8/24/2016T8/24/2016

Definisi Konflik Sosial Menurut Para Ahli Sosiologi

/* kode iklan */
/* kode iklan */

Definisi Konflik Sosial Menurut Para Ahli Sosiologi

A. Konflik


Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa bergantung pada orang lain dalam memenuhi keperluan hidupnya. Disadari atau tidak, kita semua memiliki sifat saling membutuhkan yang begitu kuat. Kebutuhan manusia dapat dipenuhi ketika antara manusia yang satu dan yang lain memiliki kesadaran dan penghormatan terhadap hak-hak orang lain Di tengah-tengah masyarakat kita sering terjadi kondisi nyata yang menunjukkan adanya perbedaan dengan orang lain. Perbedaan-perbedaan itu sebenarnya hal yang sangat lumrah. Namun, perbedaan sering menimbulkan konflik dalam masyarakat. Apabila konflik tersebut tidak dapat dikendalikan, maka akan menimbulkan tindak kekerasan. Amatilah masyarakat di lingkungan sekitar Anda! Pernahkah terjadi konflik? Apa yang menjadi penyebab munculnya konflik dan bagaimana cara masyarakat menatasinya?


Dalam kehidupan bermasyarakat, berbagai jenis konflik adalah suatu keniscayaan. Suatu masyarakat pasti pernah mengalami konflik, baik antara anggotanya maupun dengan kelompok masyarakat lain. Istilah konflik sering mengandung pengertian negatif, sebab cenderung dimaknai sebagai lawan kata dari keserasian, kedamaian, dan keteraturan. Konflik sering pula diasosiasikan dengan ancaman ataupun penggunaan kekerasan. Padahal jika dikelola dengan baik, konflik tidak selamanya diakhir dengan kekerasan

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat multikultural. Dalam konteks masyarakat multkultural, upaya mencegah konflik dan adanya anggapan bahwa berkonflik merupakan hal negatif adalah sama sekali tidak relevan. Konflik bukanlah sesuatu yang dapat dihindari atau disembunyikan, tetap harus diakui keberadaannya, dikelola, dan diubah menjadi kekuatan untuk perubahan yang positif

Definisi Konflik Sosial Menurut Para Ahli Sosiologi

Kata konflik berasal dari bahasa Latin yaitu configere yang berarti saling memukul Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konflik diartikan sebagai percekcokan, perselisihan, atau pertentangan. Adapun definisi konflik secara sosiologis adalah suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Definisi konflik sosial menurut para ahli adalah sebagai berikut.

a. Soerjono Soekanto

Menurut Soerjono Soekanto, konflik adalah suatu proses sosial individu atau kelompok yang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan/atau kekerasan

b. Ariyono Suyono

Menurut Ariyono Suyono, konflik adalah proses atau keadaan dua pihak berusaha menggagalkan tercapainya tujuan masing-masing yang disebabkan adanya perbedaan pendapat nilai-nilai ataupun tuntutan dari masing-masing pihak.

c. Siti Norma

Menurut Siti Norma, konflik merupakan suatu proses yang dilangsungkan tidak hanya sekadar untuk mempertahankan hidup dan eksistensi, tetapi juga bertujuan sampai ke taraf pembinasaan eksistensi orang atau kelompok lain yang dipandang sebagai lawan atau saingannya.

d. Robert M.Z. Lawang

Menurut Robert M.Z. Lawang, konflik adalah perjuangan untuk memperoleh nilai, status, atau kekuasaan dan tujuan mereka berkonflik tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk menundukkan saingannya.
e. Lewis A. Coser

Menurut Lewis A. Coser, konflik adalah sebuah perjuangan mengenai nilai atau tuntutan atas status, kekuasaan, dan sumber daya yang bersifat langka dengan maksud menetralkan, mencederai, atau melenyapkan lawan.

f. Berstein

Menurut Berstein, konflik merupakan suatu pertentangan atau perbedaan yang tidak dapat dicegah. Konflik mempunyai potensi yang memberikan pengaruh positif dan ada pula yang negatif di dalam interaksi manusia.

g. A.J. Dubrin

Menurut A.J. Dubrin, konflik mengacu pada pertentangan antarindividu atau kelompok yang dapat meningkatkan ketegangan sebagai akibatsaling menghalangi dalam pencapaian tujuan

h. P.W. Cummings

Menurut P.W. Cummings, konflik adalah suatu proses interaksi sosial di mana dua orang atau lebih, dua kelompok atau lebih, berbeda atau bertentangan dalam pendapat maupun tujuan mereka

Berdasarkan Definisi Konflik Sosial Menurut Para Ahli Sosiologi tersebut, maka dapat dirangkum pengertian umum konflik yaitu sebagai berikut

a. Konflik adalah bentuk pertentangan atau perselisihan.

b. Melibatkan dua pihak secara antagonis.

C. Didorong oleh adanya perbedaan dalam berbagai hal.

d. Dapat disertai penggunaan ancaman atau kekerasan.

e. Berkaitan dengan pencapai tujuan tertentu

Definisi konflik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu konflik dalam arti negatif dan Konflik dalam arti negatif berhubungan dengan emosi yang konflik dalam arti positif tanpa kontrol, demonstrasi, kekerasan, penghancuran, huru-hara, dan pemogokan

Menurut pandangan tradisional, konflik bersifat negatif karena terdapat alasan bahwa dengan adanya konflik solidaritas sosial dalam kelompok menjadi rusak sehingga dapat menimbulkan perpecahan. Konflik tidak boleh dibiarkan berlarut-larut sehingga tidak terjadi disharmonisasi sosial. Konflik juga dianggap sebagai sumber malapetaka bagi manusia Oleh karena itu, konflik merupakan sesuatu yang harus dihindari karena konflik merupakan sesuatu yang negatif


Adapun konflik dalam arti positif disebut juga persaingan sehat, di mana pihak-pihak yang bersaing secara sadar bersikap sportif untuk mencapai suatu tujuan. Misalnya, semua atlet dituntut untuk sportif dalam bertanding. Pandangan modern berpendapat bahwa konflik bersifat positif karena dengan adanya konflik dalam suatu masyarakat, maka akan terjadi dinamika dalam kehidupan. Selain itu, dengan adanya konflik akan memberi makna kepada setiap individu atau kelompok untuk berintrospeksi tentang sesuatu yang diyakini Terdapat pula pandangan netral tentang konflik yang menyatakan bahwa konflik sebagai ciri khas dari tingkah laku manusia yang hidup sebagai built in element, di mana konflik berasal dari perbedaan masing-masing individu atau kelompok. Misalnya, adanya perbedaan aneka tujuan, kompetisi, atau persaingan. Dengan demikian, pandangan netral menganggap konflik mempunyai nilai sosial.
/* kode iklan */

jangan lupa iklannya diklik ya, to "Definisi Konflik Sosial Menurut Para Ahli Sosiologi"

Post a Comment