7/29/2016T7/29/2016

Konsep Dasar Psikologi Komplit

/* kode iklan */
/* kode iklan */
BAB 1

TEORI DAN KONSEP PSIKOLOGI

PENGANTAR

Ditinjau dari segi bahasa, perkotaan psikologi berasal dari Psyche yang diartikan sebagai wa, dan perkataan Lagos yang berarti ilmu atau ilmu pengetahuan. Karena itu perkataan psikologi sering diartikan atau diterjemahkan dengan ilmu pengetahuan tentang jiwa atau disingkat dengan ilmu jiwa Namun demikian ada sementara ahli yang kurang sependapat bahwa pengertian psikologi itu benar-benar sama dengan ilmu jiwa. walaupun ditinjau dari arti kata kedua istilah itu sama. Seperti yang dikemukakan oleh  Gerungan seperti berikut Ilmu jiwa itu merupakan istilah bahasa Indonesia sehari-hari Yang dikenal tiap-tiap orang, sehingga kami pun penggunaan pun dalam artian yang luas Sedangkan kata psychologi merupakan suatu istilah yang specifik sehingga dipergunakan untuk menunjukkan kepada pengetahuan ilmu jiwa yang bercorak

ilmiah tertentu. Ilmu jiwa digunakan dalam arti yang luas daripada istilah psychologi. Ilmu jiwa meliputi segala pemikiran, pengetahuan, tanggapan, terapi juga segala on dan spekulasi mengenai jiwa itu. Psychologi meliputi ilmu pengetahuan mengenai jiwa yang diperoleh secara sistematis dengan metode metode ilmiah yang memenuhi syarat-syaratnya yang disepakati sarjana psychologi pada zaman sekarang ini Istilah ilmu jiwa menunjukkan kepada ilmu jiwa pada umumnya, sedangkan istilah psychologi menunjukkan ilmu jiwa yang ilmiah menurut norma- norma ilmiah modern Psychologi sebagai suatu ilmu maka psikologi merupakan pengetahuan yang diperoleh dengan pendekatan-pendekatan ilmiah artinya pengetahuan diperoleh dengan penelitian yang dijalankan secara sistematis, terkontrol, dan dalam psikologi berdasarkan atas data empiris. Karena inti salah satu ciri psikologi sebagai suatu ilmu adalah berdasarkan atas data disamping data tersebut diperoleh secara sistemaris sesuatu teori dalam ilmu dapat di uji dalam hal keajegan maupun keandalannya atau validitasnya Psikologi juga mempunyai ciri-ciri atau sifat sifat seperti ilmu ilmu yang lain yaitu: mempunyai:
·         obyek tertentu
·         Metode pendekatan atau penelitian tertentu
·         Sistematika yang teratur sebagai hasil pendekatan terhadap obyeknya
·         Mempunyai riwayat atau sejarah tertentu.
 
B. PENGERTIAN PSIKOLOGI

Karena psikologi merupakan ilmu mengenai jiwa, maka persoalan yang pertama timbul ialah apakah yang di maksud dengan jiwa itu? ki Hadjar Dewantara, mengartikan jiwa sebagai

a. Kekuatan yang menyebabkan hidupnya manusia
b. Serta menyebabkan manusia dapat berfikir, berperasaan dan berkehendak (budi)
c. Lagi pula menyebabkan orang mengerti atau insyaf akan segalah gerak jiwanya.

Aristoteles berpendapat bahwa baik manusia, hewan maupun tumbuh tumbuhan adalah beranina atau berjiwa. Maka terdapat 3 macam anima, yaitu
1.        Anima Vegetativa, yaitu anima atau jiwa yang terdapat pada tumbuh tumbuhan, yang mempunyai kemampuan untuk makan minum dan berkembang biak

2.        Animo sentitiva, yaitu anima atau jiwa yang terdapat pada kalangan hewan disamping mempunyai kemampuan-kemampuan seperti anima vegetativa juga mempunyai kemampuan kemampuan untuk berpindah tempat, mempunyai nafsu, dapat mengamati dapat menyimpan pengalaman pengalamannya
3.       Anima intelektiva, yaitu yang terdapat pada manusia selain mempunyai kemampuan-kemampuan seperti yang terdapat pada lapangan hewan masih mempunyai kemampuan loin yaitu berfikir dan berkemauan.

 Bedasarkan ahli lain yang berpendapat mengenai pengertian psikologi antara lain:

1. Wundt
Psikologi itu merupakan ilmu tentang kesadaran manusia (fhe science of human conciousnees)

2 Woodworth dan Marquis Psikologi merupakan ilmu tentang aktivitas- aktivitas individu (the science of the activities of the individual)

3 Branca Psikologi merupakan ilmu tentang tingkah laku (the science of behavior)

4 Morgan, dkk Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku baik pada manusia maupun hewan. (the science of human oral animal behavior)

5 Sartain Psikologi adalah ilmu yang mempelajari ringkoh laku manusia (the science of human behavior) Berdasar pengertian dari berapa ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa yang di maksud dengan psikologi adalah merupakan suatu ilmu yang menyelidiki serta memtentang tingkah laku atau aktivitas-aktivitas di mana tingkah laku serta aktivitas-aktivitas itu sebagai menifestasi hidup kejiawaan (motorik, kognitif dan emosional).

