9/21/2016T9/21/2016

Bentuk Perubahan, Nilai-nilai Luhur dan Ciri Masyarakat Tradisional Materi Sosiologi

/* kode iklan */
/* kode iklan */
1. Bentuk Perubahan

pengetahuanjitu.com - Perubahan yang dilakukan secara terencana dan terarah disebut juga dengan istilah pembangunan. Dengan kata lain, pembangunan dikategorikan sebagai perubahan yang direncanakan. Ini artinya, perubahan tersebut telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan.

Perubahan bagi masyarakat Indonesia sebenarnya sudah berlangsung sejak zaman dahulu, namun perubahan yang bersifat direncanakan bagi masyarakat sebagai bangsa dimulai sejak bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Mulai saat itu, bangsa Indonesia telah menyatakan kehidupan masyarakat yang merdeka. berdaulat, dan bebas dari pengaruh bangsa lain. Bangsa Indonesia berhak mengubah nasibnya sendiri sesuai dengan kepentingan hidup masyarakat.

Untuk itu, ditetapkan UUD 1945 sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa. Untuk melanjutkan kesinambungan masyarakat Indonesia, terus dilakukan perubahan atau pembangunan. Pembangunan yang dilaksanakan terus dibedakan menjadi enam periode. Keenam periode itu sebagai berikut.

Periode Revolusi Fisik (1945-1949)

Periode Konsolidasi (1950-1955)

Periode Rencana Lima Tahun (1956-1960)

Periode Pembangunan Nasional Semesta Berencana Delapan Tahun (1961-1969), yang berhenti dengan adanya G 30 S/PKI pada tahun 1965

Periode Orde Baru (1966-1999)

Periode Reformasi (1999-sekarang)

Masyarakat Indonesia dalam menanggapi perubahan yang terjadi dewasa ini, mempunyai kecenderungan sebagai berikut.

a. Masyarakat Indonesia Cenderung Bertahan Tak Berubah

Maksudnya masyarakat akan menolak nilai-nilai baru yang akan mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, tetap dipertahankan Pancasila serta UUD 1945.

b. Masyarakat Indonesia Cenderung Berubah

Maksudnya masyarakat Indonesia akan menerima nilai-nilai baru hal-hal baru yang membawa manfaat menuju terjaminnya kesinambungan masyarakat Indonesia. Suatu perubahan sosial akan menjamin kesinambungan masyarakat Indonesia sebagai berikut

1) Adanya Perubahan Sistem Budaya Maksudnya dari sistem budaya yang ada di Indonesia yang meliputi

sistem budaya etnik,

sistem budaya agama besar

sistem budaya Indonesia, dan

sistem budaya asing

2) Perubahan Sosial yang Terjadi Mendukung Program Kependudukan

Contoh: Pertumbuhan penduduk dapat dikendalikan melalui program Keluarga Berencana

3) Perubahan Sosial yang Terjadi Mendukung Program Lingkungan

Contoh: Setiap usaha dalam meningkatkan kemakmuran, melalui pengembangan sumber daya alam dan energi, harus mempertimbangkan kelestarian lingkungan

4) Adanya Perubahan Sistem Ekonomi

Contoh: Melakukan penyesuaian kebijaksanaan pembangunan ekonomi terhadap pengaruh liberalisasi dan globalisasi.

Untuk menjamin kesinambungan masyarakat Indonesia perlu dikembangkan dengan cara mengadopsi dan mengadaptasi iptek negara negara maju agar tercapai peningkatan sumber daya manusia Indonesia
Baca Juga:
Satu hal yang harus dimengerti bahwa perubahan yang diharapkan tidak akan terjadi dengan sendirinya, akan tetapi masyarakat Indonesia harus mampu mengubahnya

Baca juga:
  1. Bentuk-Bentuk Konflik Berdasarkan Hubungannya dan Menurut Para Ahli Materi Sosiologi
  2. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial, Faktor Penyebab Perubahan Sosial, dan Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Materi Sosiologi - New!
  3. Dampak Perubahan Sosial Terhadap Kehidupan dan Bentuk-bentuk Disintegrasi Materi Sosiologi - New!
  4. Definisi Konflik Sosial Menurut Para Ahli Sosiologi
  5. Fungsi Konflik Sosial dan Dampak Koflik Sosial Materi Sosiologi
  6. Materi Sosiologi Karakteristik Konflik Sosial
  7. Materi Sosiologi Penyebab Konflik
2. Pemeliharaan Nilai-nilai Luhur Sebagai Upaya Mempertahankan

