8/31/2016T8/31/2016

Fungsi Konflik Sosial dan Dampak Koflik Sosial Materi Sosiologi

/* kode iklan */
/* kode iklan */
9. Fungsi Konflik Sosial


Menurut Lewis A. Coser, konflik memiliki beberapa fungsi positif antara lain sebagai berikut

a. Konflik akan meningkatkan solidaritas sebuah kelompok yang kurang kompak. Dalam sebuah masyarakat yang mengalami disintegrasi, konflik dengan masyarakat lain akan mengembalikan tingkat integrasi masyarakat tersebut. Itulah sebabnya, ahli propaganda akan berusaha menciptakan musuh bersama untuk menyatukan masyarakat atau para pengikutnya yang terpecah-pecah.

b. Konflik dengan kelompok tertentu akan melahirkan kohesi dengan kelompok lainnya dalam bentuk aliansi. Misalnya, konflik antara Prancis dan Amerika Serikat tentang serangan ke Irak memunculkan kohesi yang lebih solid antara Prancis dan Jerman

c. Konflik di dalam masyarakat biasanya akan menggugah warga yang semula pasif untuk kemudian memainkan peran tertentu secara lebih aktif. Misalnya, serangan Amerika Serikat ke Irak mendorong banyak warga dunia yang semula pasif untuk aktif melakukan protes menentang serangan tersebut.

d. Konflik juga memiliki fungsi komunikasi. Melalui konflik, masing-masing pihak menjadi semakin yakin akan posisi lawannya. Mereka semakin memahami p dan batas di antara mereka.

Sementara itu, menurut Himes konflik memiliki fungsi sebagai berikut.

a. Secara struktural, konflik dapat mengubah keseimbangan kekuasaan antara dominan dan kelompok minoritas. Meningkatnya kekuasaan kelompok m mendorong kelompok dominan untuk mendiskusikan berbagai hal berkenaan den kepentingan bersama

b. Dari sisi komunikasi, konflik meningkatkan perhatian masyarakat terhadap hal yang dipersengketakan dalam konflik, meningkatkan kesediaan media massa untuk memberitakannya, memungkinkan masyarakat memperoleh informasi baru, dan mengubah pola komunikasi berkenaan dengan hal tersebut.

c. Dari sisi solidaritas, konflik akan meningkatkan dan memantapkan solidaritas di antara kelompok minoritas.

d. Dari sisi identitas, konflik akan menumbuhkan kesadaran mengenai siapa mereka dan mempertegas batas-batas kelompok.

10. Dampak Konflik Sosial

Sumber potensi konflik yang rentan terjadi dalam kehidupan masyarakat Indonesia adalah masalah agama, ras, dan suku bangsa. Setiap konflik yang terjadi dalam masyarakat akan menimbulkan dampak, baik positif maupun negatif. Berikut dampak negatif dan dampak positif konflik sosial


Dampak Negatif Konflik Sosial
Dampak negatif konflik sering disebut sebagai disfungsi konflik. Konflik dipandang merugikan dan mengancam keutuhan suatu kelompok atau masyarakat, karena mengakibatkan hal-hal sebagai berikut.



1) Kerusakan harta benda dan hilangnya nyawa manusia. Dalam konflik sosial yang disertai kekerasan, aksi-aksi perusakan, anarkisme, hingga tindakan mencederai atau menghilangkan nyawa pihak lawan merupakan konsekuensi yang sering tidak terhindarkan.

2) Perubahan kepribadian individu. Dalam hal ini, konflik dapat menjadi stimulus yang mengubah kepribadian dan sikap individu. Individu yang semula dikenal ramah bersahabat, serta selalu menghindari kekerasan, bila mengalami trauma kekerasan akibat konflik, mungkin saja berubah menjadi sosok yang agresif dan menganggap kekerasan sebagai media komunikasi paling efektif

3) Keretakan hubungan antarindividu dan persatuan kelompok. Bila konflik bersifat internal atau terjadi antara anggota-anggota dalam suatu kelompok, maka akibatnya adalah disintegrasi Kelompok terancam perpecahan karena sebagian anggota mungkin memilih mengundurkan diri atau keluar dari kelompok tersebut.

4) Dominasi kelompok pemenang atas kelompok yang kalah. Menurut pendapat William Kornblum pada situasi dominasi tersebut mungkin saja terjadi hal-hal berikut.

a) Pembunuhan secara sengaja dan sistematis terhadap anggota kelompok yang kalah (genocide)

b) Pengusiran

c) Perbudakan

Baca juga:
  1. Bentuk-Bentuk Konflik Berdasarkan Hubungannya dan Menurut Para Ahli Materi Sosiologi - New !!
  2. Definisi Konflik Sosial Menurut Para Ahli Sosiologi
  3. Materi Sosiologi Karakteristik Konflik Sosial - New !!
  4. Materi Sosiologi Penyebab Konflik
  5. Sifat-sifat Konflik, Gejala Konflik, dan Proses Terjadinya Konflik Materi Sosiologi - New !!
  6. Teori Konflik Menurut Para Ahli Materi Sosiologi - New !!

d) Segregasi atau pemisahan.

e) Asimilasi atau pembauran, yang terkadang dilakukan secara paksa

b. Dampak Positif Konflik sosial

Walaupun selama ini konflik sosial lebih banyak disorot dampak negatifnya, tetapi sesungguhnya konflik tidak hanya berdampak negatif. Jika dikelola dengan baik, konflik justru bisa menghasilkan hal-hal yang positif Dampak positif konflik sering disebut sebagai fungsi konflik. Dalam analisis fungsional tentang konflik, ditegaskan bahwa konflik sosial juga memiliki konsekuensi konsekuensi positif yang memberikan kontribusi pada suatu masyarakat atau sistem, di antaranya sebagai berikut.

