8/02/2016T8/02/2016

Contoh Laporan Study Tour Wisata Semarang Jawa Tengah

/* kode iklan */
/* kode iklan */
Contoh Laporan Study Tour Wisata Semarang Jawa Tengah
LAPORAN STUDI WISATA SISWA
KE JAWA TENGAH

SMA NEGERI 1 PENGASIH








Laporan ini diajukan untuk melengkapi dan memenuhi tugas-tugas pada kelas XI
SMA Negeri 1 Pengasih Kulon Progo
Tahun Ajaran 2014/2015

Disusun Oleh:
  1. xxxxxxxxx
  2. xxxxxxxxxxx
  3. xxxxxxxxxx

SMA N 1 PENGASIH KULON PROGO
YOGYAKARTA
2015


Halaman Pengesahan

Laporan ini disetujui, dinilai dan disahkan pada :
Hari                 :
Tanggal           :
Tempat            :
Pengasih , Januari 2015

Disetujui Oleh             :

 Guru  Pembimbing II                                                                             Guru Pembimbing I


Drs. Wasito                                                                            Fahrudin, SE   
NIP 19590212 198703 1 011                                     NIP 1967125 200801 1 004

Mengesahkan :
Kepala Sekolah


Drs. Ambar Gunawan
NIP 19611016 198501 1 001


iii


HALAMAN MOTTO

v  Percaya diri adalah rahasia menuju kesuksesan.
v  Sifat manusia yang paling dapat diuji adalah semangat dan keuletannya.
v  Kehancuran terbesar manusia adalah rasa keputus asaan.
v  Tanpa kesungguhan tiada keberhasilan.
v  Sekali melangkah tanpa menyerah, sekali tampil harus berhasil.
v  Keinginan untuk melakukan sesuatu adalah syarat untuk keberhasilan.
v  Ilmu tak diamalkan ibarat pohon tak berbuah.








                                                                                                                             








iv



HALAMAN PERSEMBAHAN
Laporan study tour ini kami buat dan kami persembahkan untuk orang-orang yang kami cintai, yaitu:
1.        Drs Ambar Gunawan selaku kepala sekolah SMA N 1 Pengasih yang telah mendukung kegiatan ini.
2.        Bapak Ibu guru yang telah bersedia membimbing dan mendampingi kami.
3.        Orang tua yang telah memberikan dukugan dan bantuan material kepada kami.
4.        Teman – teman yang telah membantu dan meberikan motivasi kepada kami.
5.        Siswa – siswi SMA N 1 Pengasih.
6.        Bagi semuanya yang membutuhkan dam memanfaatkan laporan ini.

















v



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami keluarga besar SMA Negeri 1 Pengasih dapat menyelesaikan kegiatan Study Wisata ke Jawa Tengah pada tanggal, serta kami dari kelompok 6 juga dapat menyusun Laporan Study Wisata sesuai harapan.
Kegiatan Study Wisata Jawa tengah dimaksudkan untuk memadukan kegiatan wisata dengan pengamatan obyek tertentu dengan teori yang dipelajari di sekolah dan bertujuan untuk menambah wawasan para siswa. Akhirnya, setiap kegiatan study wisata kami telah terangkum dalam laporan ini dengan harapan kami mendapat sebuah pengalaman tertulis.
Dalam penyusunan laporan  ini, kami menyadari telah memperoleh banyak batuan baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu kami ucapan terimakasih kepada :
1.      Drs. Ambar Gunawan selaku kepala sekolah SMA N 1 Pengasih  yang telah memberikan izin kami wisata ke Jawa tengah.
2.      Bapak / Ibu guru pendamping yang telah memberi petunjuk dalam menyusun laporan ini.
3.      Teman teman yang telah membantu baik dalam penyusunan laporan ini.
4.      Semua pihak yang tidak mampu kami sebutkan satu per satu yang telah membantu kami dalam kegiatan study tour, maupun dalam penyusunan laporan ini.
Kami menyadari bahwa tidak ada hal yang sempurna, termasuk laporan ini. Karena itu, berbagai kritik dan saran yang membangun tetap kami nantikan demi kesempurnaan laporan ini. Kami berharap laporan ini dapat bermanfaat dan digunakan sebagaimana mestinya.
                                                                                                      Pengasih, Januari 2015


                                                                                                              Penyusun



vi
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................      i
HALAMAN PENGESAHAN ...............................................................................    iii
HALAMAN MOTTO............................................................................................    iv
HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................     v
KATA PENGANTAR ..........................................................................................    vi
DAFTAR ISI    .....................................................................................................   vii
BAB I PENDAHULUAN ……………………..………………………..................8
A.    Latar Belakang Studi Wisata………………………………………….….....8
B.     Tujuan……………………………………………………………………….8
C.     Waktu dan Tempat………………………………………...………………...9
D.    Sarana…………………………………………………..……………...….…9
BAB II PENGAMATAN OBJEK STUDI DAN WISATA...……………………...10
A.     Keadaan Jawa Tengah …………………………………...…………..…….10
1.      Sejarah Jawa Tengah…………………………………...…………..…...10
2.      Letak Jawa Tengah………………………………………………..….…11
B.     Pengamatan objek wisata…………………………………………….……..12
C.     BAB III PENUTUP………………………………………………….…......28
A.    Kesimpulan………………………………………………….…….…....28
B.     Kritik dan Saran ………………………………………………....……..28
LAMPIRAN………………………………………………………………...……...29
DAFTAR PUSAKA………………………………………………………..….…...
29




vii

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Studi Wisata
Study tour atau studi wisata berarti mengunjungi atau menghayati sesuatu tempat yang mengandung unsur : nilai budaya, sejarah, pendidikan, rekreasi, dan sebagainya untuk memperoleh pengalaman atau pengetahuan.
Studi wisata adalah kunjungan yang dilakukan para siswa pada tempat yang mengandung unsur : nilai budaya, sejarah, pendidikan, rekreasi, dan sebagainya yang diselenggarakan secara terarah, terkoordinasi, dan diikuti oleh sejumlah siswa dengan bimbingan/ pengawasan dan tanggung jawab Kepala Sekolah. Studi wisata sebagai salah satu usaha pembinaan siswa dan merupakan sarana memperluas wawasan wiyata mandala.