C. SEJARAH PSIKOLOGI

psikologi sebagai suatu ilmu. tidak lepas dari segi perkembangan dari psikologi itu sendiri serta ilmu ilmu yang lain Dari waktu ke waktu psikologi sebagai suatu ilmu akan mengalami perkembangan, sesuai dengan perkembangan keadaan Oleh karena itu psikologi sebagai suatu ilmu mempunyai sejarah tersendiri hingga merupakan psikologi dalam bentuk yang sekarang ini Dani pemikiran para ahli yang mungkin saling mempunyai pandangan yang berbeda akan memacu perkembangan dari psikologi

I. Psikologi yang Dipengaruhi oleh Filsafat

Para ahli psikologi dahulu adalah (uga) ahli filsafat. Dapat dimengerti kalau pemikiran tentang kejiwaan dipengaruhi oleh pemikiran filsafat. Bahkan pada zaman Plato dan Aristoteles itu psikologi masih menyatu dengan filsafat sebagai induk segala ilmu.

Pengaruh filsafat terhadap psikologi berlangsung sejak zaman Baru (1800 M) Dua orang filosof yang juga menyelidiki kejiwaan manusia adalah Plato dan Aristoteles

1.       Psikologi Plato Plato
(427 s/d 347 SM) menganggap manusia memiliki 3 kekuatan rohaniah yang disebut Trichotomi Kekuatan itu terdiri dari kekuatan fikiran yang berada di kepala, kemauan yang berada di dada dan keinginan yang berada di perut Fikiran yang berada di alam idee, sedangkan keinginan dan kemauan terikat oleh kehidupan jasmaniah yang bersifat tidak abadi Lebih dalam.

Plato berpendapat bahwa suatu kebenaran yang hakiki tidak dapat dicapai dengan suatu nampak oleh indera manusia, karena segala sesuatu yang nampak oleh indera adalah bayangan dari hakekat Adapun yang hakiki adalah "Idee" atau cita dari segala yang bewujud ini. “ide"  tak lain adalah Pengertian yang mencangkup kenyataan dari segala sesuatu, dan dapat di capai hanya dengan "fikiran." Idee tertinggi adalah Tuhan, dan segala sesuatu yang bewujud berasal dari alam idee dan segalanya  akan kembali ke alam idee juga oleh karena pendapat Plato yang demikian itu, maka dia dipandang ahli fikir pertama yang beraliran idealisme dan tokoh Trichotomi

2.       Psikologi Aristoteles

Aristoteles (384 s/d 322 SM), murid Plato.memutuskan pandangan bahwa makhluk berjiwa di alam ini adalah tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Masing-masing memiliki jiwa yang berurutan rendah tingginya Tumbuh tumbuhan mengandung jiwa terendah yang di sebut "Anima Vegetativa, fungsinya terbatas pada hanya makan dan berkembang biak. Hewan mempunyai jiwa yang agak tinggi yang di sebut "Anima Sensitiva, fungsinya menggunakan nafsunya untuk bergerak dan berbuat Manusia memiliki jiwa tertinggi yang di sebut Anima Intelektiva, fungsinya sangat penting yaitu antara lain yang sangat pokok adalah berfikir dan berkehendak.

Aristoteles membagi fungsi jiwa manusia atas 2, yaitu berfikir dan berkehendak. Oleh karena itu pandangannya di sebut "Dichotom, berbeda dengan Plato yang Trichotomi Pandangan-pandangan Trichotomi Plato dan Dichotomi Aristoteles tersebut selanjutnya di ikuti oleh ahli fikir pada abad 18. Christian Wolf (1679 1754) memandang kekuatan jiwa manusia terdiri atas 2 (Dichotomi) yaitu "mengenal" dan "berhasrat." Adapun ahli fikir yang menganut pandangan Trichotomi antara lain J.J. Rousseau memandang 3 kekuatan jiwa yaitu mengenal, menghendak dan merasakan, Immanuel Kant, filosof idealis kenamaan dari Jerman, menyebut kekuatan jiwa yaitu mengenal, merasakan, dan menghendaki, Mac Dougall, ahli ilmu jiwa sosial berkebangsaan Inggris, juga berpandangan bahwa jiwa terbagi atas mengenal (Kognisi), menghendaki (Ko nasi), dan merasakan (Emosi). Psikologi yang dipengaruhi oleh filsafat seperti yang dikemukakan oleh Plato dan Aristoteles di atas dapat disebut "Ilmu Jiwa Filsafat,"

3.       Psikologi pada Abad Tengah. Psikologi mulai dipikirkan secara deduktif Tokohnya diantaranya ialah Thomas Aquino, yang berpendapat bahwa badan dan jiwa itu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

4.       Psikologi dipelajari secara induktif. Mulai dipikirkan hubungan sebab akibat antara dunia luar dengan pengaruh yang ada pada jiwa.