Kesinambungan Masyarakat Indonesia mewujudkan kesinambungan masyarakat Indonesia, yang masyarakat yang modern, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi keterampilan, dan modal saja adalah tidak cukup. Nilai-nilai yang sesuai dengan kepribadian bangsa yang menggambarkan kebudayaan nasional harus kita pertahankan dan pelihara tanpa perlu mengalami perubahan. Nilai-nilai luhur tersebut merupakan identitas atas jati diri kita sebagai suatu bangsa, sedangkan nilai-nilai lain atau nilai budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, lebih-lebih yang dapat merusak kepribadian bangsa, harus mampu untuk kita tolak.

Oleh karena itu, salah satu persoalan pokok bangsa adalah pewarisan dan pelestarian nilai-nilai yang kita anggap luhur yang menjadi kepribadian sendiri kepada generasi berikutnya. Di sinilah aspek kehidupan yang mengalami perubahan dalam menuju masyarakat modern itu harus mengadakan penyesuaian terhadap nilai-nilai yang luhur tadi

Dalam proses penyesuaian situasi dan kondisi masyarakat umumnya rawan karena nilai-nilai lama mulai ditinggalkan, sedangkan nilai baru belum melembaga. Segala perubahan yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila diharapkan akan tetap menjaga keutuhan dan kesinambungan masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia yang berkesinambungan adalah masyarakat yang kuat, bersatu, dan dinamis

3. Ciri-ciri Masyarakat Tradisional dan Perubahannya Menjadi Masyarakat Modern

pada masyarakat selalu mengalami perubahan peningkatan dalam rangka memperoleh efektivitas dan efisiensi kerja serta mutu kehidupan yang lebih baik Perubahan itu berupa perubahan yang berangsur-angsur meninggalkan pola pikir (rasional) manusia. Perubahan masyarakat ini tidak berlangsung mulus. Bermacam-macam hambatan akan timbul dan terkadang mengalami kesulitan dalam mengatasinya. Misalnya, pada masalah pertumbuhan penduduk, ketenagakerjaan, keamanan, dan kelestarian lingkungan Pola pikir tradisional mengandung unsur-unsur sebagai berikut.

a. Bersifat sederhana dan memiliki daya pakai serta produktivitas yang relatif rendah

b. Bersifat tetap atau monoton

c. Berkaitan erat dengan tradisi masyarakat atau hal-hal yang biasa. dilakukan oleh masyarakat

d. Dalam beberapa hal memiliki sifat irasional, yaitu tidak mengikuti perkembangan zaman dan tidak berdasarkan akal pikiran manusia Pola pikir modern mengandung unsur-unsur sebagai berikut


a. Bersifat dinamis dalam arti berubah mengikuti perkembangan zaman

b. Berdasarkan akal pikir manusia dan senantiasa mengembangkan efisiensi dan efektivitas

c. Bersifat modern,yaitu sistem otomatisasi dan serba mekanis

d. Tidak berkaitan erat dengan kebiasaan atau tradisi masyarakat

Perbedaan prinsip hidup masyarakat tradisional dengan masyarakat modern menurut Drs. Kuswanto sebagai berikut.






Masyarakat di Indonesia, khususnya masyarakat petani, masih percaya bahwa kebahagiaan hidup manusia merupakan nasib yang sudah digariskan, bukan karena keberhasilan usaha manusia. Hal ini, pada hakikatnya menjadikan manusia terikat oleh alam dan kurang agresif untuk berkembang. Proses modernisasi mengubah manusia yang hidupnya bergantung pada alam menjadi manusia yang menaklukkan dan menguasai alam. Masyarakat modern melihat masa depan sebagai hal yang akan diatur, bukan sebagai hal yang telah ditakdirkan. Cita-cita yang diharapkan itu harus dicapai melalui usaha keras, bukan sesuatu yang sudah dibuat

Untuk mencapai tujuan dilandasi langkah-langkah dan hasil pemikiran rasional, bukan sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal mistis atau takhayul.

Terimakasih telah membaca Bentuk Perubahan, Nilai-nilai Luhur dan Ciri Masyarakat Tradisional Materi Sosiologi

/* kode iklan */

jangan lupa iklannya diklik ya, to "Bentuk Perubahan, Nilai-nilai Luhur dan Ciri Masyarakat Tradisional Materi Sosiologi"

Post a Comment