B.     Tujuan
Kegiatan studi wisata ini diselenggarakan karena memiliki berapa tujuan, diantaranya yaitu tujuan umum dan tujuan khusus sebagai berikut
1.     Tujuan Umum
a.      Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
b.     Meningkatkan wawasan yang dapat memupuk rasa persatuan dan kesatuan cinta tanah air dan bangsa, menumbuhkan semangat idealisme dan patriotisme.
c.      Memupuk persahabatan antar bangsa dalam mengahadapi era globalisasi dunia.
2.     Tujuan Khusus
a.      Para siswa memiliki kemampuan pengetahuan tentang kepariwisataan.
b.     Para siswa memiliki kemampuan melakukan kegiatan tour secara efektif, efisien, terpadu, terarah, dan bertanggung jawab.
c.      Para siswa memiliki sikap menghargai terhadap lingkungan, nilai- nilai seni budaya bangsa, sejarah perjuangan bangsa, serta memelihara keseimbangan, kesegaran jasmani dan rohani dalam rangka usaha meningkatkan kebiasaan hidup sehat.



C.    Waktu dan Tempat
1.         Waktu : kegiatan studi wisata ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 24 Desember 2014
2.     Tempat :
                        Jawa Tengah dengan obyek- obyek sebagai berikut:
·         PT, The Botol Sosro
·         Lawang Sewu
·         Masjid Agung Semarang


D.    Sarana
1. Sarana Transportasi
-   Prayoga Prima Tour
2. Sarana Akomodasi
3.     Pemandu
Setiap bus didampingi seorang Tour  Guide dan seorang pemandu
4.     Konsumsi
siang nasi box dan petang di restaurant Lokal














BAB II
PENGAMATAN OBJEK STUDI DAN WISATA

A.    Keadaan Jawa Tengah

1.      Sejarah Jawa Tengah
Sejarah provinsi jawa tengah. Sejarah jawa tengah. Asal usul provinsi jawa tengah. Sejarah propinsi jawa tengah. Sejarah kota jawa tengah. Asal usul jawa tengah. Sejarah berdirinya jawa tengah.
Sejarah terbentuknya jawa tengah. Propinsi banyumas. Tahun berdirinya jawa tengah. Sejarah berdirinya provinsi jawa tengah. Hari jadi provinsi jawa tengah. Sejarah berdirinya dinas kesehatan provinsi jateng. Tanggal dibangunnya dan nama provinsi.
Sejarah terbentuknya provinsi jawa timur. Sejarah provinsi jateng. Sejarah provinsi surakarta. Kawedanan kota banjar jawa barat. Asal usul propinsi jawa tengah. Otonomi daerah jawa tengah. Sejarah pembentukan provinsi jawa tengah.
Asal mula terbentuknya jawa tengah. Sejarah banyumas indonesia. Sejarah kota jateng. Asal mula jawa tengah. Berdirinya provinsi di indonesia. Karesidenan di jawa tengah.
Legenda terbentuknya jawa tengah. Sejarah berdirinya jawatengah. Karisidenan magelang. Karesidenan jepara rembang. Asal usul terbentuk nya uud. Asal usul berdirinya provinsi jawa timur. Sejarah provinsi jawa.
Berdirinya provinsi aceh. Asal mula provinsi jawa tengah. Sejarah terbentuknya provinsi di indonesia. Cerita asal usul kota di jawa tengah. Cerita asal usul jawa tengah. Asal usul nama jawa tengah. Sejarah berdirinya dinas kesehatan provinsi jawa tengah.
Bentuknya provinsi jawa timur. Sejarah terbentuknya jawa barat. Sejarah terbentuknya provinsi jawa tengah. Terbentuknya provinsi jawa barat. Tanggal berdirinya jawa tengah. Asal mula terjadinya provinsi jawa tengah. Terbentuknya jawa.
Asal usul provinsi jawa barat. Asal usul daerah kota dijawa tengah basa jawa. Nama kawedanan di jawa timur zaman hindia belanda. Hari tanggal dan tahun berdirinya jawa tengah. Definisi musik daerah jawa tengah. Asal usul purbalingga. Sejarah pembentukan provinsi aceh.
Karakteristik musik jawa tengah. Asal usul banyumas ja teng. Legenda terbentuknya provinsi jawa barat. Asal usul kota tegal jawatengah. Tanggal terbentuk provinsi jawa timur. Kisah sejarah musik jawa timur. Asal muasal propinsi semarang.
Sejarah keresidenan di indonesia. Tahun berdirinya propinsi d iindonesia. Sejarah berdirinya propinsi jawa tengah. Tanggal berdirinya provinsi jawa tengah. Tanggal berdirinya jawa barat. Sejarah musik jawa timur. Berdirinya provinsijawa barat.
Sejarah asal pekalongan. Sejarah terbentuknya pulau jawa tengah. Asal usul terbentuknya jawa timur. Asal usul berdirinya jawa tengah. Berdirinya wilayah provinsi jawa barat. Hari tanggal tahun berdirinya aceh. Asal usul terjadinya provinsi jawa tengah.
Hari tanggal berdirinya provinsi jawa barat. Daftar provinsi beserta tanggal berdirinya. Tanggal terbentuknya provinsi di indonesia. Berdirinya provinsi jateng. Legenda terbentuknya semarang. Sejarah terbentuknya provinsi jawa barat. Berdirinya jawa tengah.
Nama nama karesidenan se jawa tengah. Www.tahun berdirinya propinsi di wilayah barat indonesia. Legenda di provinsi jawa tengah. Cerita sejarah terbentuk nya kota semarang dalam bahasa jawa. Tahun berdirinya provinsi di indonesia. Dibentuknya provinsi jawa timur tengah barat. Banyu mas menjadi provinsi.
Terbentuknya provinsi sesudah kemerdekaan. Th tgl berdirinya propinsi jawa barat. Daftar berdirinya provinsi di indonesia. Tahun berdirinya prop jawatengah. Terbentuknya provinsi jawa timur tahun. Sejarah terbentuknya provinsi papua barat. Daftar hari jadi kabupaten kota di jawa tengah.