5.       Rasionalisme
Tokohnya adalah Discartes, dengan ucapannya yang terkenal "Cogito ergo sum" (saya berfikir, jadi daya ada). Obyek psikologi ialah gejala-gejala kesadaran yang membagi tingkah laku menjadi dua bagian yaitu Tingkah laku rasionil dan mekanisme Hubungan antara jiwa dengan tubuh di duga terletak pada kelenjar pinealis yang terletak di bawah otak.
6.       Empirisme
Pengetahuan hanya dapat dicapai dengan pengamatan dan pengalaman Tokoh-tokohnya diantaranya ialah:

a.        Francis Bacon Ia merupakan pelopor penggunaan metode induktif yang dimulai dari pengamatan-pengamatan secara kongkrit

b.       John Locke Pendapatnya terhadap jiwa ialah:
·         Jiwa tidak mempunyai pengertian yang dibawah sejak lahir (dari pembawaan)
·         Semua pengertian dan alam fikiran berasal dari pengalaman. Manusia lahir berjiwa terbuka (meja lilin
·         Semua tingkah laku yang di dapat pada dosannya dipelajari

II. Psikologi yang Dipengaruhi oleh Ilmu Pengetahuan Alam

Lebih lanjut, perkembangan psikologi berangsur-angsur melepaskan diri dari corak pemikiran filsafat dan mengalami perkembangan pesat. Berawal (terutama sekali) dalam hal metode yang digunakan dalam penyelidikan-penyelidikannya Pesatnya perkembangan itu di tandai dengan menonjolnya pengaruh ilmu pengetahuan alam terhadap psikologi sebelum abad 20. Pengaruh tersebut terjadi baik secara tak langsung maupun secara langsung, baik metode penyelidikannya, maupun materi pendangannya. Hal ini akan lebih nampak jelas dalam bahasan sebagian psikologi yang muncul pada zaman itu

1. Psikologi Assosiasi

Sejak awal ke 17, Psikologi Assosiasi merupakan salah satu aliran psikologi yang dipengaruhi secara tak langsung oleh ilmu pengetahuan alam (Khususnya Fisika) Metode yang digunakan oleh aliran ini dalam usaha mempelajari jiwa ada metode analitis sintesis. Metode mana merupakan cara berfikir dalam ilmu pengetahuan alam, yang memandang alam ini terdiri atas unsur-unsur (element-element) dan terjadi proses persenyawaan berdasarkan hukum-hukum tertentu.
Selaras dengan metode yang digunakannya itu aliran psikologi ini menganggap, jiwa itu terdiri atas unsur-unsur atau sekumpulan unsur-unsur atau tanggapan-tanggapan yan berproses menurut hukum-hukum yang pasti. Hukum hukum tersebut ialah hukum sebab akibat dan hukum assosiasi, oleh karena jiwa dipandang oleh aliran ini seperti mesin yang bergerak secara mekanis menurut hukum-hukum tertentu, maka berarti jiwa dipandangnya pasif. Hanya hukum hukum, yang menggerakan jiwa, yang dianggapnya aktif
Tanggapan-tanggapan, ingatan-ingatan, dan pengideraan, merupakan unsur-unsur jiwa  yang diutamakan oleh aliran ini.
Dengan metode analitis sintesi aliran ini menganalisa jiwa. Dengan analitis dia berusaha menguraikan gejala-gejala kejiwaan pada unsur-unsur pokok berupa tanggapan- tanggapan. Dengan sintesis, mereka menata tanggapan tanggapan tersebut secara assosiatif menjadi gejala-gejala psikologi yang bersenyawa
 Salah seorang tokoh aliran Assosiasi dalam psikologi ini adalah John Stuart Mill nggris). Dia mempelajari psikologi secara ilmu kimia Di dalam merumuskan hukum assosiasi, melainkan juga hukum hukum persenyawaan, Tokoh lain, ialah John Locke yang mempelajari psikologi assosiasi pada abad 17, kemudian David Hume pada abad 18, dan Hartley pada abad 19

2. Psokologi Unsur (Element)

Psikologi unsur sesungguhnya dapat di anggap nama lain Psikologi Assosiasi, karena dalam bentuk pendapat pendapatnya masih bercorak assosiatif juga. Namun, meskipun demikian karena titik tekan Psikologi Unsur ini pada anggapan bahwa jiwa merupakan kumpulan dari unsur-unsur kejiwaan yang berdiri sendiri, maka beberapa ahli menggolongkannya sebagai Psikologi Unsur yang berciri tersendiri.

