8/09/2016T8/09/2016

Materi Sejarah Asal Usul Manusia Indonesia

/* kode iklan */
/* kode iklan */
A. Asal Usul Manusia Indonesia

Kapan terbentuknya Kepulauan Indonesia, telah kamu ketahui melalui pelajaran Geografi. Dari waktu ke waktu, kenampakan alam Kepulauan Indonesia mengalami perubahan. Perubahan itu memengaruhi ekosistem yang ada di dalamnya. Fauna yang hidup di Indonesia bagian barat lebih mendekati jenis fauna yang ada di daratan Asia Sebaliknya, fauna yang hidup di Indonesia bagian timur pun mendekati fauna yang ada di Benua Australia. Demikian pula halnya dengan beragam jenis floranya. Lalu, bagaimana dengan kehidupan manusia yang ada di Kepulauan Indonesia? Umur bumi bisa dibagi menjadi beberapa zaman. Zaman palaeozoikum, mesozoikum. dan neozoikum. Masing-masing aman memiliki ciri-ciri tersendiri. Manusia diperkirakan mulai menghuni bumi pada zaman neozoikum masa kuarter. Apakah manusia zaman itu mirip dengan manusia zaman sekarang? Inilah yang senantiasa diteliti oleh para ahli. Para ahli perlahan-lahan berhasil menyingkap tabir perkembangan manusia Sehingga lahirlah beragam pendapat dan teori tentang asal usul manusia. Namun, mereka sepakat bahwa kurun waktu di mana manusia belum mengenal tulisan itu disebut dengan zaman prasejarah.

Mengenal Zaman Praaksara atau Prasejarah

Praaksara atau prasejarah merupakan suatu kurun waktu yang terpanjang dalam sejarah mat manusia, yaitu sejak hadirnya manusia di bumi hingga ditemukannya pengetahuan tentang tulisan atau aksara yang menandai era sejarah. Penelitian di bidang prasejarah berupaya menjelaskan kehidupan manusia purba melalui peninggalan peninggalan mereka. Peninggalan tersebut meliputi sisa-sisa tulang belulang manusia maupun benda-benda (artefak) yang pernah dibuat, dipakai, atau dibuang oleh mereka.

Benda-benda alam seperti tulang hewan (ekofak), cangkang kerang, atau arang sisa bakaran juga dipelajari untuk mengetahui bentuk interaksi antara manusia purba dengan alam sekitarnya periode pertama dalam masa prasejarah adalah masa Paleolitik atau masa mengumpulkan makanan. Disebut demikian karena manusia pada masa itu (sekitar satu juta tahun yang lampau) belum tinggal menetap, masih mengembara dari satu tempat ke tempat lain tanpa tujuan. Dalam pengembaraan dari satu wilayah ke wilayah lain itu mereka berburu dan mengumpulkan makanan yang disediakan alam untuk memenuhi kebutuhannya, seperti mengumpulkan buah-buahan, umbi umbian dan sebagainya peralatan yang ditinggalkan adalah peralatan dari batu yang disebut kapak genggam

Periode Mesolitik atau Epi paleolitik atau masa mengumpulkan makanan tingkat lan dimulai pada akhir Zaman Es sekitar 10.000 tahun yang lampau. Dari masa ini, ditemukan berbagai artefak dari permukiman-permukiman yang berdiri di sepanjang paniai kuna di Selat Mataka dan gua-gua yang tersebar di Sumatra, Jawa. Sulawesi, Flores dan Timor. Penduduk di permukiman-permukiman tepi pantai makan dan membuang cangkang kerang dekat tempat tinggalnya hingga membukit Bukit kerang yang memfosil inilah yang disebut kjokkenmoddinge atau sampah dapur'. Peralatan sehari-hari yang digunakan adalah kapak yang disebut kapak Sumatra" atau sumatralith

Periode Neolitik atau masa "bercocok tanam" mulai di Indonesia sekitar 1500 SM Sebagian besar manusia yang hidup pada masa ini adalah dari ras Paleo-Mongoloid atau Mongoloid. Mereka tinggal menetap di sebuah perkampungan dengan cara hidup bertani (bercocok tanam). Indonesia mengenal dua jenis peralatan neolitik, yaitu beliung yang persebarannya di bagian barat kepulauan dan kapak lonjong di bagian timur. Zaman am awal atau masa perundagian" di Indonesia dimulai beberapa abad sebelum Masehi. Manusia memiliki kepandaian dalam hal melebur perunggu dan juga dapat membuat benda-benda dari besi. Teknik yang dikenal di Indonesia ini berasal dari budaya Dong Son di Tonkin (Vietnam). Kapak-kapak perunggu yang dibuat di Indonesia terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran. Beberapa bentuk yang menarik adalah kapak candrasa yang ditemukan di Jawa, dan kapak-kapak upacara lain dari pulau Bali dan Roti Artefak ang paling menarik dari masa ini adalah genderang perunggu yang amat besar. disebut nekara an tetapi ada genderang moko yang bentuknya tinggi dan ramping yang tentunya dibuat di Indonesia, karena ada sisa-sisa cetakan perunggu yang telah ditemukan di Bali. Nekara-nekara ini digunakan sebagai genderang perang keperluan upacara keagama Prasejarah bisa diartikan sebagai bagian ilmu sejarah tentang zaman ketika manusia hidup dalam kebudayaan yang belum mengenal tulisan. Yang menjadi objek dari ilmu ini adalah beragam bentuk peninggalan yang diduga pernah dipakai oleh manusia masa itu. Permasalahannya, mengapa tulisan dijadikan pembatas dari sebuah zamaPembelajaran berikut akan mencoba mendeskripsikannya.