2.     Letak Jawa Tengah
Letak geografis Jawa Tengah di antara tiga provinsi yaitu Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Jarak terjauh dari Barat ke Timur adalah 263 Km dan dari Utara ke Selatan 226 Km.
 B. Pengamatan objek wisata
1.PT. Teh Botol Sosro
Cikal bakal PT. Sosro bermula dari usaha keluarga Sosrodjojo yang menjual teh wangi pada tahun 1940 di Kabupaten Slawi, Propinsi Jawa Tengah. Setelah 25 tahun menjual teh wangi, keluarga Sosorodjojo mulai mengembangkan bisnis di Cakung. Kemudian pada tahun 1974, didirikan PT. Sinar Sosro yang bergerak di bidang minuman teh dalam botol. PT. Sinar Sosro cabang Deli Serdang merupakan salah satu cabang perusahaan yang diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara, Bapak Kaharuddin Nasution, pada tanggal 28 Juli 1984. PT. Sinar Sosro pernah beberapa kali berganti nama. Pada awal berdiri bernama PT. Toba Sosro Kencono, kemudian berganti nama menjadi PT. Reksobudi Adijaya pada tahun 1995. Pada tahun 2000 berubah lagi menjadi PT. Sinar Sosro yang memiliki visi untuk menjadi perusahaan beverage yang memimpin di pasar lokal dan internasional. PT. Sinar Sosro memiliki filosofi yaitu niat baik terhadap konsumen dan lingkungan. Produk-produk yang dihasilkan PT. Sinar Sosro tidak menggunakan 3P (Pewarna, Pengawet dan Pemanis Buatan) sehingga aman dikonsumsi oleh semua usia tanpa efek samping. Selain itu, proses produksi yang tidak menimbulkan limbah yang dapat mencemari lingkungan karena telah diolah dengan baik, salah satu contoh adalah pengolahan ampas teh menjadi pupuk.
Adapun cabang-cabang PT. Sinar Sosro adalah:
1. PT. Sinar Sosro Cakung (kantor Pusat), Cakung – Jakarta Timur.
2. PT. Sinar Sosro Pabrik Tambun, Bekasi – Jawa Barat.
3. PT. Sinar Sosro Pabrik Cibitung, Jawa Barat.
4. PT. Sinar Sosro Pabrik Ungaran, Semarang – Jawa Tengah.
5. PT. Sinar Sosro Pabrik Gresik, Surabaya – Jawa Timur.
6. PT. Sinar Sosro Pabrik Pandeglang, Banten.
7. PT. Sinar Sosro Pabrik Gianyar, Gianyar – Bali.
8. PT. Sinar Sosro Pabrik Deli Serdang, Tanjung Morawa – Sumatera Utara.
9. PT. Sinar Sosro Palembang.
10. PT. Sinar Sosro Mojokerto.

C. Organisasi dan Manajemen
1. Struktur Organisasi
Struktur organisasi PT. Sinar Sosro berbentuk gabungan lini dan fungsional dimana kebijakan dan wewenang diberikan oleh pimpinan kepada bawahan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Pimpinan setiap departemen dapat memberikan perintah kepada semua staf dan anggota yang ada sesuai dengan bidang kerjanya.

2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab
Pembagian pekerjaan pada PT. Sinar Sosro dibagi menurut fungsi yang telah ditetapkan. Setiap personil diberikan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan dasar kualifikasinya. Adapun tugas dan tanggung jawab serta wewenang di PT. Sinar Sosro adalah sebagai berikut:
1. General Manager, merupakan pimpinan tertinggi perusahaan. Bertanggung jawab kepada Direktur Operasi. Tugasnya sebagai berikut:
a. Menentukan garis kebijakan umum dari program kerja perusahaan.
b. Bertanggung jawab ke dalam dan ke luar perusahaan.
c. Mengarahkan dan meneliti kegiatan perusahaan.
d. Menerapkan, menyebarkan kebijakan serta mengawasi pelaksanaannya.
e. Menyebarkan dan menerapkan kebijaksanaan serta mengawasi pelaksanaannya.
f. Melaksanakan kontrak kerja dengan pihak luar.
g. Mengkoordinir dan mengawasi tugas-tugas yang didelegasikan kepada manager dan menjalin hubungan kerja yang baik.
h. Bersama manager lain membuat rencana produksi per triwulan.
2. Manager Produksi dan Maintenance (PM), bertanggung jawab kepada General Manager. Tugasnya sebagai berikut:
a. Merencanakan dan mengatur jadwal produksi produk agar tidak terjadi kekurangan dan kelebihan persediaan.
b. Mengadakan pengendalian produksi agar produk sesuai dengan spesifikasi dan standar mutu yang ditentukan.
c. Membuat laporan produksi secara periodik untuk mengenai pamakaian bahan dan jumlah produksi.
d. Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan produksi untuk mengetahui kekurangan dan penyimpangan sehingga dapat dilakukan perbaikan.
e. Mengatur kegiatan perawatan mesin.
f. Membuat rencana produksi sesuai dengan permintaan pemasaran.
3. Manager Personalia dan Umum, bertanggung jawab kepada General Manager dan atas segala hal yang berhubungan dengan kegiatan yang bersifat umum baik yang berhubungan ke luar maupun ke dalam perusahaan. Tugasnya sebagai berikut:
a. Membantu direktur dalam hal kegiatan administrasi.
b. Mengawasi penggunaan data, barang dan peralatan pada masing-masing departemen.
c. Merekrut dan melatih pegawai baru yang dibutuhkan perusahaan.
d. Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan tugas dari kepala-kepala bagian.
e. Mengerjakan administrasi kepegawaian.

4. Kepala Bagian Pembelian, bertanggung jawab kepada Manager Produksi dan PM. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pembelian.
b. Mengawasi kegiatan administrasi pembelian.
c. Melakukan pembelian barang yang diminta oleh departemen lain.