                Tokoh-tokoh aliran ini adalah John Fridrische Harbert, dan Herbart Spencer. Herbart Spencer (abad 19), seorang tokoh psikologi dan pendidikan Jerman menyelidiki psikologi dengan metode analitis analitis Menurut pandangannya, jiwa terbentuk karena adanya tanggapan- tanggapan. Karena itu teori Herbart ini di sebut juga Teori Tanggapan. Hasil analisa dan sintesanya, Herbart menemukan pendapat bahwa jiwa terdiri atas 2 lapisan yaitu jiwa yang disadari dan jiwa yang tidak disadar Pada batas atas keduanya terletak ambang kesadaran Tanggapan yang masuk tidak semua disadari, karena di antara tanggapan-tanggapan itu dapat terjadi pertentangan dan tolok-menolak. Tanggapan baru yang bertentangan dengan tanggapan yang ada sebelumnya, di tolak sehingga tenggelam kelopisan tak sadar Sebaliknya, tanggapan baru yang di terima muncul keruang kesadaran. Menurut Herbart, kebayakan tanggapan berada di bawah sadar. Akan tetapi, menurut dia tanggapan-tanggapan bawah sadar dapat timbul ke alam sadar menurut hukum hukum assosiasi yang prosesnya secara mekanis Hukum hukum tersebut adalah: Sama waktu, Berurutan, sama rupa, Berlawanan, dan Sebab akibat Berdasarkan hukum hukum assosiasi itu, Herbart memandang jiwa merupakan akibat dari proses mekanis assosiasi tersebut Berfikir merasakan, menghendaki terjadi karena adanya assosiasi antara tanggapan-tanggapan yang masuk ke dalam jiwa Adapun yang di sebut 'pengertian' adalah tanggapan umum yang terjadi akibat adanya persenyawaan tanggapan-tanggapan yang menjenis

3. Psikologi Fisiologi

Psikologi Fisiologi merupakan aliran psikologi lain yang juga dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan alam Dikatakan sebagai aliran Fisiologi, sebab pendapat-pendapatnya lebih berat didasarkan pada adanya kekuatan khusus dari indera. Hal mana merupakan bidang yang banyak dipelajari oleh Fisiologi
Menurut Fisiologi manusia dapat melihat sesuatu karena adanya cahaya yang masuk ke dalam mata. Kemudian rangsang cahaya tersebut diteruskan ke dalam atak melalui syaraf-syaraf mata, yang akhirnya menimbulkan kesadaran penglihatan.
 Atas pengaruh pandangan Fisiolog ini, dengan menggunakan metode seperti metode penyelidikan ilmu pengetahuan alam, Johannes Muller (Jerman) berhasil menemukan hukum kekuatan khusus indera. Rumusannya antara lain mengatakan bahwa masing-masing tanggapan menyebabkan timbulnya kekuatan atau reaksi yang khusus terhadap jenis tanggapan yang di terima melalui indera tersebut. Tokoh lain, Weber dan Fechner (Jerman) mendapatkan hukum yang berhubungan dengan kesadaran pengideraan manusia, yang dikenal dengan 'Hukum Weber Fechne Helmholz, juga seseorang tokoh aliran ini menemukan kecepatan rangsang melalui urat syaraf adalah 24 meter dalam setip detik.
Tiga aliran psikologi yang diuraikan di atas adalah aliran aliran yang dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan alam baik metodenya, ma materi pendapatnya seperti juga ilmu pengetahuan yang lain, perkembangan psikologi berterus sehingga menimbulkan aliran-aliran baru dalam psikologi. Aliran-aliran baru ini masing-masing banyak menekankan pada segi segi aktivitas kejiwaan tertentu, atas pendapat bahwa segi segi tersebut lebih mengenal di banding segi-segi yang lain.
Namun, meskipun demikian sebegitu jauh aliran-aliran psikologi sebelum abad 20 belum merupakan disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Inilah yang menjadi garis pemisah antara psikologi sebelum abad 20 dengan psikologi selanjutanya.

III. ilmu Psikologi yang Berdiri Sendiri
Wilhelm Wundt (1832 1920) seorang berkebangsan Jerman, merupakan orang yang banyak di sebut-sebut dalam literatur sebagai pelopor usaha melepaskan psikologi dari Filsafat dan ilmu pengetahuan alam. Usaha nyata W. Wundt dinampakkannya dengan mendirikan "Laboratorium Psikologi" yang pertama pada tahun 1875 Laboratorim tersebut disyahkan oleh Universitas Leipzig pada tahun 1886. Sejak disyahkannya itu, maka psikologi dengan sendirinya terpisah dari Filsafat dan ilmu pengetahuan alam menjadi pengetahuan yang berdiri sendiri.
Di dalam Laboratoriumnya itu, W. Wundt mengadakan percobaan-percobaan (eksprimen-eksprimen) dalam usaha menyelidiki jiwa lewat gejala-gejala jiwa. Karena metode eksprimen
yang digunakannya, itulah sebabnya W. Wundt di sebut juga sebagai tokoh Psikologi Eksprimental

