai jabatan. Mislanya kepala seksi, kepala bagian, kepala wilayah, direktur, inspektorat jendral, dirjen, bahkan ada yang menjadi menteri. Akuntan pemerintah ini ditugaskan di BPK, BPKP, Direktorat Akuntan Negara, inspektorat wilayah, departemen keuangan, departemen-departemen teknis lainnya, lembaga-lembaga keuangan bank maupun non bank, direktur dan dewan komisaris BUMN/BUMD.Akuntan yang bekerja di perusahaan swasta dapat menduduki berbagai jabatan, seperti staff akuntansi, kepala bagian akuntansi, staff ahli perpajakan, staff anggaran, pemeriksa intern (kontroler), manajer keuangan, direktur keuangan, bahkan bisa menduduki jabatan direktur utama.Jenjang jabatan di bidang akuntansi yang ada pada suatu perusahaan secara umum antara lain:
1.Manajer Akuntansi
Manajer Akuntansi yaitu kepala departemen atau kepala bagian akuntansi yang mempunyai tugas antara lain :Menyediakan laporan keuangan, merencanakan dan menganalisa pembelanjaan perusahaan, mengatur struktur aktiva (struktur kekayaan perusahaan), struktur financial,dan modal serta menyediakan laporan keuangan yang dibutuhkan pemegang saham,investor,kreditur,juga karyawan.
2.Asisten Manajer Keuangan
Asisten manajer atau pembantu dari manajer keuangan yang membantu manajer keuangan dalam melaksanakan tugasnya.
3.Penata Buku (Bookkeper)
Penata buku atau juga dapat disebut dengan bookkeper merupakan jabatan di bidang akuntansi yang mempunyai tugas sebagi pelaksana pembukuan. Seseorang yang menjabat sebagai penata buku atau Bookkeper harus memiliki kemampuan :
  • Menyiapkan bukti transaksi atau dokumen transaksi
  • Menganalisis bukti transaksi (mampu menentukan kebenaran, keabsahan dan pengelompokkan bukti transaksi)
  • Mencatat transaksi ke dalam buku jurnal dan buku pembantu
  • Mencatat data pada buku jurnal ke dalam buku besar umum
  • Membuat kertas kerja laporan keuangan (neraca lajur)
  • Menyusun laporan keuangan

C.BIDANG SPESIALISASI AKUNTANSI

Sejalan dengan perkembangan zaman, berkembang bidang-bidang akuntansi yang membahas bidang akuntansi tertentu secara khusus atau spesialisasi. Bidang-bidang spesialisasi maupun akuntansi tersebut adalah sebagai berikut:
1.Akuntansi keuangan (financial accounting)
Akuntansi keuangan disebut juga akuntansi umum (general accounting). Tugas utama akuntansi keuangan adalah menyusun/ menghasilkan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku. Laporan tersebut akan dijadikan pedoman untuk mengambil keputusan oleh para pemakainya. Informasi yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan bersifat umum untuk berbagai pengguna. Akuntansi keuangan biasanya meliputi 3 fungsi, yaitu: 
  • pemilihan dan pencatatan data, 
  • analisis data, 
  • menyiapkan laporan bagi pengguna.
2.Akuntansi manajemen (management accounting).
Dengan informasi yang tersedia akuntansi manajemen mengambil keputusan dan tindak lanjut dari keputusan tersebut. Untuk mengamankan kebijakan yang diambil, akuntansi manajemen juga melakukan fungsi pengawasan. Perbedaan antara akuntansi keuangan dan manajemen antara lain:Akuntansi Manajemen    Akuntansi Keuangan
  • Fokus internal
  • Tidak ada aturan yang mengikat
  • Informasi keuangan dan non-keuangan bersifat subjekif
  • Penekanan pada masa mendatang
  • Evaluasi dan keputusan internal didasarkan atas informasi yang sangat terperinci
  • Sangat luas dan multidisiplin   .Fokus eksternal Harus mengikuti aturan tertentu dari pihak eksternalInformasi keuangan yang bersifat objektif4.Penekanan pada masa lalu (historis)5.Informasi mengenai perusahaan secara keseluruhan Lebih independen
3.Akuntansi anggaran (budgeting)
Akuntansi anggaran bertugas menyusun perencanaan dalam bidang keuangan berdasarkan informasi akuntansi yang tersedia untuk masa yang akan datang. Perencanaan anggaran meliputi pengalokasian dana, besarnya dana, dan sumber dana. Selain itu tugas dari akuntansi anggaran juga membandingkan hasil operasi dengan rencana yang telah ditetapkan (fungsi controlling)
4.Akuntansi biaya (cost accounting)
Akuntansi biaya adalah bidang akuntansi yang tujuan utamanya menyiapkan data yang diperlukan untuk menyiapkan data yang diperlukan untuk penetapan dan pengendalian biaya. Akuntansi biaya memfokuskan pembahasannya pada perhitungan biaya produksi sebuah perusahaan sehingga dapat menentukan dengan tepat harga pokok produksi. Biaya yang dimaksud meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik.
5.Akuntansi pemerintah (goverment accounting) 
Akuntansi pemerintah merupakan bidang akuntansi yang mengolah dan menyajikan informasi ekonomi pada lembaga pemerintah, baik di pusat, di daerah, BUMN, maupun BUMD.
6.Akuntansi pajak (tax accounting)
Akuntansi Perpajakan adalah bidang akuntansi yang tujuan utamanya menyiapkan laporan yang diperlukan untuk penetapan pajak.Tugas dari akuntansi pajak antara lain menghitung pajak yang harus dibayar, mulai dari penentuan besarnya pajak, pengisian SPT, SSP, sampai dengan mewakili perusahaan dengan petugas perpajakan.
7.Sistem akuntansi (acccounting system)
Sistem akuntansi merupakan lapangan khusus akuntansi yang bertugas menciptakan langkah-langkah atau prosedur akuntansi dalam suatu perusahaan.
8.Akuntansi pemeriksaan (auditing)
Akuntansi pemeriksaan mengkhususkan diri pada pemeriksaan atas laporan keuangan secara independen. Pemeriksaan dilakukan untuk meneliti secara cermat tentang kewajaran laporan keuangan yang didasari dengan objektivitas dan independensi. Dari hasil pemeriksaan akuntan pemeriksaa menyampaikan pernyataan atas laporan keuangan yang telah diperiksanya. 

/* kode iklan */

jangan lupa iklannya diklik ya, to "MAKALAH PENGANTAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN “MENGENAL AKUNTANSI""

Post a Comment