5. Manager Accounting dan Finance, bertanggung jawab kepada General Manager. Tugasnya sebagai berikut:
a. Membuat laporan keuangan kepada atasan secara berkala tentang penggunaan uang.
b. Mengendalikan budget pendapatan dari belanja perusahaan sesuai dengan hasil yang diharapkan.
c. Bertanggung jawab atas penentuan biaya perusahaan seperti biaya administrasi.
6. Kepala Divisi/Supervisor
Untuk produk Teh Botol Sosro terdapat 3 orang supervisor yang bergantian menurut shift, bertanggung jawab kepada Manager Produksi dan Maintenance. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Memimpin dan mengendalikan kegiatan di bidang produksi.
b. Menyiapkan laporan yang dibutuhkan Manager Produksi mengenai data produksi, jumlah batch produksi, pemakaian bahan dan lain-lain.
c. Bertanggung jawab penuh atas masalah yang timbul di kemudian hari atas produk yang dihasilkan.
d. Menyusun jadwal dan rotasi kerja bagi karyawan produksi yang dipimpinnya.
7. Kepala Gudang, bertanggung jawab kepada Supervisor. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Mengkoordinir dan mengawasi pengelolaan persediaan bahan baku.
b. Membuat laporan penerimaan, persediaan dan pengeluaran bahan.
c. Mengontrol persediaan bahan.
d. Memesan bahan bila telah habis.

8. Manager Quality Control, bertanggung jawab kepada General Manager. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Mengkoordinir dan mengawasi pengendalian mutu produk.
b. Memberi saran-saran kepada kepala bagian produksi mengenai mutu produk dan keadaan mesin/peralatan yang digunakan dalam proses produksi.
9. Kasir, bertanggung jawab kepada Supervisor Accounting dan Finance. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Membayar gaji karyawan perusahaan setiap hari, baik waktu berjalan produksi maupun tidak.
b. Membantu atasan dalam hal penerimaan maupun pembayaran perusahaan yang berhubungan dengan keuangan.
c. Mencatat dan melaporkan uang masuk dan keluar kepada atasannya.
10. Keamanan, bertanggung jawab kepada Supervisor Personalia dan Umum. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Menjaga keamanan perusahaan setiap hari, baik waktu berjalan produksi maupun tidak.
b. Mengawasi dan mencatat tamu yang berkunjung ke perusahaan.
11. Analis, bertanggung jawab kepada manajer QC. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Melakukan pengukuran mutu produk baik sebelum diproses maupun setelah diproses.
b. Memberikan saran dan langkah berikutnya yang dilakukan atas pengukuran mutu.

D. Wilayah Pabrik
PT. Sinar Sosro pabrik Ungaran memiliki wilayah seluas 6,5 hektar degan 5,5 hektar ruang terbuka hijau. Ruang terbuka hijau tersebut ditanami beberapa tanaman yaitu seperti sengon dan kelengkeng.

E. Proses Produksi
Daun teh diambil dari perkebunan pribadi milik Rekso Group yang tedapat di Jawa Barat (Garut, Cianjur, Tasikmalaya, Pangalengan) lalu diolah menjadi teh kering. Kemudian teh diseduh di PT Gunung Slamet (Slawi, Tegal) dan diproses menjadi teh botol di PT Sinar Sosro (Ungaran).
Salah satu proses produksi di Pabrik Ungaran yang menjadi pokok tinjauan kali ini adalah :
a. Teh Botol
1. Proses Pemasakan Teh Manis Cair
Air tanah, sebagai bahan baku utama, diambil dari kedalaman ± 200 m di bawah tanah kemudian disterilkan melalui proses water treatment. Air yang mengalami proses water treatment mengalami tiga perlakuan yaitu air disaring dengan pasir kuarsa di tanki 1, kemudian dialirkan ke tanki 2 yang berisi karbon, setelah itu dimasukkan ke tanki 3 yang berisi softener. Setelah melalui proses water treatment, air dimasak hingga 100oC. Air panas tersebut dialirkan ke tanki teh untuk menyeduh teh wangi yang telah dimasukkan ke dalam tanki teh. Air panas juga dialirkan ke tanki yang berisi gula untuk melarutkan gula menjadi sirup gula. Setelah diseduh, teh dialirkan ke tanki filtrox untuk memisahkan ekstrak teh dari ampas teh. Dari tanki filtrox ekstrak teh dialirkan ke tanki pencampuran. Pada saat yang sama, sirup gula juga dialirkan ke tanki pencampuran. Hasil campuran antara ekstrak teh dan sirup gula menjadi teh manis cair yang siap diisi ke dalam botol melalui mesin filler.
2. Proses Pencucian Botol
Botol-botol kosong yang telah kembali dari pasar harus dicuci terlebih dahulu. Krat-krat botol kosong dilewatkan melalui roller yang terhubung dengan conveyor untuk diangkat oleh mesin crater ke lintasan conveyor menuju bottle washer. Botol-botol yang telah melewati mesin crater menuju bottle washer harus disortir oleh operator pos I untuk mengambil botol-botol yang pecah atau gumpil, botol-botol yang terlalu kotor dan sampah seperti sedotan yang ikut terangkat. Kemudian botol-botol dicuci pada mesin bottle washer dimana botol-botol tersebut direndam pada air caustic dengan suhu hingga 90oC untuk membunuh bakteri sekaligus membersihkan botol. Pada saat akan dikeluarkan dari mesin bottle washer, botol-botol disemprot dengan hot water untuk membilas botol dari sisa-sisa air caustic.Setelah itu, botol-botol bergerak melalui conveyor menuju mesin EBI optiscan. Mesin E.B.I scan berfungsi untuk mendeteksi benda asing yang masih menempel di bagian dalam dinding botol. Kemudian botol-botol melewati pos II, dimana operator pos II bertugas untuk mengambil botol-botol gumpil dan kusam yang terlewat dari pos I dan mesin bottle washer. Botol-botol yang telah melalui pos II akan menuju ke filler, sementara itu teh manis cair dialirkan melalui pipa menuju pasteurizer. Pasteurizer berfungsi untuk memanaskan kembali teh manis cair untuk membunuh bakteri yang terikut pada saat dialirkan melalui pipa. Kemudian, botol-botol diisi dengan teh manis cair oleh mesin filler dan ditutup dengan crown. Kemudian botol-botol yang telah terisi teh dan ditutup crown akan melewati mesin video jet untuk diberikan barcode tanggal dan jam produksi. Setelah itu, produk jadi tersebut melalui pos III untuk disortir apakah tutup crown telah rapat dan baik, produk yang tidak terkena barcode. Seteleh melewati pos III, produk kemudian diangkat melalui mesin decrater ke crate. Produk yang telah jadi harus diinkubasi selama tiga hari sebelum dipasarkan.