Wundt berpendapat bahwa gejala jiwa tak dapat diterangkan berdasarkan semata-mata hanya pengamatan dan perenungan terhadap proses alam seperti diterangkan dalam Psikologi Fisiologi Untuk mengerti jiwa, menurut Wundt, haruslah dengan mempelajari jiwa itu sendiri melalui eksprimen-eksprimen. Dalam hal ini, karena psikologi harus berdiri sendiri maka fisiologi berfungsi hanya sebagai ilmu bantu bagi psikologi.
Dalam merumuskan pandangan tentang jiwa, Wundt berpendapat bahwa jiwa adalah (sebagai satu kebulatan atau totalitas. Hanya secara teoritis jiwa dapat diuraikan sampai unsur-unsurnya yang terkecil Psikologi yang Berdiri sendiri. Konsep Wundt lebih lanjut menunjukkan adanya 2 unsur gejala jiwa yaitu pengamatan dan perasaan tunggal.Gejala jiwa yang tersusun secara totalitas terjadi 2 unsur tersebut karena adanya proses appersepsi dan assosiasi. Appersepsi berarti proses kemauan yang memimpin jalannya pekerjaan jiwa dan yang menempatkan gejala kejiwaan pada pusat kesadaran Appersepsi terjadi apabila jiwa sadar manusia berada dalam keadaan aktif Berfikir salah satu keadaan jiwa sadar yang aktif. Dengan kata lain berfikir sebagai satu kesadaran jiwa yang aktif adalah proses appersepsi. Sedangkan assosiasi terjadi apabila jiwa sadar manusia berada dalam keadaan pasif. Terjadinyo assosiasi itu, mengikuti hukum hukum yang sifatnya mekanisme dan tanpa tujuan.

Kegiatan berfikir dan proses kejiwaan pada taraf tinggi lainnya pada manusia tidak secara mekanis terjadi Proses kejiwaan tersebut dipengaruhi oleh perhatian yang di sengaja yang menentukan jalur assosiasi ke jalur tujuan yang dikehedaki. Wundt meyakini adanya faktor yang kuat dari dalam jiwa yang aktif, yang memimpin fikiran dan kehendak dalam proses yang demikian itu. Kehendak, seperti juga berfikir, merupakan proses appersepsi karena ia (kehendak) dipimpin oleh kekuatan dari dalam jiwa yang aktif
Jadi, pendapat wundt, berfikir dan berkehendak keduanya merupakan proses appersepsi yang bersyaratkan terjadi secara bertujuan (teleologis), dan keduanya bukan proses assosiasi Proses yang semula merupakan assosi dapat juga berlih menjadi appersepsi, jika materi (isi) nya di ambil alih oleh jiwa sadar secara aktif sehingga berarah tujuan.
Metode yang digunakan oleh Wundt dalam mempelajari jiwa bukan bersifat subyektif dan spekulatif saja, melainkan juga metode yang bcrsifat empiris dan obyektif. Metode-metode subyektif dan spekulatif lebih banyak dipergunakan dalam hal memilih praduga atau hipotesa, sedangkan metode empiris dan obyektif, terutama metode eksprimen, digunakan untuk menguji praduga atau hipotesa penyelidikannya. Metode anlitis-sintesis masih juga digunakan oleh Wundt, sedangkan metode intropeksi sama sekali di tolak penggunaannya. Beberapa murid wundt, antara lain Oswald Kulpe menggunakan juga metode intropeksi yang disertai dengan ekspor Metode gabungan Wundt ini akhirnya di kenal dengan metode tropeksi eksprimental.

IV.  Psikologi pada Abad 20
Sejak psikologi berdiri sebagai ilmu pengetahuan (akhir abad19), bemunculan berbagai macam aliran-aliran psiko. Dengan metode metodenya sendiri, baik dolam penyelidikan maupun dalam pembuktian hasil penyelidikannya, melahirkan pandangan-pandangan psikologi yang corak khusus.

Lebih-lebih sejak awal abad 20 sampai sekarang proses pembelahan psikologi dalam aliran aliran yang semakin mengkhususkan dengan pesat. Dengan pengkhususan (spesialisasi) bidang studi tersebut, pada pokoknya ada 2 hal yang menjadi tujuannya yaitu:

1.        Diharapkan terjadi pendalaman studi pada bidangnya masing-masing sehingga lebih jelas.

2.        Diharapkan terjadi penyesuaian dalam penerapan (aplikasi) nya secara lebih intensif bagi kehidupan umat manusia.
......
Aliran aliran psikologi yang muncul sejak saat itu dan berkembang hingga kini dengan pengikut-pengikutnya masing-masing disebutkan antara lain di bawah ini.