1. Penemuan Manusia Indonesia

Sejarah kehadiran manusia generasi pertama yang ada di Indonesia, menarik perhatian para ahli sejarah antropologi, dan arkeologi. Mengapa? Kepulauan Indonesia ternyata merupakan salah satu tempat di dunia yang dihuni oleh manusia purba. Kalau kamu tahu bahwa di dunia ini lokasi yang diduga pernah menjadi tempat tinggal manusia purba, tidak lebih dari sepuluh buah. Oleh karena itu, tidak aneh apabila para peneliti dunia banyak yang berdatangan ke Indonesia untuk meneliti asal usul manusia Salah satu hal yang sangat mendukung pengungkapan misteri manusia Indonesia pada masa awal adalah di temukannya beragam fosil. Kamu tentu mengetahui apa daerah Trinil, Ngawi, Jawa Timur pada tahun 1890-an. Peneliti yang menemukan dalah Eugene Dubois, Fosil itu meliputi tengkorak atas, rahang bawah, dan sebuah tulang paha. Dari hasil reka ulang, fosil ini kemudian diberi nama Pithecanthropuserectus yang berarti manusia kera yang berjalan tegak. Mungkinkah fosil ini sebagai nenek moyang bangsa Indonesia? Tidak ada yang bisa menjawabnya secara pasti karena keterbatasan sumber-sumber sejarah. Apalagi di berbagai daerah di Indonesia uga ditemukan beragam fosil dengan ciri-ciri dan usia yang berbeda-beda Jenis manusia purba yang berhasil ditemukan di Indonesia bisa diklasifikasikan sebagai berikut


Meganthropus palaeojavanicus ditemukan oleh von Konigswald di Pucangan tahun 1936-1941 Mage berarti besar dan Anthropus berarti manusia

Pithecanthropus
Tinggi badannya kira-kira 165-180 cm, tubuh dan badannya tegap, gerahamnya besar, rahangnya kuat, tonjolan kening tebal dan berhidung besar Fosilnya ditemukan oleh Eugene Dubois di Trinil Ngawi, Jawa Timur tahun 1890-an.

Pritekos berarti kera dan nthropus berarti manusia). Fosil ini ditemukan oleh von Rietschoten pada tahun 1889,

Homo sapiens
Wajak, Campur Darat, Tulungagung, Jawa Timur. (Homo berarti manusia dan Sapiens berarti cerdas Penemuan fosil manusia purba di Indonesia yang paling akhir adalah tahun 2003. Penemuan ini menimbulkan perdebatan di kalangan para ahli, karena pendapat dua ahli dari Australia yang menyebutkan bahwa Homo floresiensis adalah nenek moyang manusia Indonesia. Padahal, menurut para ahli Indonesia fosil itu adalah termasuk jenis Homo erectus yang menjadi kerdil karena terisolasi di suatu daerah.

Dari berbagai temuan fosil di atas, para ahli menyimpul kan bahwa manusia yang hidup di alam Indonesia diperkirakan berasal dari zaman pleistosen awal kira-kira 1,9 juta tahun yang lalu. Manusia yang hidup pada zaman itu sangat bergantung pada kondisi alam. Artinya, sebagian besar kebutuhan hidupnya dipenuhi secara langsung dari lingkungan sekitarnya. Dalam perkembangannya, mereka setahap demi setahap mulai menggunakan beragam peralatan dari batu untuk membantu mengatasi kesulitan hidupnya. Peralatan inilah yang kemudian ditinggalkan sehingga menjadi fosil . yang sangat membantu para ahli di dalam membuka misteri kehidupan mereka Informasi Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia Walaupun Homo erectus dan Homo wajakensis pernah tinggal dan hidup diindonesia, tetapi ada yang menduga bahwa keduanya bukan nenek moyang bangsa indonesia. Kedua jenis manusia ini punah dari bumi Nusantara, Demikian pula, nasib Australomelanesid yang juga diragukan sebagai nenek moyang bangsa Indonesia. Benarkah? Berdasarkan ciri-ciri fisik bangsa Indonesia, terutama yang tinggal di kawasan timur, kita jumpai pewarisan Australomelanesid,  yaitu tinggi, berkulit agak gelap, hidung lebih mancung, dan berambut keriting. Ciri-ciri ini pun kadang-kadang muncul juga pada bangsa Indonesia yang tinggal di kawasan barat