F. Hasil Produksi
Pabrik PT. Sinar Sosro Ungaran merupakan pabrik produksi dan bottling untuk 4 jenis produk, yaitu Teh Botol Sosro, Fruit Tea, Joy Tea, dan S-tee.

G. Manajemen Produksi
Dalam produksinya dibagi menjadi 4 department, yaitu : department bottling, department kitchen, department water treatment, dan department boiller. Departemen yang memiliki proses terpanjang adalah department bottling. Di department bottling ini lebih fokus terhadap kualitas produk fisiknya.
Sedangkan di department kitchen dan water treatment lebih fokus ke kualitas isi produknya. Sisanya yaitu department boiller fokus terhadap penyediaan steam untuk proses pemasakan.
Usaha perbaikan lini produksi dilakukan secara terus-menerus dengan harapan dapat meminimalisir produk cacat dan memperlancar jalannya proses produksi. Sistem one piece flow, system andon dan otomasi hampir di setiap lini telah diterapkan disini. Sistem andon bertujuan untuk meminimalisir produk cacat dan menganalisa penyebab terjadinya breakdown atau kemacetan dalam lini produksi, sehingga terdapat banyak sekali sensor dan lampu andon di lini produksinya yang berfungsi untuk mengidentifikasi cacat produk dan member tanda adanya masalah di mesin tersebut. PT. Sinar Sosro merupakan perusahaan yang sangat memperhatikan kualitas produknya. Namun demikian cacat dan breakdown masih saja terjadi.
Breakdown yang terjadi selama 4 bulan pengamatan pada bulan Mei, Juni, Juli dan Agustus tahun 2008 terdapat 177 breakdown. Dengan komposisi di washer 44%, pos 1 2%, Pos 2 14%, filler 14%, crowner 5%, cratter 5%, pos 3 1% dan lain-lain 15%. Dengan demikian, breakdown terbesar terletak pada mesin “bottle washer” yaitu sebesar 44%. Hal ini berarti masalah yang perlu kita atasi terlebih dahulu adalah permasalahan yang terjadi di mesin bottle washer.
Sedangkan data efisiensi mesin, depalletizer 100%, decrater 99,97%, washer 99,95%, filler 99,98% dan pos 3 99,96%. Terlihat bahwa mesin bottle washer memiliki presentase cacat terbesar yaitu 0.05%.

H. Distribusi
1. Strategi Pemasaran
Perusahaan akan berhasil memperoleh pelanggan dalam jumlah banyak apabila dinilai memiliki citra baik dalam benak konsumen. Terciptanya citra baik dalam benak konsumen akan menumbuhkan kepuasan pelanggan yang dapat memberikan beberapa manfaat.
Keberhasilan Sosro tidak lepas dari brand “teh botol” yang didapatkannya, persis seperti aqua yang menjadi brand pada air mineral. Berikutnya Sosro semakin kuat karena jaringan distribusi Teh Botol yang sangat kuat sampai di titik akhir pelosok.
Yang masih kurang dari Teh Botol adalah upaya-upaya mempertahankan image secara above the line. Upaya iklan di media massa, even, maupun promosi yang akan terus membuat teh botol tertancap di kepala konsumen masih jarang dilakukan. Terkesan Teh Botol merasa sudah besar dan yakin dengan penetrasi produk yang telah dilakukannya sehingga tidak perlu lagi melakukan promosi above the line secara intensif.
2. Target Pasar
Identifikasi target pasar adalah langkah awal yang dbutuhkan dalam perencanaan dan pengembangan strategi pemasaran. Dalam situasi dimana konsumen menghadapi banyak pilihan, maka kesuksesan pemasaran produk akan banyak ditentukan oleh kesuksesan produk.
Target dari teh botol ini adalah yang menyukai rasa asli teh (non fruity) dan praktis, bagi para supir atau pejalan kaki. Diberikanlah kemasan botol yang praktis dan disediakan di kios-kios yang ada di pinggir jalan.
Sosro memiliki target pasar yang jelas, dengan target orag yang sedang melakukan perjalanan. Pada waktu pengenalan produk, Sosro juga memliki keunggulan kompetitif karena merupakan teh siap minum dalam kemasan botol yang dipasarkan pertama kali di Indonesia.
3. Penjualan
Teh Botol Sosro didistribusikan ke pelosok-pelosok daerah. Konsumen menjadi tidak sulit membeli teh botol sosro karena mudah dicari dan harganya terjangkau.
4. Harga : antara Rp2.000,- hingga Rp5.000,-.

D. Ketenagakerjaan
Jumlah seluruh tenaga kerja 215 orang (7 perempuan, 208 laki-laki). Tenaga kerja sebagian besar adalah penduduk sekitar Salatiga yaitu mencapai 85% . Langkah rekruitmen tenaga kerja seperti rekruitmen tenaga kerja pada umumnya, yaitu melalui test tertulis, wawancara, test psikologi, test kesehatan. Setelah lolos seleksi, tenaga kerja akan menjalani masa orientasi selama 6 bulan. Serta karyawan wajib mempunya NPWP.