1. Psiko-Analisa (Psycho-Analysis).
Aliran ini berusaha menyelidiki proses kejiwaan yang Berada dalam bawah sadar manusia pendapatnya yang terkenal,antara lain tentang faktor pokok yang mempengaruhi hidup manusia dan menentukan tingkah lakunya adalah nafsu pokok yang di sebut "libido sexual" Tokohnya yang terkenal adalah Breuer (Austria) seorang dokter ahli penyakit syaraf (psycheater). Berikut di ikuti oleh muridnya yaitu Sigmund Freud (1856 -1039). Juga seorang psycheater yang tinggal di Wind. Freud inilah yang sangat dikenal hingga kini, karena ia berhasil mengembangkan dan memanfaatkan pandangan tehnik-tehniknya antara lain hipnotis analisa mimpi, dan sebagainya Dalam mempepsiko-analisa Freud belajar juga pada Prof Charcot di Prancis
2. Psikologi Individual (individual Psycholagy)
Psikologi individual berusaha menyelidiki hidup kejiwaan manusia dari segi pribadi segi pribadi perseorangan menurut sumber pokok hidup kejiwaannya. Munculnya aliran ini setelah Alfred Adler memisahkan diri dari Freud (gurunya) dan membentuk individual psikologi (1920). Pertentangan antara Adler dengan Freud terletak pada pendapatnya tentang nafsu pokok yang mempengaruhi hidup manusia. Adler mengakui adanya nafsu pokok tersebut, tetapi nafsu pokok yang mempengaruhi manusia adalah nafsu sosial dan ingin berkuasa (nafsu individual), bukannya nafsu birahi (libido sexual) seperti yang diyakini oleh Freud.
3.  Psikologi Analitis (Analytischepsychology).
Aliran ini mempelajari jiwa manusia dari segi lapisan jiwa sadar dan lopisan tak sadar Tokohnya yang terkenal antara lain Carl Gustaf Jung (1923) seorang Jerman ahli penyakit jiwa. Ia juga memisahkan diri dari pendapat Freud.
Salah satu teori Jung yang terkenal adalah (tentong) struktur kesadaran, dalam mana terdapat 4 fungsi yang fundamental. Fungsi fikiran dan perasaan bersifat rartional karena mempunyai tugas menilai atas benar dan salah, serta baik dan buruk. Sedangkan pengindraan dan intuisi disebutnya fungsi fundamental yang irrasional, karena keduanya tidak menilai melainkan mengamati, Teori lainnya, tentang

ketidaksadaran kolektif: keduanya merupakan lapisan terdalam pribadi individu. Lapisan berikut adalah Anima yaitu isi jiwa manusia yang diperoleh dari kebudayaan Menyusul lapisan luar pribadi yang nampak dalam hubungan dengan orang lain

4 Neo Freudianisme
Aliran psikologi Neo Freudianisme ini pada dasarnya mengakui teori yang dikemukakan oleh Freud tentang fungsi jiwa yang berlapis-lapis yaitu:
a.       Lapisan kesadaran yang memuat hasil-hasil pengamatan pada dunia luar

b.       Lapisan bawah sadar yang memuat hal-hal yang dilupakan, tetapi dapat muncul dalam lapisan kesadaran bila mendapat perangsang.

c.       Lapisan yang tidak disadari yang berisi kompleks-kompleks terdesak dan terbagi pula atas 3, yaitu das es (the Id) das ich (the Ego), dan das uber ich (the super Ego).

Menurut Neo Freudeanisme, ke tiga fungsi jiwa tersebut terakhir yang juga berlapis-lapis itu, dalam dinamik mempengaruhi hidup kejiwaan manusia. Setelah mereka memperbaharui pandangan Freud, teori teorinya kemudian dimanfaatkan dalam anthropologi: menyelidiki masyarakat  primitif

5. Psikologi Gestal (Gestalt Psychology)

Psikologi Gestal menekankan analisisnya pada totalitas hidup kejiwaan manusia Menurut pandangon psikologi aliran ini manusia merupakan suatu keseluruhan atau kebulatan (gesta) dalam proses bekerja kejiwaannya Pelopornya yang terkenal adalah Ch.V. Ehrenfels, yang mengadakan penyelidikan dalam hal pengamatan dan menarik kesimpulan bahwa:

a.        Kebulatan lebih mengandung arti dibanding bagian-bagian

b.      Kebulatan selalu timbul lebih dahulu dibanding bagian-bagian

6. Psikologi Behaviorisme

Psikologi yang menitiberatkan pandangannya pada tingkah laku lahiriah manusia dan hewan Titik tolak pandangan mereka adalah kepastian jalan (proses) kerja ilmu posti dan mesin yang walaupun kaku. tetapi pasti dan benar. Atas kebenaran pemikiran semacam itu, mereka mengira bahwa seluruh persoalan dunia, termasuk jiwa manusia dapat dimengerti dengan analisa semacam Tokoh-tokoh lainan ini adalah Eduard Lee Thorndike dan JB. Watson. ED. Thorndike adalah seorang tokah behavioris yang mencetuskan teori Trioll and Error dari percobaannya terhadap seekor kucing. Pada akhirnya percobaannya Thorndike berkesimpulan bahwa:

a. Binatang, belajar dengan tiall and error.
b. Hasil coba-coba itu merupakan assosiasi yang kuat untuk melahirkan kembali gerak seperti yang telah lalu, karenanya binatang mudah menyelesaikan diri denag situasi yang sama Hal ini di sebut dengan Low of effect," karena tindakan binatang percobaannya itu tidak berbeda dengan gerakan mesin yang pasti, maka disimpulkan bahwa jiwa hewan, demikian pula manusia dalam mempelajari sesuatu, seperti halnya mesin yang semakin lama berulang-ulang dipakai akan semakin lancar jalannya. Tokoh lain, J. B. Watson, berusaha menanti kesadaran dalam jiwa manusia. Menurut Watson, kesadaran merupakan istilah dari filsafat. Watson terkenal dengan teorinya tentang hubungan antara perangsang dengan sambutan (stimulus respon): sehingga teorinya di sebut teori 's-R bon (Bon katan antara stimulus dengan trespon)