1) Munculnya pribadi pribadi yang kuat dan tahan uji menghadapi berbagai situasi konflik. Semakin sering anggota kelompok dihadapkan dalam situasi konflik, maka dapat dipastikan bahwa kekuatan dan keterampilan mereka untuk mengelola konflik akan bertambah. Lambat laun, konflik tidak lagi dipersepsikan sebagai hambatan. melainkan tantangan yang harus diatasi sebaik mungkin.

2) Meningkatnya solidaritas internal atau integrasi kelompok dalam (in-group). Ketika suatu kelompok dalam menghadapi ancaman dari kelompok luar (out-group) para anggota kelompok dalam berkembang menjadi lebih kohesif dan bersatu dalam upaya mereka untuk mempertahankan diri. Semakin tinggi tingkat permusuhan atau konflik dengan kelompok luar, maka kian bertambah pula solidaritas internal dan integrasi kelompok dalam. Konflik sering atau bahkan direkayasa dengan mencari musuh bersama (common enemy demi mempertahankan solidaritas

3) Memperkuat dan mempertegas batas kelompok. Dalam proses konflik, menjadi semakin disadari lebih jauh bagaimana nilai-nilai dan tujuan yang dimiliki suatu pihak eda atau bertolak belakang dari pihak lawan. Pada saat bersamaan, kesadaran entitas diri sebagai anggota kelompok pun meningkat.

4) Adanya kompromi baru menyangkut aspek-aspek tertentu dalam kehidupan bermasyarakat, bila pihak-pihak yang berkonflik memiliki kekuatan seimbangam hal ini, konflik dapat mendorong timbulnya konsensus atau kesepakatan baru mengenai berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.

Untuk Anda Yang Ingin Mencari Materi Lainnya Silahkan klik Disini

5) Konflik mampu menggugah warga masyarakat yang semula pasif menjadi aktif melaksanakan peran tertentu dalam masyarakat. Sebagai contoh, maraknya tindak teror peledakan bom berujung pada meningkatnya kesadaran warga masyarakat untu mengawasi lingkungannya dan menggiatkan kembali pengendalian sosial

6) Konflik dengan kelompok tertentu akan menimbulkan hubungan tarik-menarik antara kelompok satu dan lainnya. Misalnya, upaya untuk memerangi penyalahgunaan narkoba napza dilakukan dengan cara mempererat hubungan antara pengurus OSIS dari berbagai sekolah yang berbeda

7) Mengarahkan pada inovasi dan perubahan. Menurut pendapat Ralf Dahrendorf salah satu fungsi pokok konflik adalah menimbulkan perubahan struktur sosial khususnya yang berhubungan dengan struktur otoritas, yaitu sebagai berikut

a) Perubahan keseluruhan personel dalam posisi dominasi

b) Perubahan sebagian personel dalam posisi dominan

c) Digabungkannya kepentingan kelas-kelas subordinat dalam kebijaksanaan kelas yang berkuasa.

Misalnya, akibat adanya suatu kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat, terjadi aksi unjuk rasa besar-besaran oleh berbagai elemen masyarakat yang tidak jarang juga diwarnai bentrokan dengan aparat keamanan. Karena aksi unjuk rasa berlangsung lama dan dengan intensitas yang cenderung meningkat, maka ada tiga kemungkinan yang dapat terjadi, antara lain sebagai berikut

a) Jatuhnya pemerintah yang berkuasa karena telah kehilangan kepercayaan dari masyarakat

b) Penggantian sejumlah pejabat yang dianggap paling bertanggung jawab terhadap munculnya kebijakan tersebut.

c) Penghapusan kebijakan yang dirasa merugikan tadi dan dirumuskannya kebijakan baru dengan memperhatikan seluruh elemen masyarakat

Sebagai sarana evaluasi.

 Konflik membantu anggota kelompok untuk mengevaluasi kelemahan maupun kekurangan yang masih terdapat dalam kelompok masyarakat, sehingga dapat segera dilakukan tindakan-tindakan untuk membenahinya. Tanpa adanya konflik, para anggota mungkin akan beranggapan bahwa tidak ada masalah dalam semua aspek kehidupan masyarakat, sehingga tidak perlu melakukan pembenahan.


Terimakasi telah membaca Fungsi Konflik Sosial dan Dampak Koflik Sosial Materi Sosiologi
/* kode iklan */

jangan lupa iklannya diklik ya, to "Fungsi Konflik Sosial dan Dampak Koflik Sosial Materi Sosiologi"

Post a Comment