E. Sistem Pengupahan
Upah akan diberikan kepada karyawan setiap akhir bulan. Upah yang diberikan terdiri dari:
a. Upah/gaji bulanan diberikan kepada pekerja tetap dimana besarnya tetap setiap bulannya sesuai dengan jabatan/jobdesk masing-masing.
b. Upah Lembur, diberikan kepada tenaga kerja yang bekerja melebihi jam kerja biasa,
Selain upah, juga terdapat tunjangan yang diberikan kepada karyawan. Tunjangan – tunjangan tersebut, terdiri dari:
a. Tunjangan jabatan
b. Tunjangan akhir tahun
c. Tunjangan perjalanan dinas, yang diberikan kepada pegawai yang melakukan perjalanan dinas perusahaan. Biaya–biaya yang dikeluarkan selama perjalanan akan dikembalikan melalui formulir surat pertanggung jawaban.
d. Tunjangan hari raya
e. Tunjangan meninggal dunia
f. Uang penghargaan masa kerja (UPMK)
Selain memberikan tunjangan dan upah, pihak perusahaan juga memberikan berbagai fasilitas lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan sosial karyawannya:
a. Jamsostek
b. Asuransi kesehatan
c. Pakaian seragam
d. Fasilitas keagamaan
e. Fasilitas olah raga
f. Rekreasi seluruh karyawan dan keluarga perusahaan
g. Koperasi karyawan
h. Senam pagi setiap jumat pagi

F. Pengolahan Limbah
Di PT. Sinar Sosro Ungaran, Semarang ada 2 jenis limbah industri yang di hasilkan, berikut pengolahannya:

1. Limbah cair

a. Preatreatment adalah pengolahan awal limbah cair the yang baru di buang dari pabrik sebelum memasuki proses tahapan utama. Berikut ini tahapan pengolahan awal tersebut:

             1. Screen press
Alat ini digunakan untuk menyaring, menyeleksi dan membuang kotoran- kotoran dan padatan, seperti sampah pabrik, pipet, kertas, dan lainnya dari limbah.
    1. Sump pit
Sump pit adalah bak penampung sementara limbah dari screen press yang memiliki 2 unit pompa (influent pump) yan bertugas memompakan limbah ke bak equalisasi.
    1. Cooling tower
Limbah cair yang masuk ke bak equalisasi oleh unit ini didinginkan terlebih dahulu.
    1. Bak equalisasi dan agitator
Bak ini adalah tempat menghomogenkan kualitas dan kuantitas air limbah yang masuk ke dalam bak ini serta sebagai tempat untuk prosesasi difikasi melalui fermentasi. Untuk mempercepat homogenisasi maka digunakan agitator. Penambahan bahan nutrisi juga di lakukan untuk makanan bakteri yaitu pupuk urea atau sumber nitrogen dan pupuk super phosphate (sumber posfat).
    1. Limbah
Limbah dari bak equalisasi di pompakan di MUR (methane Upilow reactor) setelah melalui 2 tahap yaitu penetralan pH limbah dan tahap homogenisasi.
b. Pengolahan Limbah secara aerobic
1. Bak Aerasi
Limbah yang keluar dari proses anaerobic memiliki kualitas limbah yang begitu baik, sehingga bak ini terjadi proses penyempurnaan. Limbah mengalami pengolahan oleh bakteri lumpur aerob, dimana baktteri pengolah materi-materi sisa yang terbiodegradasi pada proses aerobic menjadi CO2 dan sel bakteri baru.
2. Final clarifier
Pada bak ini prosesnya adalah pengendapan dimana Activated ludge dipisahkan dari air limbah yang bersih, lumpur aktif yang mengendap disirkulasi ke bak aerasi, ataupun bila di perlukan disirkulasi kembali ke bak equalisasi. Kotoran-kotoran yang melayang tersapu masuk ke bak effluent untuk di buang, sementara itu, air limbah bersih mengalir secara overflow ke kolam indikator.
3. Kolam indikator
Pada kolam ini diisikan dengan ikan sebagai indikatorkualitas air. Setelah dialirkan ke kolom indikator, air dibuang ke saluran pembuangan seperti selokan atau sungai. Dari proses tersebut dapat terlihat sesuai lampiran bahwa air yang kotor dibuang kembali ke alam dalam keadaan bersih dengan proses pengolahan yang baik.

  1. Limbah Padat
a. Thermofil yaitu pengolahan dengan menggunakan jamur dan bakteri thermofil.
Proses pengolahan limbah padat ini adalah sebagai berikut:
1. Ampas teh
Ampas teh dari sisa penyeduhan di letakkan pada bak atau tempat khusus yang telah disediakan.

2. Pendinginan
Ampas teh yang telah dibiarkan di tanah akan di dinginkan selama satu hari.
  1. Penguraian
Penguraian dengan penanaman mikroorganisme pada proses ini diberikan mikroorganisme untuk menguraikan ampas teh atau zatorganic.
  1. Pembalikan
Setelah melalui proses di atas maka dilanjutkan dengan proses pembalikan dengan waktu seminggu sekali
5. Kompos
Setelah pembalikan ampas teh di biarkan membusuk selama 1 bulan dan kemudian akan menjadi kompos.