7 Psiko-Refleksologi (Psycho Reflexology)

Menurut pandangan aliran ini, manusia dan hewan memiliki kemampuan refleks yang dapat dipengaruhi sedemikian rupa sehingga dapat digerakkan perbuatan-perbuatannya Aliran ini pada dasarnya sama dengan aliran Behavior yang berkembang di Amerika Serikat Aliran refleksologi ini berkembang di Rusia dengan tokohnya antara lain Ivan Pavlov Ia telah menyelidiki refleksi seekor Anjing terhadap perangsang, dalam mana diketahuinya bahwa perangsang bersyarat (buatan) dapat menggantikan perangsang yang sesunggunya. Berkat latihan- latihan, tingkah laku hewan dan manusia dapat dipengaruhi sedimikian rupa sehingga semakin lama semakin kompleks dan terlatih. Dengan demikian, melalui latihan, maka binatang dapat menari, melihat warna dan membedakannya, dan sebagainya Penyelidikannya terhadap seekor Anjing itu berhasil sangat baik, sehingga Ivan Pavlov mendapatkan hadiah Nobel dalam psikologi refleks pada tahun 1905 Demikianlah pada pokoknya. psikologi pada abad 20 berkembang demikian pesat dengan tujuan. di samping lebih memperdalam ilmu pengetahuan itu sendiri. Juga diharapkan bermanfaat lebih intensif bagi kehidupan manusia
Sistematika proses perkembangan psikologi yang tergolong dalam 4 bagian dalam bab ini,sesungguhnya hanya dapat dikembalikan pada 2 bagian pokok Psikologi yang dipengaruhi oleh pilsafat dan psikologi yang dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan alam, di sebut juga psikologi lama. Sedangkan psikologi yang berdiri sendiri dan psikologi pada abad 20, disebut juga Psikologi Modern

D. MANFAAT PSIKOLOGI
Psikologi sebagai suatu ilmu, jelas benyak sekali manfaatnya
Hal ini sangat erat kaitannya dengan tugas psikologi, yaitu:
1.        Mengadakan deskripsi yaitu tugas untuk menggambarkan secara jelas hal-hal yang dipersoalkan/dibicarakan.
2.        Menerangkan: yaitu tugas untuk menerangkan keadaan atau kondisi kondisi yang mendasari terjadinya peristiwa-peristiwa tersebut

3.        Menyusun teori yaitu tugas mencari dan merumuskan hukum-hukum atau ketentuan ketentuan mengenai hubungan antara peristiwa satu dengan peristiwa yang lain, kondisi satu dengan kondisi yang lain.

4.        Prediksi: yaitu tugas untuk membuat ramalan (prediksi) atau ustimasi mengenai hal-hal atau peristiwa yang mungkin terjadi atau gejala-gejala yang akan muncul

5.        Pengendalian yaitu tugas untuk mengendalikan atau mengatur peristiwa-peristiwa atau gejala.

sumbangan psikolog di bidang kesehatan dan bidang lainnya yang berkaitan dengan pemeliharoan kesehatan dan kesejahteraan adalah

1.        Melakukan penelitian

2.       Menyusun program pendidikan maupun pelatihan

3.        Pemberian konseling

4.        Pemberian psikotherapi

5.        Melakukan persiapan psikologis bagi penderita yang mengalami prosedur medikal dan operasi
6.        Melakukan usaha mengurangi dan mengalihkan rasa sakit, menghentikan merokok penggunaan obat terlarang dan minuman alkohal

7.        Menghadapi keluarga dengan berbagai penyakit kronis dan traumatik.

8.        Usaha prevensi dan intervensi kelompok pada masyarakat yang sedang terkena musibah.
E. RUANG LINGKUP PSIKOLOGI
Sampai saat ini psikokologi masih dibedakan menjadi dua, yang bersifat umum dan bersifat khusus. Psikologi umum ialah psikologi yang menyelidiki dan mempelajari kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas psikis manusia yang tercermin dalam tingkah laku pada umumnya, yang dewasa, yang normal dan yang beradab (ber-kultur). Psikologi umum berusaha mencari dalil dalil yang bersifat umum dari kegiatan-kegiatan atau aktivitas psikis. Dolam psikologi umum memandang manusia seakan-akan terlepas dari manusia yang
Psikologi khusus iolah psikologi yang menyelidik dan mepelajari segi segi kekhususan dari aktivitas aktivitas psikis manusia. Hal-hal yang khusus yang menyimpang dari halohal yang umum dibicarakan dalam psikologi khusus. Psikologi khusus ini bermacam-macam, antara lain:

1.       Psikologi Perkembangan

 yaitu psikologi yang membicarakan psikis dolan perspektif sepanjang hidup manusia (in a life span
persepctive), terbagi  dalam Periode pronatal Masa bayi baru lahir Masa bayiMasa kanak-kanak awal dan akhir Masa puber Masa remaja Masa dewasa dini Usia madya Usia lanjut Disini juga akan dipelajari mengenai teori-teori perkembangan metode psikologi perkembangan serta mempelajari penyimpangan-penyimpangan dalam perkembangan (deviasi).

