8/12/2016T8/12/2016

Materi Sejarah Perkembangan Pemerintahan Hindu Buddha di Indonesia

/* kode iklan */
/* kode iklan */
C. Perkembangan Pemerintahan Hindu-Buddha di Indonesia

Masuknya pengaruh budaya India, mengubah sistem pemerintahan yang telah ada. Golongan yang memegang kekuasaan dulunya adalah ketua suku, ketua adat, dengan gelar datuk atau ratu, dan raja. Pada saat itu, pergantian pimpinan dilakukan berdasarkan kelebihan kemampuan seseorang dibanding yang lain. Hal ini dikenal dengan istilah primus interpares yang pertama atau utama dari sesamanya). Namun dengan adanya pengaruh India, pimpinan dipilih berdasarkan keturunan atau pertalian darah.Hubungan penguasa dengan rakyatnya berdasarkan kewibawaan dan kehormatan.



Selanjutnya, sistem pemerintahan diatur oleh suatu sistem kerajaan dengan gambaran sebagai berikut.

1. Hubungan penguasa dengan kawula berdasarkan hubungan yang memerintah dengan yang                   diperintah.
2. Pergantian pimpinan berdasarkan keturunan.
3. Gelar penguasa disebut raja atau maharaja.

Dalam sistem pemerintahan Hindu-Buddha di Indonesia, raja tidak memerintah dengan kekuasaan tunggal dan mutlak seperti di India. Namun sistem pemerintahannya terdiri atas daerah-daerah yang diperintah oleh rakai atau rakryan yang memiliki otonomi cukup luas. Namun, para rakai itu umumnya masih memiliki hubungan keluarga dengan  raja. Baik itu hubungan saudara (satu keturunan) maupun melalui perkawinan. Untuk uraian lebih jelasnya, kamu dapat menyimak perkembangan sistem pemerintah pada kerajaan-kerajaan berikut ini.

1. Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan yang terletak di Kalimantan Timur ini berdiri pada tahun 400 Masehi. Raja yang pertama Kundunga. Dilihat dari namanya, raja tersebut tidak beragama Hindu. karena nama tersebut merupakan nama Indonesia asli. Pengaruh Hindu mulai tampak sejak Asmawarman, anak Kundunga, menjadi raja, yaitu dipergunakannya nama yang berbau India. Oleh karena itulah, yang dianggap sebagai pendiri kerajaan adalah Asmawarman, dan bukan Kundunga sendiri. Pada masa Mulawarman, Kutai mengalami kejayaan. Sang raja menaklukkan wilayah-wilayah di sekitarnya untuk memperluas kekuasaannya. Mulawarman sangat dihormati oleh rakyatnya. Ini terbukti dengan dibangunnya beberapa rupa sebagai pernyataan terima kasih atau penghormatan kepada sang raja. Selain itu, hubungan dengan negara lain juga terjalin dengan baik, terutama dalam bidang perdagangan dan keagamaan. Yupa dibangun dengan maksud untuk menunjukkan tunduknya rakyat terhadap raja. Itulah wujud digunakannya seni budaya dalam pemerintaha Mengapa Yupa dimasukkan dalam peninggalan Hindu? Bagaimana ciri lebih lanjut tentang peninggalan-peninggalan Hindu di Kutai

2. Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara terletak di Jawa Barat, tepatnya di tepi Sungai Cisadane Bogor sekarang). Kerajaan ini berkembang sekitar abad Kerajaan mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintaha Purnawarman. Raja Dalam masa pemerintahannya, Tarumanegara menjalihubungan yang erat dengan negara-negara tetangga lainnya. Buktinya dapat dilihat berita-berita Cina yang ditemukan seltanda keberadaan kerajaan bagai  Masyarakat Tarumanegara menganut dua agama yaitu Hindu dan kepercayaan asl
setempat.