b. Fertilisasi kompos adalah pengolahan limbah menggunakan bantuan organisme yaitu cacing. Ada dua jenis cacing yang digunakan dalam proses tersebut yaitu cacing local dan cacing impor (Prancis). Cacing Prancis dianggap paling rakus dalam mengkonsumsi ampas teh sehingga penggunaannya diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan limbah ampas teh. Proses tersebut adalah :
1. Ampas teh
Ampas teh dari sisa penyeduhan di letakkan pada bak atau tempat khusus yang telah disediakan.
2. Pendinginan
Ampas teh yang telah dibiarkan di tanah akan di dinginkan selama satu hari.
  1. Fertilisasi
Cacing dimasukkan pada bak atau tempat khusus yang berisi ampas teh yang telah didinginkan. Mereka akan menyelam ke dasar bak dan mengkonsumsi ampas teh tersebut dari dasar. Cacing-cacing itu akan berekskresi dan kotoran cacing itulah yang menjadi kompos. Pupuk kompos siap dipanen jika cacing-cacing tersebut telah sampai ke permukaan bak.
2.Lawang Sewu
Pertumbuhan jaringan kereta api yang cukup pesat di Jawa menjadikan jumlah pegawai yang dipekerjakan pun bertambah sehingga memerlukan kantor baru yang lebih luas. Hal inilah yang mendasari dibangunnya Het Hoofdkantoor van de Nederlansch Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) atau Kantor Pusat Perusahan Kereta Api Swasta NIS di ujung Bodjongweg atau yang sekarang dikenal dengan nama Jalan Pemuda. Bangunan bergaya art deco yang memiliki 2 menara kembar didepannya ini kemudian jamak disebut dengan nama Lawang Sewu.
Penyebutan Lawang Sewu oleh penduduk local bukan tanpa alasan. Dalam bahasa Jawa, lawang berarti pintu dan sewu berarti seribu, dengan demikian lawang sewu berarti seribu pintu. Hal ini bukan berarti bahwa bangunan ini memiliki seribu pintu melainkan hanya sebuah ungkapan untuk bangunan yang memiliki banyak pintu ini. Meski sudah berusia satu abad, gedung ini masih terlihat kuat dan kokoh. Rupanya, waktu tak mampu memudarkan kegagahan dan keanggunan gedung yang menjadi landmark Kota Semarang ini.
Pada awal pembangunannya, gedung yang terletak di depan Jalan Raya Pos Daendels ini digunakan sebagai kantor pusat NIS dan tempat tinggal pegawai Belanda. Kemudian pernah digunakan sebagai penjara bawah tanah oleh serdadu Jepang, lokasi pertempuran lima hari di Semarang, hingga kantor pemerintahan pasca Indonesia merdeka. Saat ini pengelolaan Gedung Lawang Sewu berada di bawah PT KAI.
Ketika memasuki salah satu gedung Lawang Sewu dapat disambut dengan lorong panjang yang dipenuhi pintu kayu di kanan kirinya. Bangunan yang dulu juga berfungsi sebagai tempat tinggal pegawai NIS ini dilengkapi dengan ballroom, ruang makan yang luas, gedung serbaguna, hingga gedung pertunjukan berbentuk bahtera terbalik di lantai atas. Pada gedung ini juga terdapat ruang bawah tanah, dimana ruangan ini sangat sempit, gelap dan lembab yang pernah digunakan sebagai penjara bawah tanah. Aroma kekejaman yang terjadi di masa lalu terasa dengan jelas hingga saat ini.
Bangunan Lawang Sewu dibangun pada 27 Februari 1904 dengan nama lain Het hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (Kantor Pusat NIS). Awalnya kegiatan administrasi perkantoran dilakukan di Stasiun Semarang Gudang (Samarang NIS), namun dengan berkembangnya jalur jaringan kereta yang sangat pesat, mengakibatkan bertambahnya personil teknis dan tenaga administrasi yang tidak sedikit seiring berkembangnya administrasi perkantoran.
Pada akibatnya kantor NIS di stasiun Samarang NIS tidak lagi memadai. Berbagai solusi dilakukan NIS antara lain menyewa beberapa bangunan milik perseorangan sebagai solusi sementara yang justru menambah tidak efisien. Apalagi letak stasiun Samarang NIS berada di dekat rawa sehingga urusan sanitasi dan kesehatan pun menjadi pertimbangan penting. Maka, diusulkanlah alternatif lain: membangun kantor administrasi di lokasi baru. Pilihan jatuh ke lahan yang pada masa itu berada di pinggir kota berdekatan dengan kediaman Residen. Letaknya di ujung Bodjongweg Semarang (sekarang Jalan Pemuda), di sudut pertemuan Bodjongweg dan Samarang naar Kendalweg (jalan raya menuju Kendal).
NIS mempercayakan rancangan gedung kantor pusat NIS di Semarang kepada Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Quendag, arsitek yang berdomisili di Amsterdam. Seluruh proses perancangan dilakukan di Belanda, baru kemudian gambar-gambar dibawa ke Kota Semarang. Melihat dari cetak biru Lawang Sewu tertulis bahwa site plan dan denah bangunan ini telah digambar di Amsterdam pada tahun 1903. Begitu pula kelengkapan gambar kerjanya dibuat dan ditandatangani di Amsterdam tahun 1903.

3.Masjid Agung Semarang

Masjid Agung Jawa Tengah adalah masjid yang terletak di Semarang, provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 hingga selesai secara keseluruhan pada tahun 2006. Masjid ini berdiri di atas lahan 10 hektare. Masjid Agung diresmikan oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) merupakan masjid provinsi bagi provinsi Jawa Tengah.
Keberadaan bangunan masjid ini tak lepas dari Masjid Besar Kauman Semarang. Pembangunan MAJT berawal dari kembalinya tanah banda (harta) wakaf milik Masjid Besar Kauman Semarang yang telah sekian lama tak tentu rimbanya. Raibnya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang berawal dari proses tukar guling tanah wakaf Masjid Kauman seluas 119.127 ha yang dikelola oleh BKM (Badan Kesejahteraan Masjid) bentukan Bidang Urusan Agama Depag Jawa Tengah. Dengan alasan tanah itu tidak produktif, oleh BKM tanah itu di tukar guling dengan tanah seluas 250 ha di Demak lewat PT. Sambirejo. Kemudian berpindah tangan ke PT. Tensindo milik Tjipto Siswoyo.
Hasil perjuangan banyak pihak untuk mengembalikan banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang itu ahirnya berbuah manis setelah melalui perjuangan panjang. MAJT sendiri dibangun di atas salah satu petak tanah banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang yang telah kembali tersebut.
Pada tanggal 6 juni 2001 Gubernur Jawa Tengah membentuk Tim Koordinasi Pembangunan Masjid Agung Jawa Tengah untuk menangani masalah-masalah baik yang mendasar maupun teknis. Berkat niat yang luhur dan silaturahmi yang erat, dalam waktu kerja yang amat singkat keputusan-keputusan pokok sudah dapat ditentukan : status tanah, persetujuan pembiayaan dari APBD oleh DPRD Jawa Tengah, serta pemiilhan lahan tapak dan program ruang.
Kemudian pembangunan masjid tersebut dimulai pada hari Jumat, 6 September 2002 yang ditandai dengan pemasangan tiang pancang perdana yang dilakukan Menteri Agama Ri, Prof. Dr. H. Said Agil Husen al-Munawar, KH. MA Sahal Mahfudz dan Gubernur Jawa Tengah, H. Mardiyanto. Pemasangan tiang pancang pertama tersebut juga dihadiri oleh tujuh duta besar dari Negara-negara sahabat, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Mesir, Palestina, dan Abu Dabi. Dengan demikian mata dan perhatian dunia internasional pun mendukung dibangunnya Masjid Agung Jawa Tengah tersebut.
MAJT diresmikan pada tanggal 14 November 2006 oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Masjid dengan luas areal tanah 10 Hektar dan luas bangunan induk untuk shalat 7.669 meter persegi secara keseluruhan pembangunan Masjid ini menelan biaya sebesar Rp 198.692.340.000.
Meskipun baru diresmikan pada tanggal 14 Nopember 2006, namun masjid ini telah difungsikan untuk ibadah jauh sebelum tanggal tersebut. Masjid megah ini telah digunakan ibadah Salat Jumat untuk pertama kalinya pada tanggal 19 Maret 2004 dengan Khatib Drs. H. M. Chabib Thoha, MA, (Kakanwil Depag Jawa Tengah)