2.       Psikologi Sosial.
Yaitu psikologi yang khusus membicarakan tentang tingkah laku atau aktivitas manusia dalam hubungannya dengan situasi sosial (social Bihavior) Termasuk di dalamnya mengamati bagaimana kita bereaksi terhadap orang lain, dan bagaimana mereka bereaksi terhadap kita, dan secara umum bagaimana kita dipengaruhi oleh situasi sosial. Di sini alan dipelajari mengenai beberapa pendekatan teori dalam psikologi sosial.

3.        psikologi Pendidikan
yaitu psikologi yang khusus menguraikan kegiatan kegiatan atau aktivitas-aktivitos manusia dalam hubungannya dengan situasi pendidikan Bidang ini akan membicarakan mengenai:

·         Lapangan Psikologi Pendidikan

·         Pertumbuhan dan Perkembangan pada Umumnya

·         Psikologi Anak

·         Hygune Rohani

·         Perbedaan Individual

·         Hakekat Perbuatan Pelajar

·         Faktor yang mempengaruhi perbuatan belajar

·         Transfer dalam belajar

·         Tist dan penilaian atau pengukuran

·         Teori dasar tentang motivasi

·         Arti motivasi bagi pelajar

·         Perkembangan Sosial dan Emosional

4.        Psikopatologi
yaitu psikologi yang khusus menguraikan mengenai keadaan psikis
yang tidak normal (abnormal) baik dari segi patologis, statistik dan segi kultural

Pada hakekatnya, konsep tentang normalitas dan abnormalitas sangat sa
batasnya Namun demikian tingkah laku abnormal tadi kadang kala begitu menolak dan
berbeda dengan tingkah laku biasa pada umumnya, sehingga kita tidak akan ragu-ragu lagi untuk menyebutnya sebagai abnormal.
Pribadi yang abnormal ini pada umumnya dihinggapi gangguan mental, atau ada helai nan-nan/abnormalitas pada mentalnya, orang-orang abnormal ini selalu diliputi banyak konflik batin, miskin jiwanya dan tidak stabil, tanpa perhatian pada lingkungannya, terpisah hidupnya dari masyarakat, selalu gelisah dan takut, dan jasmaninya sering sakit-sakitan.

5.        Psikologi Kepribadian
 Yaitu psikologi yang khusus menguraikan mengenai pribadi manusia, beserto sifat sifat kepribadian manusia. Fokus pada bidang ini adalah pada perbedaan antara individu dengan kualitas unik masing-masing individu. Di sini dipelajari pula beberapa teori kepribadian atas dasar metode yang digunakan, komponen kepribadian dan cara pendekatan (approach).

6.        Psikologi Kriminal
khusus berhubungan dengan soal kejahatan atau kriminalitas. Di sini baisarrya disoroti mengenai motif yang mendasari individu berbuat kriminal.

7.        Psikologi Perusahaan
Psikologi Industri dan Rekayasa yaitu psikologi yang khusus berhubungan dengan soal-soal perusahaan. Ahli psikologi industri (kadang-kadang dinamakan ahli psikologi organisional) biasanya bekerja di perusahaan tertentu. Mereka mengurusi masalah sperti memiliki orang yang paling cocok untuk pekerjaan tertentu, mengembangkan program pelatihan kerja, dan mencari tahu determinan perilaku konsumen.
Ahli psikologi rekayasa (sering kali dinakamakan perekayasa faktor manusio) mencoba memperbaiki hubungan antara orang dan mesin, mereka membantu merancang mesin untuk menimalkan kesalahan manusia Di dalam sistem komputer rancangan person-machine interface, titik
di mana orang berinteraksi dengan mesin adalah sangat penting.

8.        Psikologi Kesehatan


Merupakan subdisiplin yang agak baru di dalam jajaran luas disiplin psikologi, menggambarkan kepedulian para pakar psikologi yang sedang tumbuh untuk kesehatan sebagai konsep holistik, yang kup aspek-aspek fisik mertalan sosial Terutama hubungan antano kesehatan fisik dengan tingkah laku manusia dan proses-proses psikologis, yang ada di dalam lingkungan sosial, dianggap menjadi sasaran.
/* kode iklan */

jangan lupa iklannya diklik ya, to "Konsep Dasar Psikologi Komplit"

Post a Comment