3. Kerajaan Mataram Kuno

Mataram Kuno terletak di Jawa Tengah. Dalam sejarah pemerintahannya, Kerajaan Mataram Kuno didahului oleh Kerajaan Kalingga yang kemudian menjadi cikal bakal kerajaan besar ini. Menurut prasasti prasasti yang telah ditemukan seperti prasasti Canggal dan Mantyasih, Mataram Kuno diperintah oleh Namun, menurut prasasti Hampran Kalasan, dan Sojomerto, Dinasti Syailendra-lah yang memegang pemerintahan atas Kerajaan Mataram Kedua pendapat tersebut tidaklah salah karena keduanya berasal dari satu keturunan yang sama  Raja terbesar di kerajaan ini adalah Rakai Beliau memeluk agama Hindu Siwa, Selanjutnya beliau digantikan oleh Rakai Panangkaran. Dalam mas  pemerintahannya banyak  mendirikan berbagai bangunan suci Hindu dan Buddha dalam bentuk candi Sumber: Searah Nasionarndonesia Mataram juga pernah melakukan perluasan Gambar 2.8 diperintah sampai di Galuh, Sunda, dan Jawa Timur. Mataram Kuno pernah yang oleh Samaratungga dan Adik tiri kelak mendirikan bernama diusir hingga ke tanah Sumatra dan Sriwijaya. Mataram Kuno mengalami kemunduran karena raja-raja selanjutnya tidak mampu mengendalikan pemerintahan Raja terakhir yang berkuasa adalah Rakai Sumba Wawa. Masa pemerintahan Rakai Sumba berakhir dengan tiba-tiba. Apa penyebabnya Informasi  Pralaya di Bumi Mataram Masa pemerintahan Rakai sumba berakhir dengan diduga karena teriadbencana alam, yaitu meletusnya Gunung Merapi. Menurut gunung tersebut sebagian besar puncaknya lenyap dan tenadi lapisan tanah ke arah barat daya sehingga yang membentuk Gunung itu membentur lempengan Dengan berakhirnya pemerintahan Rakai Sumba, berakhir pula kek Wangsa Kerajaan Selanjutnya, di Jawa Timur, Pu Sindok membangun ibu kota baru, yaitu di tetap Mataram. Oleh karena itu, Pu Sindok dianggap sebagai pendiri wangsa baru, yaitu Wangsa Isana. Pada perkembangan selanjutnya Kerajaan Mataram dibagi menjadi dua, yaitu Kerajaan dan Kerajaan Panjalu (Kediri) Namun, Kerajaan Jenggala tidak dapat berkembang dan akhirnya meredup sedangkan Kerajaan Kediri baru runtuh pada tahun 1222 Masehi karena ditaklukkan (Akuwu) dari Tumapel, yaitu Ken Arok

Untuk Anda Yang Ingin Mencari Materi Lainnya Silahkan klik Disini

4. Kerajaan Sriwijaya

Berdasarkan bukti yang ditemukan, dapat disimpulkan bahwa kerajaan ini berpusat di Palembang. Kerajaan ini berdiri pada abad VII Masehi. Balaputradewa menjadi raja terbesar di kerajaan ini. Di bawah pe merintahannya,kerajaan ini disegani berkat kekuatan armada lautnya. Sriwijayajuga menjadi pusat perdagangan yang kuat karena terletak di jalur perdagangan nasional dan internasional. Sriwijaya juga menjalin hubungan yang baik dengan negara negara lain. Kejayaan Sriwijaya berlangsung dari abad IX-XI Masehi. Waktu itu, rakyathidup dengan tenteram. Namun,  balaputrade meninggal, tidak ada pengganti yang cukup dan mampu mempertahankan kerajaan kejayaannya. Selain itu, serangan dari Colamandala turut melemahkan
ini

Baca juga: Materi Sejarah Perkembangan Masyarakat Pada Masa Hindu Buddha
                Materi Sejarah Perkembangan Kebudayaan Hindu Buddha di Indonesia 