Ada beberapa dugaan asal usul bangsa Australomelanesid sebagai berikut. Keturunan langsung dari Homo wajakensis, Dugaan ini didasarkan atas pewarisan ciri fisik ragawi, Jadi, Australomelanesid adalah bangsa asli Nusantara

Keturunan Proto australoid yang berpindah dari sekitar Laut Tengah dan pernah tinggal di India sebelum hadimya bangsa Dravida. Namun, sebagian dari mereka kemudian terdesak ke pegunungan menjadi kasta rendah dan sebagian lagi bergeser ke timur termasuk ke Nusantara. Bahkan, ada juga yang sampai Benua Australia. Persamaan ciri ragawi dan bahasa mendasari dugaan ini. Jadi, bangsa ini bukan asli Nusantara

Dengan demikian, yang berhak ditunjuk sebagai nenek moyang bangsa Indonesia sebaiknya jangan hanya bangsa Melayu austronesia, tetapi juga bangsa Australomelanesid, walaupun sumbangannya lebih kecil. Tidak diragukan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia yang bersuku-suku ini adalah bangsa Melayu austronesia Perpindahan dan persebaran bangsa Melayu austronesia ke Indonesia tidak teriadi sekaligus, tetapi berlangsung secara bertahap. Tahap-tahap perpindahan dan persebarannya sebagai

a. Periode I

Periode l ini berlangsung sekitar 1500 SM, dan disebut sebagai berasal Proto Melayu atau Melayu Tua. Melayu ini diduga dari Yunan (Cina Selatan). Mereka pindah ke Indonesia dua Jalur Selatan melalui Thailand-Selat Malaka-masuk ke Indonesia.

Jalur Timur melalui Vietnam-Taiwan-Filipina-masuk ke Indonesia dari arah utara. Mereka datang dengan membawa kebudayaan Baru (Neolitikum. Berdasarkan temuan persebaran kebudayaan bangsa Melayu melayu telah memasuki indonesia dan menyebar. Protdi seluruh bagian serta kemudian ada yang berbaur dengan penduduk sebelumnya, Australomelanesid.

b. Periode II

Periode berlangsung sekitar tahun 300 SM. Bangsa Melayu Austronesia gelombang
ini juga sebagai Deutero Melayu Muda Mereka diduga berasal dari Dong son (Vietnam sekarang)
tersebut didasarkan atas persamaan teknologi barang-barang yang mereka logam (perunggu dan besi) maupun  Barang barang yang ditemukan Indonesia sebagai jenis budaya yang berkembang dari kawasan Dong Son Vietnam. Mereka datang dengan membawa kebudayaan logam sehingga Indonesia memasuki masa yang disebut Masa Perundagian Kehidupan Manusia Awal di Indonesia beragam penemuan fosil manusia purba di Indonesia para ahli berhasil menduga bagaimana kehidupan yang mereka jalani

Bagaimana mungkin ahli itu bisa menceritakan kembali kehidupan manusia yang pernah hidup pada jutaan tahun yang lampau? beberapa cara yang mengungkapkan kehidupan manusia purba.

a. Meneliti Peralatan 
yang Pernah Dipakai bisa dari bentuk peralatan yang pernah mereka pakai. Kebanyakan peralatan membuat memotong hewan buruan, dan membuat peralatan yang lain Peralatan yang ditemukan pada zaman pleistosen awal antara lain berupa kapak penetak dan alat-alat serpih. Bahkan di berbagai tempat juga ditemukan peralatan Peralatan yang terbuat dari tulang yang berguna untuk mencukil tanah Kesimpulan sementara yang dihasilkan oleh peneliti adalah bahwa kehidupan manusia purba pada masa awal masih sangat sederhana dan mereka belum menetap di suatu tempat. Mereka hidup dalam kelompok-kelompok kecil dan bermata pencaharian berburu serta mengumpulkan bahan makanan

b. Meneliti sisa-sisa Fosil Makanan
tempat-tempat yang diduga pernah digunakan sebagai tempat tinggal manusia biasanya ditemukan beragam fosil yang berkaitan dengan pola konsumsi manusia purba. seperti yang di dalam Gua lores, Tenggara Timur. Beragam fosil gajah dan kerbau purba, bisa dijadikan petunjuk bahwa manusia purba sudah model berburu binatang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Model yang lain ditemukan di dalam sebuah gua di kawasan Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di situ ditemukan sisa-sisa perapian yang diduga pernah digunakan untuk mengolah dan memasak hewan-hewan buruan Dengan mengetahui usia fosil dan tanah tempat mereka tinggal, kita bisa mem perkirakan sejak kapan manusia Indonesia hidup dan tinggal di atasnya. Hanya saja, kita juga perlu mengetahui manusia-manusia purba yang tinggal di luar Indonesia. Bisakah kamu mendiskusikannya


/* kode iklan */

jangan lupa iklannya diklik ya, to "Materi Sejarah Asal Usul Manusia Indonesia"

Post a Comment