Masjid Agung Jawa Tengah dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Diarsiteki oleh Ir. H. Ahmad Fanani dari PT. Atelier Enam Jakarta yang memenangkan sayembara desain MAJT tahun 2001. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa namun dibagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter ditiap penjuru atapnya sebagai bentuk bangunan masjid universal Islam lengkap dengan satu menara terpisah dari bangunan masjid setinggi 99 meter.
Gaya Romawi terlihat dari bangunan 25 pilar dipelataran masjid. Pilar pilar bergaya koloseum Athena di Romawi dihiasi kaligrafi kaligrafi yang indah, menyimbolkan 25 Nabi dan Rosul, di gerbang ditulis dua kalimat syahadat, pada bidang datar tertulis huruf Arab Melayu “Sucining Guno Gapuraning Gusti“.
Masjid Agung Jawa Tengah ini, selain disiapkan sebagai tempat ibadah, juga dipersiapkan sebagai objek wisata religius. Untuk menunjang tujuan tersebut, Masjid Agung ini dilengkapi dengan wisma penginapan dengan kapasitas 23 kamar berbagai kelas, sehingga para peziarah yang ingin bermalam bisa memanfaatkan fasilitas.
Daya tarik lain dari masjid ini adalah Menara Al Husna atau Al Husna Tower yang tingginya 99 meter. Bagian dasar dari menara ini terdapat Studio Radio Dais (Dakwah Islam). Sedangkan di lantai 2 dan lantai 3 digunakan sebagai Museum Kebudayaan Islam, dan di lantai 18 terdapat Kafe Muslim yang dapat berputar 360 derajat. Lantai 19 untuk menara pandang, dilengkapi 5 teropong yang bisa melihat kota Semarang. Pada awal Ramadhan 1427 H lalu, teropong di masjid ini untuk pertama kalinya digunakan untuk melihat Rukyatul Hilal oleh Tim Rukyah Jawa Tengah dengan menggunakan teropong canggih dari Boscha.
Di dalam area MAJT terdapat Menara Asma Al-Husna Setinggi 99 Meter terdiri dari : lantai 1 untuk Studio Radio DAIS MAJT, lantai 2 untuk museum Perkembangan Islam Jawa Tengah, Lantai 18 rumah makan berputar, lantai 19 Gardu pandang kota Semarang dan lantai 19 Tempat rukyat al-hilal.
Area serambi Masjid Agung Jawa Tengah dilengkapi 6 payung raksasa otomatis seperti yang ada di Masjid Nabawi, Tinggi masing masing payung elektrik adalah 20 meter dengan diameter 14 meter. Payung elektrik dibuka setiap shalat Jumat, Idul Fitri dan Idul Adha dengan catatan kondisi angin tidak melebihi 200 knot, namun jika pengunjung ada yang ingin melihat proses mengembangnya payung tersebut bisa menghubungi pengurus masjid.
MAJT memiliki koleksi Al Quran raksasa berukuran 145 x 95 cm². Ditulis tangan oleh Drs. Khyatudin, dari Pondok Pesantren Al-Asyariyyah, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo. Lokasi berada di dalam ruang utama tempat shalat. Bedug raksasa berukuran panjang 310 cm, diameter 220 cm. Merupakan replika bedug Pendowo Purworejo. Dibuat oleh para santri pondok pesantren Alfalah, Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, asuhan KH Ahmad Sobri, menggunakan kulit lembu Australia.
Tongkat khatib MAJT merupakan tongkat pemberian Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darusalam.



Bab III
PENUTUP
a.    Kesimpulan
Kesimpulan yang telah kita peroleh adalah perjalanan pariwisata di Jawa tengah dimanfaatkan sebagai ajang rekreasi maupun sebagai penambah wawasan bagi para siswa. Adapun manfaat yang dapat diperoleh yaitu siswa mengerti budaya dari Jawa tengah dan menjadikannya sebagai wawasan yang dapat diambil kebaikannya untuk diterapkan dilingkungan siswa. Laporan yang telah kami buat pastilah memiliki kekurangan. Oleh karenanya kami sangat menerima saran dari pembaca untuk kemajuan kami.
b.      Saran
Jika kita mengunjungi suatu tempat wisata jangan langsung bersenang-senanng saja tapi kita juga harus dapat mengkaitkan apa yang kita lihat di tempat wisata itu dengan ilmu pengetahuan.

















LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA
1.Pengamatan lapangan
2.Internet (google)



/* kode iklan */

jangan lupa iklannya diklik ya, to " Contoh Laporan Study Tour Wisata Semarang Jawa Tengah"

Post a Comment