5. Kerajaan Singasari

   Masih ingatkah kamu akhir riwayat Kerajaan Kediri? Raja terakhir Kediri, yaitu Kertajaya, berhasil digulingkan oleh Ken Siapakah Ken Arok itu? Men namanya begitu menggemparkan? Menurut kitab Pararato dan Negarakertagama, pendiri dan raja pertama Tiimapel Girindra. adalah Dia sekaligus pendiri Dinasti Rajasa atau Oleh karenu itu, ia menjadi cikal bakal Singasari dan Majapahit. Menurut kitab Pararaton, Arok merupakan anak Ken Endok, Gajah Para, seorang petani. Suatu ketika, Ken Endok akan mengantarkan makanan kepada suaminya Gajah Para di sawah. Pada saat itu, ia ditemui oleh Dewa Brahma sehingga berasal dari Berdasarkan cerita itu, banyak sarjana berpendapat bahwa Ken Arok rakyat biasa. Informasi Kehidupan Pemerintahan di Majapahit Dalam kehidupan politik, Majapahit sering mengalami pemberontakan- pemberontakan. tersebut sering terjadi karena munculnya ketidakpuasan antara para tokoh di kerajaan tersebut. Pemberontakan pemberontakan muncul pada masa pemerintahan Raja Jayanegara. Pemerintahan raja yang tidak tegas turut memicu munculnya pemberontakan-pemberontakan tersebut. Beberapa tokoh yang terlibat dalam pemberontakan antara lain Ranggalawe seorang tokoh pendiri Majapahit), Sora, Nambi, Semi, dan Kuti. Mereka merupakan beberapa tokoh prajurit Majapahit. Pemberontakan mereka dapat dipadamkan oleh prajurit-prajurit yang setia terhadap raja. Salah seorang tokoh yang sukses menumpas pemberontakan pemberontakan tersebut adalah Gajah Mada Gajah Mada merupakan patih dari Raja Hayam Wuruk. Pada saat Hayam Wuruk erkuasa struktur pemerintahannya mencerminkan adanya kekuasaan yang bersifat teritorial dan desentralisasi. Secara keseluruhan, struktur pemerintahan tidak berbeda jauh dengan keadaan pada saat pemerintahan Hayam wuruk Dalam pemerintahan.

raja dibantu oleh pejabat-pejabat, yaitu

1. Kumararaja, yaitu raja muda
2. Batara Saptaprabu, yaitu suatu lembaga dewan pertimbangan yang bertugas memberi saran raja.           Anggotanya adalah saudara para sanak saudara raja.
3. Paduka Batara, yaitu raja-raja daerah yang masing-masing memerintah negara daerah (bawahan
4. Rakryan Mahamantri Katrini, yaitu terdiri atas Rakryan MahamantriiHino, Rakryan
5. Mahamantri i Halu, dan Rakryan Mahamantri i Sirikan Rakryan Mahamantri Pakirakinan, yaitu           pejabat tinggi (dewan menteri) sebagai badan pelaksana harian. Dewan ini terdiri atas Rakryan             Mahapatih. Demung Rangga, dan Kanuruhan
6. Dharmadyaksa, yaitu pejabat tinggi bidang keagamaan
7. Dharmauppati, yaitu sejumlah pejabat keagamaan yang diberi sebutan Sang Pamegat, yang                   membantu tugas-tugas Dharmadyaksa.

Setelah Hayam Wuruk dan Gajah Mada wafat, tidak ada pengganti yang cocok untuk meneruskan pemerintahan Akhirnya, Hayam Wuruk mengangkat putrinya yang bernama Kusumawardhani dan menantunya Wikramawardhana. Pergantian kekuasaan itu menyebabkan timbulnya Perang Paregreg antara Wikramawardhana dan Bhre Wirabumi. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1 Wirabumi bagai putra Hayam Wuruk menduduki takhta Kerajaan Majapahit. Sejak saat itu Majapahit mengalami kemunduran.

/* kode iklan */

jangan lupa iklannya diklik ya, to "Materi Sejarah Perkembangan Pemerintahan Hindu Buddha di Indonesia"

Post a Comment